Ingin memanggilmu, Ma..

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Agustus 2016
Ingin memanggilmu, Ma..

Aku melihatmu memasuki kamar ini dengan wajah kusut. Tak seperti biasanya, wajahmu yang biasanya berseri nampak kusam tak bercahaya. Nampaknya engkau sedang kelelahan. Semoga bukan kelelahan karena menjagaku.

Engkau berjalan duduk disebelahku, menciumi pipi dan keningku, dan tersenyum menatapku. Ada banyak kata yang kau sampaikan kepadaku, meski aku tak mengerti dengan pasti apa yang kau ucapkan tapi dari senyum dan nada bicaramu, kurasa kau menegur dan menanyakan kabarku. Aku selalu suka saat kau mau duduk berlama-lama menemani aku.

Aku ingin sekali memeluk dan membelai wajahmu. Tapi yang kerap terjadi, tangan yang terjulur untuk membelaimu justru malah menyakitimu. Aku ingin sekali memanggil mu, tapi yang sering terjadi justru malah aku berteriak-teriak sehingga membuat bising seluruh isi rumah. Aku ingin sekali berlari menghampirimu setiap engkau pulang dari bekerja, tapi yang terjadi malah aku membuatmu kerepotan dengan tarikan tanganku. Aku ingin sekali duduk manis mendengarkan kau membaca buku cerita, tapi yang kerap terjadi justru aku membuatmu kewalahan karena aku berkali-kali merobek dan meremas buku cerita itu. Aku ingin sekali bernyanyi bersamamu, namun yang sering terjadi aku justru melompat-lompat da berteriak kencang hingga suaramu tak lagi terdengar. Aku ingin sekali tidur ditemani dongen darimu sambil mempermainkan ujung rambutmu yang lembut. Namun yang justru terjadi adalah aku menjambak rambutmu hingga kau meringis kesakitan. Aku ingin sekali menceritakan banyak hal kepadamu, namun entah kenapa lidahku kelu dan tak bisa mengeluarkan kata-kata yang bisa kau mengerti. Aku ingin sekali menyanyi dan menghiburmu, tapi yang sering aku lakukan malah sering membuatmu kerepotan meredakan tangisku yang tak terkendali.

Ma..

Maafkan aku atas semua ketidaksempurnaanku.. maafkan aku atas semua ketidakbisaanku.. Maaf ya Ma, aku sungguh tak tau kenapa Tuhan menakdirkan aku mengalami ini semua. Aku tidak tau mengapa Tuhan memberiku kekurangan berupa Cerebral palsy ini. Aku tidak tau kenapa Tuhan mengamanahkan ku kepadamu. Aku juga tidak tau kenapa Tuhan menguji kita seperti ini. Aku tidak tau kenapa Tuhan tidak mengijinkanku mengucap sepatah kata meski usiaku telah genap 4 tahun. Aku tidak tau mengapa Tuhan tak mengijinkanku berjalan tanpa bantuan mu.

Maafkan aku ya Ma, karena aku tak pernah ditanya oleh Tuhan akan takdirku. Aku tidak pernah ditanya oleh Tuhan akan siapa orang tua ku kelak. Bahkan aku pun tak tau akan seperti apa hidupku kelak.

Maafkan aku ya Ma, karena aku sudah cukup bahagia dengan semua yang aku miliki kini meskipun bagi orang lain itu sungguh jauh dari sempurna. Aku bahagia memiliki mu ma, aku bahagia Tuhan menitipkanku kepadamu.

Maafkan aku ya Ma, atas semua takdir yang tak pernah bisa ku tolak ini.

  • view 215