OTAK DAN MASA LALU

derisa agiel
Karya derisa agiel Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 April 2016
OTAK DAN MASA LALU

Berterimakasilah kepada sang Pencipta yang telah memberikan anda sebuah otak, sebuah organ kecil yang mampu membuat anda berfikir, mengingat melakukan sesuatu secara sadar. Otak ini juga menjalankan sebuah fun gsi yang menghindarkan anda dari bahaya yang mungkin terjadi berdasarkan pengalaman di masa lalu.

Silahkan mengingat-ingat pengalaman anda yang tidak menyenangkan, lalu apa dampaknya bagi anda saat ini?? Bayangkan jika suatu ketika, anda melewati lorong yang cukup gelap pada malam hari, tiba-tiba tanpa anda sadari sebuah bayangan mengikuti dari belakang.Lalu, tiba-tiba anda menjerit kaget dan kesakitan. Ternyata, seekor anjing menancapkan taringnya ke betis anda. Hal itu membuat anda di rawat di Rumah Sakit dan disuntik 7kali di bagian perut untuk menghindari hal terburuk jika ternyata anjing yang menggigit anda terkena rabies.

Lalu pertanyaannya, Jika anda dim inta melewati lorong yang sama pada malam hariu, apakah anda akan melakukannya dengan persaan seperti sebelum kaki anda digigit anjing ? Pastilah tidak! Kemungkinan besar anda dirundung rasa takut ketika melakukannya kembali. Bahkan, Anda mun gkin menolak jika harus melewati jalan tersebut.

Rasa takut itu sendiri sebenarnya adalah hasil kerja otak. Melalui rasa takut, ia ingin menghindarkan anda dari bahaya yang sama.

Dengan demikian jika anda memiliki masa lalu yang tidak baik atau melakukan kesalahan yang mengakinbatkan masalah bagi anda maka otak anda akan merekamnya dan mengaktifkan rasa cemas, takut, serta ragu ketika menghadapi situasi yang sama. Tujuannya adalah menghindarkan diri anda dari rasa tidak nyaman karena sebuah kegagalan sebelumnya mengancam diri anda. Hal ini bisa disebut "trauma".

Tentu saja anda perlu berterimakasih terhadap otak anda yang telah berusaha melundungi anda. Namun, adakalanya anda harus melewati sistem alarm yang "ia" sampaikan karena dapat membatasi anda untuk bertumbuh. Pasalnya, otak anda bertindak men-generalisasi.

Seperti halnya kasus melewati lorong gelap, otak anda mengingatkan untuk tidak melewati jalan terssebut karena anda bisa saja mengalami kejadian yang sama, Padahal, pada saat yang berbeda, si anjing yang menakutkan tersebut tidak lagi berada disana dan mungkin saja anda bertemu kembali di tempat lain.

Jadi pada prinsipnya, ada banyak ketakutan yang bersumber dari masa lalu adalah tidak memiliki dasar ilmiah apa pun.

  • view 168