Teroris itu Kakakku

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 26 Mei 2018
Puisi Esai Mini Ramadhan 2018

Puisi Esai Mini Ramadhan 2018


Renungan 30 Juz Al Quran

Kategori Puisi

7.1 K Wilayah Umum
Teroris itu Kakakku

Sahur Hari Kesepuluh

 

Teroris itu Kakakku (1)

 

Dadaku bergetar

Berita itu halilintar

Teroris  sedang diburu

Astaga! Ia kakakku, pelindungku

 

Dibalik tiga kejadian

Bom di gereja, ledakan kantor polisi

Teror di mall

 

Di balik kematian

Belasan warga sipil,

Aparat tingkat rendahan

Bocah tak berdosa

Polisi simpulkan

Santoso sang dalang

Dicari hidup atau mati

 

Dadaku bergetar

Waktu cepat berputar

 

Teringat saat bocah

Aku jatuh di sawah

Luka kaki tergores batu

Mengerang menangis aku

Santoso mengendongku

Sepanjang jalan memapah

 

“Sudah adik sayang

Pindahkan sakitmu ke abang”

 

Tak kulupa saat bocah

Kulaporkan kepada guru

Mencontek teman sebangku

Sepulang sekolah

Teman itu mengajak rombongan

Memukul mengeroyok aku

 

Santoso datang

Lawan semua

Kelahi satu lawan lima

Santoso luka parah

Katanya: tak boleh ada yang zalimi aku

Tak apa abang yang luka

 

Santoso sangat membela

Ia punya sayang

Terasa hingga ke sumsum tulang

“Adik, abang selalu sedia

Sejak Ayah tiada

Abang yang jaga

 

Jarak sepuluh tahun usia

Ia pilih bekerja tak sekolah 

Bantu ibu hidupi keluarga

Sekolahku perlu biaya

 

Bagiku, Santoso tak hanya abang

Ia pelindung

Ia guru

Cahaya hatiku

 

Sepekan sekali

Santoso ajak aku

Ia hibur aku

Ke Gua dekat hutan

Ia sering duduk sembunyi di sana

Katanya, itu rumah yang kedua

 

Entah mengapa,

Lima tahun sudah

Santoso hilang dari rumah

Ia bertukar jiwa

Misteri, penuh rahasia

Katanya ada tugas mulia

 

Santoso tiada lagi kabar

kecuali berita samar

Katanya Ia ke Afganistan

katanya diajak teman

Hingga tiba itu bencana

Polisi ingin Ia punya nyawa

 

Ya Allah

Kuterima ujianmu

Tapi jangan yang ini

 

Cita citaku sejak lama 

Tegak tegap sebagai polisi

Kuingin menjaga negri

 

Tapi bagaimana dengan Santoso?

Sampai hatikah aku?

Menangkap abang sendiri?

kuhianatikah pelindungku?

Menjebak penolongku?

Tegakah aku?

 

Di Mushola, batin bertempur

Remuk rasa tiada  rupa

Dari sore ke pagi

Tiga hari sudah

Aku harus apa?

 

Hingga bergema di hati 

Pesan kitab suci

 

“Berpihaklah pada yang adil

Ikatkan batin pada yang benar

Lampaui ikatan darah

walau harus melawan Ayah,

menentang kakak sekandung .” (2)

Memilih jalan yang lurus (3)

Tak peduli menang atau kalah (4)

 

“Maafkan Aku Santoso

Harus kehentikan aksimu”

 

(Subuh itu, kubawa pasukan

Menyelinap gua rahasia

Tempat Santoso hibur aku era bocah)

 

Santoso tak menyerah

Aku berhadapan mata

Ia tak menembakku

Hanya satu kata ia sebut

“Lakukan tugasmu, Adik”

Tapi Ia menembak rekanku

Ia tembak lagi yang lain

Gugur temanku

 

Maafkan aku abang

kutembak Santoso

Ia terkapar

Aku menangis

Sejadi-jadinya

 

Ya Allah, pesanMu

Telah tunaikah?

 

Mei 2018

 

 

CATATAN KAKI

 

  1. Puisi esai mini ini dialog saya dengan situasi, dan diinspirasi dengan prinsip di JUZ 10 Al-Quran, Q. 8:41- Q.9: 92

 

  1. Ikatan batin individu pada keadilan dan kebenaran haruslah ikatan yang paling kuat. Ikatan itu bahkan harus mengalahkan ikatan batin keluarga sedarah. 

 

Begitu kuatnya ikatan batin individu kepada keadilan dan kebenaran bahkan  kita diharuskan mengambil jarak dengan bapak dan saudara kandung sekalipun jika mereka tak adil dan membawa keburukan.

 

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan bapa-bapa kamu dan saudara-saudara kamu sebagai orang-orang yang didampingi jika mereka memilih kufur dengan meninggalkan iman; dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka orang-orang yang didampingi, maka merekalah orang-orang yang zalim.”

 

Q. 9: 23

 

 

  1. Mereka yang berjuang agar lingkungannya lebih adil, menyentuh sekeliling agar melakukan kebajikan, apalagi dengan mengikhlaskan sumber daya yang mereka punya, adalah manusia unggul. Kualitas para pejuang ini dikiaskan dengan  “lebih tinggi derajatnya di sisi Allah”

 

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

 

Q. 9:20

 

  1. Mereka yang berjuang untuk keadilan dan suarakan kebenaran tak ada jaminan berhasil dalam perjuangannya. Namun pilihan jalan itu sendiri sudah berkah. Jika itu dijalankan dengan hati yang ikhlas dan penuh kesadaran, ini sikap hidup dan mindset yang melahirkan kebahagiaan.

 

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridhaan dan surga. Mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal.

 

Q. 9: 21

 

 

 

 

  • view 312