Ingatkan aku, kau juga… atau bahkan kami. (DEMI MASA)

Depta Pratama
Karya Depta Pratama Kategori Agama
dipublikasikan 11 Februari 2016
Ingatkan aku, kau juga… atau bahkan kami. (DEMI MASA)

Ingatkan aku, kau juga? atau bahkan kami. (DEMI MASA)

Aku sesungguhnya rugi, kau juga?! atau bahkan kita. tak ada yang beruntung. Bagaimana ini bisa terjadi? Aku tahu kezuhud-an kita kepada dunia terlalu besar. Kezuhud-an kita kepada manusia terlalu tinggi. Maka siapa lagi yang dapat menolong kita, kecuali kita saling bertegur sapa dan saling menasehati.

Ketika disuatu siang kau tertidur pulas hingga waktu menjelang Ashar hampir tiba. Aku menepuk punggungmu. ? wahai kawan, waktu telah berlalu, menghadaplah dulu? maka kaupun bangun walaupun dengan agak susah.

Ketika disuatu malam aku ingin memeluk seorang wanita yang bukan mahram, maka engkau datang, lalu berkata ? jangan lakukan itu kawanku, itu perbuatan tak tak pantas? maka aku pun menoleh kepadamu ? terima kasih wahai kawan, sesungguhnya syetan telah datang malam ini?.

Ketika disuatu siang pada khotbah jumat, aku melihat kau yang sedang memainkan COC mu tanpa memerhatikan sebuah kata-kata. Maka aku pun akan menegurmu ? wahai kawan, hentikanlah permainan duniamu itu, mari kita mendengar ? dan kaupun tersenyum kepadaku. ? terima kasih kawan, itu lebih baik bagiku? sambil kau mematikan ponselmu.

Ketika disuatu malam menjelang pagi. Kami nonton bersama pertandingan bola dan kami tidak tahu suara adzan telah berlalu karena kerasnya suara TV, Maka engkau datang ? wahai kawan, waktu subuh hampir hilang, tinggalkan barang sesaat, berjamaahlah bersama kami!? kami pun, menyungging senyum bahwa masih ada yang menyelamatkan kami.

Api-api kecil harus mati disetiap hari, karena kita saling ingat, tapi bukan teruntuk diri sendiri, karena jika ada iman dalam hati, kita akan saling menasehati.

  • view 156