Denny JA: 10 MITOS (dan Lainnya) Soal Homoseks (dan Hetroseks)

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Politik
dipublikasikan 22 Februari 2016
Denny JA: 10 MITOS (dan Lainnya) Soal Homoseks (dan Hetroseks)

  1. Denny JA: 10 Mitos (dan lainnya) tentang Homoseks (dan Hetroseks)

?

1. Pornografi itu harus dilawan bersama. Namun pelaku pornografi itu bisa ?homoseks (LBGT) atau heteroseks

2. Phedophile, sexual harrasment kepala anak-anak (di bawah umur), harus dilawan bersama. Namun pelaku phedophile bisa homoseks atau heteroseks.

3. Homoseks itu bukan penyakit, dan tak bisa menular karena ia bukan virus tapi kelainan gen.

Orang bisa berlagak menjadi homo (tapi hetero) atau menjadi hetero (tapi homo). Namun sikap berpura-pura itu hanya bertahan sementara karena ia akan tersiksa akibat genetiknya tidak di sana.

(Jangan kutip ilmuwan yang tidak mendalami secara profesional bidangnya. Kutiplah sikap asosiasi level international untuk kesehatan atau hasil publikasi jurnal ilmiah level international).

Sejak tahun 2010, sudah tak ada lagi ilmuwan, asosiasi, ?yg menyatakan LGBT itu penyakit dan menular di jurnal ilmiah. Ini terjadi setelah 3 lembaga kredibel membantahnya: asosiasi psikologi amerika, asosiasi psikiater amerika, WHO PBB.

Namun tentu saja di internet pandangan aneka pihak yang menyatakan LGBT penyakit menular sampai hari ini masih ada karena pernyataan di internet itu bisa dibuat siapapun, dengan apapun kepentingannya.

Berbeda ?dengan jurnal ilmiah level internasional, di sana ada peer group para ahli ?menjaga reputasi serta menyeleksi secara ketat kesimpulan yang akan diterbitkan.

4. Homoseks itu hanya varian gen, bukan satu satunya gen. ?Secara statistik, siapapun bahkan superman sekalipun ?tak mungkin mampu membuat semua populasi homo, walaupun memaksakan LGBT dengan menodongkan senjata nuklir kepada orang banyak.

Dengan kebebasan yang penuh, varian homoseks itu selalu hanya minoritas saja. Ia terjadi secara acak paling banyak di 10-15 persen populasi. Heteroseks tetap selalu dominan, walau kebebasan dan kampanye dilakukan oleh homoseks.

Jika homoseks diberikan haknya, tetap saja??seluruh populasi mustahil menjadi homoseks. Dengan diterimanya hak asasi manusia bagi LGBT, ? umat manusia tetap secara keseluruhan berkembang biak, beranak-pianak karena heteroseks secara statistik akan selalu mayoritas.

5) Varian gen yang homoseks juga terjadi di sedikitnya 500 species hewan. Itu juga berlangsung secara random dan acak, tanpa diatur oleh siapapun. Hal yang sama terjadi pada gen manusia: ?random dan acak tanpa diatur oleh siapapun

(ilmu belum menemukan cara mempengaruhi orientasi seksual sejak kelahiran pada hewan atau manusia)

6) Toleransi terhadap LGBT tak berarti kita setuju, apalagi berharap kita atau keluarga kita LGBT. Sebagaimana toleransi kepada agama lain tak juga berarti kita setuju dengan doktrin agama lain.

KIta tetap bisa menjaga keluarga kita agar tetap heteroseks selama mereka gennya hetroseks. Namun dalam waktu yang sama, kita tidak mendiskriminasi mereka yang homoseks.

Selama ini kita sudah melakukannya untuk perbedaan agama. Kita juga meyakini agama lain itu "tak sesuai" dengan agama kita. Tapi toh kita bertoleransi dengan kehadiran agama lain, rumah ibadah dan dakwah mereka di ruang publik.

Kini sikap kita pada agama lain dipindahkan menjadi sikap kita kepada komunitas LGBT.

Ini analognya: Saya tak setuju pendapat tuan. Namun hak tuan menyatakan pendapat itu akan saya bela (Voltaire/Evelyn Beatrice)

7) Di tahun 2015, dari semua negara yang terdaftar di PBB, hanya minoritas saja (54 negara, kurang dari 30 persen) yang sepenuhnya menentang LGBT rights. Di luar itu, mayoritas negara sudah mendukung dan tidak menentang.

Negara yang mendukung hak LGBT juga dulunya menentang!

Tak ada negara yang merdeka sebelum tahun 1970an di dunia yang sejak kelahiran sudah pro LGBT rights.

Pertumbuhan negara, yang berubah sikap dari menentang LGBT rights menjadi TIDAK menentang, terus tumbuh,
dari 0 persen (tak terdaftar resmi) hingga kini di atas 50 persen.

Di tahun 48 ketika PBB berdiri, LGBT belum diisukan. Survei opini publik di era itu di aneka negara Eropa dan Amerika Serikat sebelum tahun 2000an, mayoritas masih anti LGBT.

Kini semua berubah. Kini lebih banyak yang pro LGBT rights.

Apa arti perubahan itu? Tentu ada sebab yang signifikan yang membuat mayoritas negara (dan populasi di negara itu) berubah sikap.

Tentu ada event yg signifikan yang menyebabkan akhirnya LGBT di tahun 2011, 2014 dijadikan hak asasi oleh PBB.

Satu penyebab terpentingnya adalah aneka penemuan ilmiah di bidang neuro science, psikiatri dan psikologi yang menyatakan LGBT adalah bawaan lahir.

Orang itu menjadi LGBT karena bawaan lahirnya, bukan pilihan bebasnya. Mereka tidak meminta menjadi LGBT karena mereka dan orang tua mereka tak bisa merekayasanya (minimal untuk level ilmu pengetahuan saat ini)

8) Apakah Tuhan melarang LGBT? Jawaban atas pertanyaan itu adalah masalah tafsir atas agama.

Mayoritas tafsir agama selama ini anti LGBT. Namun perlahan muncul tafsir agama yang pro LGBT.

Di kalangan Islam, gerakan Islam pro LGBT yang menonjol adalah Muslim Progresive Values. Gerakan ini berkantor di Amerika Serikat. Kini gerakan itu semakin?meluas ke banyak negara.

Mereka mempunyai mesjid, ulama, scholar yang mengintepretasikan Islam pro LGBT.

Islam yang pro LGBT punya tafsir yang berbeda soal kisah nabi Luth. Menurut mereka, azab Tuhan kepada Sodom dan Gomorrah bukan karena praktek homoseksual, tapi karena gabungan tindakan kriminal, adultry dan menyekutukan Tuhan.

Highlight

9)

Siapapun yang melakukan pornografi, kekerasan, perkosaan, diskriminasi, phedofile, kriminal, adalah musuh kita bersama, baik ia homoseks ataupun heteroseks

10)

Jika yang berlainan agama bisa hidup bertoleransi, MAKA yang berlainan paham (pro dan anti LGBT) juga bisa hidup bertoleransi, tanpa diskriminasi di bawah lindungan konstitusi UUD 45, dan resolusi HAM PBB.

  • view 20.4 K