Tetesan kenangan

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 23 Juni 2016
Tetesan kenangan

Hujan malam itu..ketika aku menunggumu datang, dalam kegembiraan yang sangat..saling bertutur tentang rasa dan asa

Hujan malam itu..manakala aku menunggumu dengan gelisah, malam yangterasa dingin meski kita duduk terlalu rapat.


Hujan siang itu..tatkala kita berlama-lama duduk hanya untuk berbincang  tentang mimpi-mimpi kita, dan berharap hujan dan dinginnya udara tak membuat kita bangun dari mimpi yang mempesona itu.


Hujan siang itu..ketika kau tiba-tiba datang dengan penuh kerinduan yang sekian lama kau coba sembunyikan dariku, dan kala itu..saat kerinduan itu tak lagi bisa kau tahan, hujanpun menahanmu untuk tetap disini bersamaku.


Hujan dan kamu..adalah tetesan kenangan yang terbingkai dalam kisah kita. Entah ada berapa kali hujan yang aku lalui bersamamu..namun, kamu ataupun aku sama-sama tau bahwa perasaan kita tak mungkin hanya diukur dengan hujan dan kenangan..

Hujan kali ini..yang datang bersama kerinduan. Kerinduan yang aku urai bersama tetesan air kepedihan.

Namun..bukan kenangan yang membuatku pedih, karena aku tau mengingatmu tak pernah membuatku sakit

Perih itu ada manakala aku sadar bahwa sayap kita tak pernah ditakdirkan mengepak bersama..bahwa kita tak pernah benar-benar sanggup berjalan seiiring menapaki takdir dan mimpi kita..

Hujan kali ini..membuat aku rindu..rindu bersamamu..yang kini hilang entah dimana.

Aku hanya bisa menyapamu dalam mimpi..dalam kenangan..dalam tetesan hujan

Padamu yang aku rindui..padamu yang kerap kali datang dalam mimpi..

aku masih menyimoanmu dalam hati..seperti katamu kala itu bahwa kita tak akan benar-benar bisa melupakan, meski waktu akan membuat kita terpisah.

 

  • view 165