Bunga dalam genggaman

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 27 Juni 2016
Bunga dalam genggaman

Airin...
Terkadang aku menyesal kenapa harus berada dalam situasi tidak mengenakkan seperti ini. Namun guliran hidup telah membuat aku harus menjalaninya. Jangan tanyakan bagaimana aku tidak merasa bersalah telah menjadi pengkhianat dalam hubungan pertemanan kita. Yah..layak kau menganggapku begitu. Karna aku memang tidak mampu menjaga kepercayaan mu sebagai seorang teman. Aku ikut menjadi bagian dari pengkhianatan dia terhadapmu. Meskipun tanpa aku..toh kenyataannya dia selalu mengkhianatimu..selalu.
Mungkin ini lah kesalahanku..aku terlena dan ikut menikmati permainannya. Kau tau..dia sangat manis dan begitu menggilaiku..teringat bagaimana dia selalu antusias untuk berjumpa denganku. Siang dan malam..tak ada masa yang tak ia lewatkan dengan berbicara denganku..bahkan sering dalam mimpi dia menemuiku..begitu ucapnya. Bahkan pada suatu hari..dia terlihat begitu resah..karena katanya, aku telah mengalahkan keberadaanmu dihatinya. Aku telah menempati satu ruang dalam hatinya.
Kau tau..aku tidak ingin merampas dia darimu, tapi tak bisakah kau berbagi? Dia tidak akan mungkin meninggalkanmu, walaupun kenyataannya dia tak lagi mencintaimu..seperti katanya. Hanya sebatas menjalankan hak dan kewajiban dalam sebuah keluarga.
Aku juga tidak ingin ada dalam keadaan ini..menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian yang memang tak semestinya.
Maukah kau berbagi? Apa yang salah dengan mencintai, bahkan ketika itu harus terjadi pada kita yang mencintai orang yang sama..Aku tidak bisa mengontrol hatiku untuk tidak terpesona padanya, kau saja terpesona padanya..apa mungkin kau membuat orang lain tidak menyukainya? Bukan rasa yang salah, hanya kenapa harus sekarang..aku mencintai disaat yang tidak tepat. Najmi, tak bisakah kau berbagi?

Najmi..
Siapa dia? Apa arti Airin buatmu?
Aku mengenalmu sebagai sosok laki2 yang sering tak peduli..kenapa padanya kau begitu perhatian?
Kau boleh saja memberi berbagai alasan dan alibi agar perhatianmu padanya hanya menjadi pradugaku..tapi aku wanita, perasaanku mengatakan kau dan airin telah bermain api di belakangku..
Bukan hanya sekali..sering kali aku melihatmu begitu peduli padanya.
Aku tau..kau terlalu pandai menyembunyikan semuanya tapi tidak dengan dia. Binar matanya saat kalian berbincang sangat jelas menunjukkan bahwa kau berarti lebih baginya.
Bahkan..aku pernah melihat kalian bersama dalam mimpiku. Entah mimpi itu karena wujud ketakutanku atau memang kalian telah benar2 bersama.. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa hatiku tidak pernah tenang ketika kita jalan bertiga..kenapa aku merasa ada yang berbeda saat kalian tertawa bersama? Kenapa dengannya kau bisa begitu dekat dan bisa tertawa lepas? Kenapa tidak denganku? Ah..aku cemburu, benar-benar cemburu.
Jika itu nyata..aku tak bisa membayangkan rasa sakitnya akan seperti apa. Tidak..aku tidak akan bisa berbagi kamu dengan dia..tidak dengan siapapun. Aku tidak akan pernah siap untuk disakiti dengan cara begini. Bukan karena aku egois, tapi aku tak akan pernah bisa menahan cemburu, aku tak akan terima jika ada wanita lain yang lebih bisa membuatmu bahagia.
Kalau benar kalian telah bersama..kalian sungguh pengkhianat..menusukku dari belakang. Tega sekali...
Ah..aku berharap perasaanku sebagai perempuan salah..aku berharap kau tetap jadi pasangan hidup terbaikku..dan dia tetap jadi sahabat baikku.. Airin, jangan pernah kau mencintainya..jangan pernah.

 

  • view 140