Mari Mendengar Rumi

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Puisi
dipublikasikan 28 Februari 2016
Puisi Agama dan Diskriminasi

Puisi Agama dan Diskriminasi


Kategori Puisi

18.2 K Tidak Diketahui
Mari Mendengar Rumi

Mari Mendengar Rumi
Denny JA

Duduk bersila di malam hening
Doa khusyuk baru selesai
Anwar seorang diri
Tafakur di kamar sepi

Anwar terkaget alang kepalang
Tasbih yang dipegang bicara
Sajadah yang diduduki berdesah
Kopiah yang dipakai bernada

Semua menyatakan sama
Bergema
bulu kuduknya menyala


"Kucari diri MU di salib umat Kristen
Namun KAU tiada di sana"

"Kucari diri MU di pura orang Hindu
Namun KAU tiada di sana"

"Kucari diri MU di Mekkah orang Islam
Namun KAU tiada di sana"

"Kucari diri MU di daratan tinggi
Kucari diri MU di daratan tendah
KAU juga di sana tiada"

"Kucari diri MU
di kedalaman hatiku
Kujumpa KAU di sana
Tidak di tempat lainnya"

"Ini puisi Rumi,"
ujar Anwar terkaget

"Apa artinya?" tanya Anwar
Jalaluddin RUmi itu
penyair sufi jitu
sudah mati kelu
800 tahun lalu

Anwar terdiam
Menyelam sangat dalam
Ingin memahami arti suara gaib

Hening semakin hening
Waktu dan ruang seakan berhenti
Tasbihnya tak lagi bicara
Sajadahnya tak lagi bicara
Kopiahnya tak lagi bicara

Anwar mencoba berulang- ulang
Ingin mendengar lebih banyak lagi
Namun hanya ada keheningan
Tasbih, sajadah, kopiah
Diam seribu bahasa

Hatinya yang kini bicara
Berulang-ulang
Tiada Anwar bisa menyetopnya
Ia tafakur
Hanya mendengar saja:

"Semua agama mengandung cinta
Namun cinta tiada beragama
Semua agama datang dari Tuhan
Namun Tuhan tiada beragama"

Anwar kembali terdiam
Tenggelam dalam samudra keheningan

Kembali diingatnya
"Semua agama dari Tuhan
Tapi Tuhan tiada beragama
Semua agama mengandung cinta
Tapi cinta tiada beragama"

Minggu 28 Febuari 2016


  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Kalo yang ini agak berat Pak, tapi jgn menyamakan Tuhan dengan Hamba. Menurutku, maaf pak... Saya awam Pak. Tapi terima kasih untuk sharenya...