Tentang Rembulan dan Lampu Jalan

Desi T. Wulandari
Karya Desi T. Wulandari Kategori Renungan
dipublikasikan 23 Oktober 2016
Tentang Rembulan dan Lampu Jalan

Jember,  pukul 04.00 disaat aku hendak pergi ke stasiun, ketika itu pula aku dihadapkan pemandangan yg langka kutemui. 

Rembulan berdiri beriringan dengan lampu jalan.  Mereka nampak saling terdiam, namun cahayanya  memberi warna ditengah kegelapan. 

Mereka seakan menghinoptisku untuk berlama-lama menyaksikan  cengkraman mereka ditengah kesunyian.  

Lalu ku dengar percakapan lampu jalan meminta pada sang rembulan untuk menemani mengahabiskan waktu malam yg akan beganti menjadi pagi. Rembulan hanya terdiam dan tersenyum,  sebab tanpa meminta ia akan senantiasa menemani hingga Fajar menjelang. 

Namun,  rembulan tak selalu hadir di setiap malam.  Sebab,ia tak punya kuasa untuk muncul. Semua tergantung pada Rabb nya, yang mengatur segala semesta. 

Rembulan berbisik pada lampu jalan,ia harus segera pulang.  Sebab di ujung sana ada  Mentari yg siap menggantikannya.  Perlahan rembulan pun pergi dengan dzikir lirihnya. 

  • view 200