Yang Menjerit, Yang Kau Lupakan

Yang Menjerit, Yang Kau Lupakan

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 13 Juni 2018
Puisi Esai Mini Ramadhan 2018

Puisi Esai Mini Ramadhan 2018


Renungan 30 Juz Al Quran

Kategori Puisi

7.7 K Wilayah Umum
Yang Menjerit, Yang Kau Lupakan

Sahur ke 28

Yang Menjerit,
Yang kau Lupakan (1)

Denny JA

Tahta lepas sudah
Jatuh Aku dari singgasana
60 tahun berkuasa (2)
Kini tiada daya

Di kamar, Aku sendiri
Sepi, berhari-hari
Perang berkecamuk dalam diri
Pahami apa yang terjadi

Padahal, dibawah perintahku
Ekonomi berjaya (3)
Di bawah kuasaku
Negara tumbuh!
Kurang apa?

Media dan hakim kubeli sudah
Polisi dan centeng sudah menjaga
Berjalan seperti biasa
Seperti yang sudah-sudah

Tapi mengapa kini aku kalah?
Pertama kalinya
Apa yang salah?

(Sepi, sepi sekali
Terdengar hening suara hati
Datuk, coba ingat lagi
Adakah yang kau zalimi?

Terdiam aku, lama sekali
Kuingat seorang wanita (4)
Ia begitu berjasa
Ajari aku soal cinta

Ia begitu pesona
Bantuku segala daya
Ia tahu banyak rahasia
Tapi di ujung,
Ia hianati aku

Oh, Altantuyaa
Maafkan aku
Di hari kau terbunuh
Aku harus pergi
Kau harus kuingkari
Semoga kau mengerti

Tapi,
Inikah cara arwahmu
Balas dendam?
Jatuhkan aku dari singgasana?

(Datuk, coba ingat lagi
Adakah yang kau zalimi?)

Terpana aku lama sekali
Teringat itu amanah
Dana 150 Trilyun rupiah (5)
Membangun negri
Kumpulkan investasi

Ada yang mengalir ke rekeningku,
Rekening pribadiku
Salahkah Aku?
Bukankah itu hal yang lumrah
Tabiat penguasa di semua zaman
Bukanlah yang berbeda
Hanya kecanggihan saja?

Adakah itu amanah yang marah
Jatuhkanku dari singgasana?

(Datuk, coba ingat lagi
Adakah yang kau zalimi?)

Kembali kuterpana
Teringat itu peristiwa
Hakim periksa aku

Para ahli membantuku
Bulak balik barang bukti
Belok sana belok sini
Ujungnya aku tak tekena

Salahkah aku?
Bukankah ini biasa?
Prilaku pemerintah dimana saja?

Hingga suatu hari
Seorang alumni
Sudah tua sekali
93 tahun usia
Ia mengalahkanku

Hingga satu ketika
Seorang narapidana
Sudah rusak reputasi
Ia bangkit lagi
Kalahkan aku

-000-

Darta membaca ini kisah
Kilasan negeri Malaysia
Merenung Darta di Mushola
Datang sebuah hikmah:

Jika kau dapat amanah
Tapi tak lagi peka
Tuli pada suara yang menjerit
Bersiaplah
Waktu akan menjatuhkanmu
dari Singgasana.***

Juni 2018

CATATAN KAKI

1. Puisi esai mini ini turut diinspirasi oleh satu ayat di Juz 28, Q. 58:1- Q.66:12

2. Tahun 2018, sejarah baru terjadi. Pertama kalinya UMNO (Barisan Nasional) kalah pemilu sejak Malaysia merdeka. Najib Razak perdana mentri dari UMNO yang dikalahkan.

http://www.news24xx.com/read/news/6969/The-opposition-coalition-of-Malaysia-won-for-the-first-time-in-60-years


3. Padahal di bawah Najib Razak, ekonomi Malaysia tumbuh spektakuler

https://www.thestar.com.my/news/nation/2018/03/24/najib-ntp-is-a-success-story-achievements-were-beyond-expectations/

4. Skandal seorang wanita yang terbunuh di lingkaran Najib Razak terkuak. Dibalik kisah wanita itu, terjadi kasus penyalah gunaan kekuasaan, fee perdagangan internasional yang dilakukan jaringan Najib Razak.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Murder_of_Shaariibuugiin_Altantuyaa

5. Dana yang terkumpul dalam proyek 1MDB sekitar USD 12 miliar, atau setara dengan 150 Trilyun rupiah.

https://www.bloomberg.com/amp/news/articles/2018-05-24/how-malaysia-s-1mdb-scandal-shook-the-financial-world-quicktake


6. Mereka yang berkuasa yang tidak sejalan dengan prinsip keadilan, mereka akan jatuh, dan mendapat kehinaan.

Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan.

Q.58: 5

  • view 247