Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 12 Juni 2018   13:06 WIB
Kata Membuatku Mati, Kata Membuatku Hidup

Sahur ke 27

Kata membuatku mati,
Kata membuatku hidup (1)

Denny JA

Saat itu
Aku hanya ingin bicara
Bicara saja.

Tak kumengerti
Mereka sampai hati
Melarang anak wanita sekolah (2)
Dengan alasan agama pula

Mereka hancurkan puluhan sekolah
Tak lupa ancam orang tua
Ujar mereka
Anak- anak wanita
Mengaji saja di rumah
Lindungi mereka
Dari Sekolah,
Dari racun dunia

Saat itu
Aku hanya ingin bicara
Bicara saja

15 tahun usiaku
Aku tak ingin hanya di rumah
Aku ingin melanglang dunia
Sekolah adalah jendela

Kutulis dimana mana (3)
Anak anak wanita
Punya hak sekolah
Taliban,
Ini aku Malala
Aku melawanmu!

Saat itu
aku hanya ingin bicara
Bicara saja

Tak kumengerti
Mengapa mereka
Takut buku dan pena?
Mengapa takut pula
Anak anak wanita?

Keluargaku, tetanggaku bicara
Malala, jangan kau alpa
Terlalu berani kau punya kata
Tapi apa iya?
Apa iya mereka tega
Membunuhku, seorang bocah?

Saat itu
Aku hanya ingin bicara
Bicara saja

Ya Allah
Tak kuduga
Mereka memang tega
tembak aku di kepala
Ya Allah
Mereka niat membunuhku
Kata membuatku mati (4)

Berbulan aku dioperasi
Aku bersiap mati
Jika aku hidup kembali
pasti Tuhan memberi misi

Aku tak jadi mati
Itu keajaiban Ilahi
Kurenungkan itu misteri
Kuterima pesanMu

Tak kuduga
Kata kataku kini mendunia
Bukan Nobel perdamaian (5)
Yang buai impian
Bukan Perserikatan bangsa bangsa (6)
Terbangkanku ke angkasa

Tapi itu kata
Hak anak anak untuk sekolah
Hak wanita sama dengan pria
Menjadi gelombang dunia
Dunia yang rendah

Aku hidup kembali
Kubawa itu api
Kusebar itu misi
Kesana dan ke sini

-000-

Terharu Darta
Membaca itu berita
Sore itu di mushola
Direnungkannya kisah Malala
Ia tuai apa yang ia semai (7)

Kata yang ia tulis
pernah membunuhnya
Kata yang ia tulis
Kini melambungkannya ***

Juni 2018

CATATAN KAKI

1. Puisi esai mini ini ikut diinspirasi oleh beberapa ayat Juz 27, Alquran, Q. – 51: 31. – Q. 57:29

2. Taliban yang berkuasa di sebagian Pakistan membuat kebijakan dengan keras melarang anak anak wanita sekolah.

https://amp.washingtontimes.com/news/2009/jan/5/taliban-bans-education-for-girls-in-pakistans-swat/

3. Saat itu usia Malala baru 15 tahun. Ia memberanikan diri melawan Taliban, perjuangkan dirinya dan anak anak wanita lain untuk sekolah. Malala mulai menyatakan perlawanan:

https://www.malala.org/malalas-story

4. Malala ditembak di kepala ketika ia berada di bus sekolah

5. Di tahun 2015, Malala menjadi yang termuda yang memperoleh Nobel Perdamaian. Usianya 17 tahun.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Malala_Yousafzai


6. Malala dihormati dan bicara di aneka forum dunia, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa

7. “... dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

Q:53:39

...Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa....

Al-Mujaddah (58) ayat 9j

Karya : Denny JA