Raksasa Itu Ambruk Jua

Raksasa Itu Ambruk Jua

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 02 Juni 2018
Raksasa Itu Ambruk Jua

Sahur Hari ke Tujuh Belas

 

Raksasa Itu Ambruk  Jua (1)

 

Denny JA

 

Ketika yang berimajinasi

Tak lagi dihormati,

Ketika para pemimpi dikebiri

Itu ujung sebuah negeri

 

Aku masih bocah

Ayahku dipenjara

Berapa kali ibu ajak aku

Katanya Ayah rindu

 

Tahun demi tahun kulalui

Ayah makin tak kukenali

Badannya kurus sekali

Walau mata tetap bernyali

Terkurung di balik terali

 

Bertahun ibu merana

Ayah pun mati di sana

Setelah dewasa

Kumengerti yang sebenarnya

 

Pak Tua itu terus bicara

Ia asal Rusia

Kisahkan pergolakan di sana

Darta mendengar saja

Berdua di beranda

Berbagi hikmah

 

Lanjut pak Tua:

Ayahku hanya bersuara

Kabarkan yang luka

 

Ada ketidak adilan

Dalam sistem pemerintahan

Ada yang merana

Di injak kaki penguasa

 

Di balik megah istana

Banyak kaum papa

Di balik kuat penguasa

Banyak derita

 

Kebebasan dibungkam

Kebohongan dijejalkan

 

Kutahu kemudian

Tak hanya Ayah dipenjara

Banyak yang dibuang

Tak berbilang yang hilang

 

Hingga suatu masa

Tiada lagi yang bersuara

Tapi di bawah sana

Api membara

 

Datanglah itu masa

Tumbang penguasa

Bahkan itu negara

Bubar sudah (2)

Siapa yang duga

Roboh itu raksasa

 

Pagi itu kutemani Ibu

Berdoa di makam Ayah

Lirih ibu bersuara

 

“Sayangku, matimu  tak percuma

Kau jaga sukma

Seperti yang kau percaya

kuasa tak tahan lama

Jika keadilan luka

Raksasa yang membunuhmu

Lenyap sudah dari peta”

 

Sejak Ibu tiada

Aku keliling dunia

Kucoba apa yang bisa

Memberi kesaksian

Sampaikan peringatan

 

Sore itu di Mushola

Setelah selesai berdoa

Darta merenung lama

Diingatnya pesan pak Tua

Tentang pentingnya sebuah negeri

Menghormati para pemimpi (3)***

 

Juni 2018

 

CATATAN KAKI

 

  1. Puisi esai mini ini dialog saya dengan situasi, dan diinspirasi oleh satu prinsip dalam Juz 17, Q. 21:1- Q.22:78

 

  1. Uni Sovyet tak hanya sebuah negara, tapi ia raksasa kekuasaan yang mendominasi separuh dunia saat itu: blok komunisme. Di tahun 1991, raksasa itupun hilang dalam sejarah. Banyak wilayah yang dulu dikuasainya, kini berdiri sendiri sendiri sebagai negara nasional

 

  1. Yang dimaksud para pemimpi di sini adalah mereka yang selalu bersuara pentingnya keadilan, walau sulit dibayangkan bisa tegak di zamannya. Namun mereka terus pelihara mimpi itu, walau harus berhadapan dengan kekuasaan. Mereka terus memberi peringatan.

 

Para pemimpi ini pada dasarnya mengikuti  teladan dari para pemberi peringatan sebelumnya.

 

Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu".

 

Q.22: 49

 

  • view 381