Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 25 Mei 2018   05:58 WIB
Obor Terus Nyalakan

Sahur Hari Kesembilan

 

Obor Terus Nyalakan (1)

 

Denny JA

 

“Jangan pernah padam, anakku.

Bertahanlah.

Lebih lama lagi.”

 

Aku masih bocah.

Masih kuingat pesan kakek

Kurus badannya

Derita terlalu lama.

Letih Ia punya jiwa

Tapi di bola mata

Api terus menyala.

 

Kakek tatap mata Ayah

Itu kata terakhir

Sebelum tinggalkan yang lahir

“Anakku,

Obor terus nyalakan.”

Ayah menangis

Ibu menangis

Aku ikut menangis

 

Aku masih bocah

Banyak tak kumengerti

Mengapa kami beda sendiri

Mengapa banyak polisi

Sering menginterogasi.

 

Ibu tenangkan hatiku

“Jangan takut anakku

Tuhan berjanji

Akan datang berkah

Jika hati terjaga”

 

Kata ibu, kakek itu pejuang

Ayah juga pejuang

Aku juga harus pejuang

Tapi aku tak mengerti.

 

Setelah itu Ayah masuk penjara

Dan aku tumbuh dewasa

 

Baru aku mengerti

Kakek ingin keadilan

Menentang kezaliman

Ayah terus melawan

 

Sampai kapan ibu?

Tanyaku selalu

Ibu penuh derita

Namun jiwa tabah

 

Aku sempat goyah

Ayah ditawari harta

Juga tahta

Jika menyerah

 

Sampai kapan ibu?

Lagi dan lagi tanyaku.

Kata ibu:

Ingat pesan kakekmu

Obor nyalakan selalu

 

Aku sempat goyah

Walau terus melawan

Yang terkuat dalam barisan

Tetap dipatahkan

Ini kuasa terlalu perkasa

Mengapa tak menyerah?

Ikut kuasa

Menjadi kaya

 

Ibu kembali yakinkan 

“Anakku,

Tak ada kuasa yang perkasa

Jika tak adil Ia

Melawan teruslah

Ingat pesan kakek:

Bertahan lebih lama.”

 

Hingga datang satu masa

Peristiwa tak terduga

Perubahan tiba jua

Jatuh itu penguasa

Ayah keluar penjara

 

Kupeluk Ayahku

Seperti kakek dulu

Kurus itu tubuh

Derita Ia tahan selalu

Namun di mata ayah

Seperi di mata Kakek

Obor terus menyala

 

Kakek wafat 20 tahun lalu

Ayah bebas setahun lalu

Aku semakin dewasa

Semakin mengerti hukum dunia

 

Ya Allah

Seperti janjiMu

Selalu ada mereka yang tegak

Katakan tidak pada yang zalim (2) (3)

Selalu hadir para pemimpin (4)

Tahan menjaga hati (5)(6) (7)

 

Aku duduk di mushola

Negara sudah berubah

Kembali terngiang itu kata

“Obor terus nyalakan!”

 

Mei 2018

 

CATATAN KAKI

 

 

  1. Puisi esai mini ini diinspirasi oleh dialog saya dengan Juz 9, Q.7:88 - Q.8: 40

 

  1. Manusia sebagai keseluruhan sudah terbentuk sedemikian rupa. Bervariasi bakat, kepentingan, karakter dalam masyarakat itu untuk terus tumbuh. Ketika datang ritme negatif, yaitu ketika masyarakat alami kemunduran, tetap nyalakan harapan. Dalam masyarakat  itu sendiri akan lahir individu atau kelompok yang membangkitkannya kembali. Ini sudah menjadi sunnatullah.

 

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.

 

Q. 7: 181

 

  1. Baik dan buruk merupakan unsur tetap setiap peradaban. Mereka yang merusak tak akan pula bertahan selamanya. Segera muncul perlawanan dalam masyarakat. Sekuat apapun kejahatan, yang dikiaskan dengan “mendustakan ayat ayat kebenaran,” ada waktunya ia dikalahkan.

 

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

 

Q 7: 182

 

  1. Setiap kaum dan bangsa akan memiliki pemimpin yang menyelamatkannya. Walau awalnya, sang pemimpin itu ditolak mayoritas, sejauh sang pemimpin menyerukan kebaikan, hukum sosial dalam masyarakat akan bekerja, membuat masyarakat itu mencapai keseimbangan baru.

 

(Kami tidaklah mengutus seseorang nabi pun kepada sesuatu negeri) kemudian penduduknya mendustakannya. Kami akan timpakan persoalan dan  siksa sehinga mereka mau merendahkan diri untuk  beriman.

 

Q.7: 94

 

 

  1. Hukum sosial dalam masyarakat sudah tersusun sedemikian rupa. Kebaikan akan mendatangkan kebaikan. Keburukan juga mendatangkan keburukan namun itu tak akan berlangsung selamanya.

 

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi. Tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Kami akan turunkan siksaan.

 

Q.7: 96

 

  1. Dalam merespon kebaikan dan keburukan, jangan kita salah mengambil posisi. Pada akhirnya berkah hanya datang pada mereka yang memilih jalan kebajikan.

 

Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, mengerjakan kebajikan, menghindari keburukan. Maka orang-orang yang melakukan kebajikan, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

 

Q. 7: 15

 

  1. Hal yang lumrah pula, dalam masyarakat terjadi keberagaman. Tak hanya beragam dari sisi identitas sosial. Mereka juga beragam dari sisi karakter dan pilihan jalan baik dan buruk. 

 

Melalui waktu, hukum sosial akan bekerja, lewat kenikmatan dan siksa, lewat berkah dan bencana, kebajikan akan kembali menang.

 

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan. Ada orang-orang yang saleh. Ada pula yang tidak saleh. Dan Kami uji  mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

 

Q. 7: 168

 

 

 

 

Karya : Denny JA