Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 17 Februari 2016   13:02 WIB
PUISI: Anak Tetangga itu LGBT

Anak Tetangga itu LGBT
Denny JA

Di TV, pro dan kontra LGBT
Di radio, pro dan kontra LGBT
Di social media, pro dan kontra LGBT
Dimatikannya semua berita
Rosa ingin mengheningkan diri

Ia lalu terpana
Malam itu gelap gulita
Tapi di angkasa penuh warna pelangi

Dituangkannya kopi ke gelas
Namun kopi mengucur warna pelangi
Digigitnya kue kering
Kue berubah warna pelangi
Dipejamkannya mata
Warna pelangi semakin nyata

"Ah, Rangga anakku seorang,"
ujar Rosa lirih
Siapa yang mencetakkan warna pelangi di hatimu?
Kini aku dikepung warna pelangi"

Setahun sudah Rangga berterus terang
Saat itu usia Rangga 21 tahun
"Ibu," ujar Rangga suatu hari.
"Hanya fisikku yang pria.
Tapi hatiku sepenuhnya wanita
Sudah Kucoba mencintai Marta
Namun aku tergetar justru oleh Jaka"

Dunia Rosa berhenti terasa
Walau ia sudah menduga
Terlalu halus si Rangga
untuk ukuran seorang pria
Ia bukan tak ikhlas menerima
Namun terbayang kerasnya cerca
yang akan tiba?

"Apakah Rangga kuat menerima?
Apakah aku ibunya kuat di dada?"

Bersama suami
Rosa berdiskusi hingga pagi
Sudah didatanginya aneka ahli
"Oh.. Rangga buah hati."

Dibawanya Rangga ke psikiater
Dibawanya Rangga ke psikolog
Dibawanya Rangga ke neuro-scientist
Dibawanya Rangga ke ahli terapi
Dijodohkannya Rangga dengan Marta
"Ya Tuhan,
Rangga tetap gay"

Kata seorang ahli
Rangga tidak memilih
Gen di dalam tubuhnya
Kromosum di dalam tubuhnya
Syaraf di dalam tubuhnya
Hormon di dalam tubuhnya
jalin menjalin bersinerji
Sehingga Gay ia punya orientasi

Rangga bisa berpura-pura
Berpura menyukai wanita
Berpura sebagai lelaki biasa
Namun ia akan tersiksa

Tak puas, Rosa kembali aksi
Dibawanya Rangga ke ahli agama
Dibawanya Rangga ke kiai
Dibawanya Rangga ke akademisi

Ujar yang satu:
hati- hati neraka jahanam menanti!
Ujar yang dua
Segera rehabilitasi!
Ujar yang tiga
Syukuri saja!
Ujar yang empat:
Agama tergantung interpretasi!

Rosa semakin bingung
Kumbang di kepalanya mendengung

Sore itu Rosa datang ke rumahku
Aku tetangga lamanya
Kulihat warna pelangi di mata Rosa
Kulihat warna pelangi di rambutnya
Kulihat warna pelangi di wajahnya

Setelah lama ia curhat
Kukuatkan ia dengan nasehat

"Rosa,
Segala ikhtiar sudah kau coba
Kini kau ikhlaskan saja

Segala diskriminasi
Akan hilang ditelan bumi
Diskriminasi kulit hitam
Diskriminasi wanita
Diskriminasi agama
Menghilang sudah
Diskriminasi LGBT
Akan pula bernasib sama
Ini masalah waktu sahaja

Rosa menangis memelukku
Kulihat air matanya berwarna pelangi
Kuseka air matanya dengan tisu
Kini Tisu berubah warna pelangi

17 Feb 2016

Karya : Denny JA