Kampungku Sayang, Kampungku Malang

Kampungku Sayang, Kampungku Malang

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 23 Mei 2018
Puisi Esai Mini Ramadhan 2018

Puisi Esai Mini Ramadhan 2018


Renungan 30 Juz Al Quran

Kategori Puisi

7.8 K Wilayah Umum
Kampungku Sayang, Kampungku Malang

Sahur Hari Ketujuh

 

Kampungku Sayang,

Kampungku Celaka

 

Denny JA

 

Dua puluh tahun berlalu

Darta kembali ke kampung halaman

Rindu keriangan masa remaja

Hangat kasih sayang para warga

 

“Oh kampungku

Aku kembali

Tempat ku dilahirkan

Tempat kali pertama

Kukenal persahabatan.”

 

Depot kopi masih seperti dulu

Ramai bercakap para pengunjung

Namun kini mereka berkelompok

Seolah ada dinding tinggi

Di sini kita

Di situ mereka

 

Pantai masih seindah dulu

Ramai pengunjung bersapa

Tapi canda tak lepas

Tawa tak buncah

Ada kelompok kita

Ada kelompok mereka

Terasa aura membatasi

Permusuhan tersembunyi

 

Darta mencari grup sepuluh

Mereka selalu bersama

Oh, dua puluh tahun sudah

Kumpul  di beranda mesjid

Berlari di halaman gereja

Dimana mereka kini?

 

Terdengar kabar

Grup sepuluh pecah sudah

Sahabat tak lagi tegur sapa

Sebagian kelompok kita

Sebagian kelompok mereka

 

Darta kumpulkan mereka

Sia sia

Bersepuluh duduk satu meja

Tapi jiwa saling tolak

Bercakap seperti biasa

Tapi kaku

Mata saling curiga

 

Di antara mereka 

ada yang rusak gereja

Ada yang serang mesjid

 

Ada apa kampungku?

Darta terpana cari tahu

Bertambah kios dan Mall

Tapi kemana perginya keakraban?

Mengapa hilang kehangatan?

 

Terkumpul cerita

Sejak sepuluh tahun lalu

Banyak senior pulang  rantau

Tak sedikit pula para  pendatang

Beri ceramah agama 

Pelatihan politik 

Tumbuhkan pemimpin

 

Dartapun datang ke sana

Mendengar ceramah

Ikut pelatihan politik

Berjumpa para pemimpin

 

Senja itu Darta duduk di Mushola

Renungkan segala

Menyelami belukar hingga ke akar

 

Itu awal perkara

Agama memang mencerahkan.

Tapi di tangan yang kurang pengetahuan, ia justru memecah (2)

 

Politik memang suci

Tapi jika salah visi,  ia justru membelah (3)

 

Pemimpin memang menyatukan.

Tapi jika kurang keikhlasan,  Ia justru bahaya (4)

 

Cerdik pandai memang menumbuhkan

Tapi jika tiada cinta,  Ia justru buta (5)

 

 

Kampungku sayang

Kampungku malang

Semakin ramai barang-barang

Semakin hilang persahabatan

Tawar, tak berjiwa (6)

 

Darta memang kembali ke sana.

Tapi  kampung halaman,

sudah tiada.***

 

Mei 2018

 

CATATAN KAKI

 

 

  1. Puisi esai mini ini dialog saya dengan Juz 7 Al Quran, Q.5: 82- Q.6: 110

 

  1. Dalam setiap masyarakat, peran seorang pemimpin formal (dalam pemerintahan) ataupun informal (di luar pemerintahan) sangat penting. Pengaruhnya ikut membentuk bulat dan lonjong masyarakat.

 

Sangatlah celaka sebuah bangsa jika bangsa itu dipimpin dan diarahkan oleh ia yang tak memiliki pengetahuan yang cukup, atau kompetensi yang memadai. Lalu dengan pengaruhnya, ia memberi arah yang salah, yang justru membawa masyarakat menjadi buruk. 

 

Dalam bahasa metaforik, karena tidak kompeten, ia “mengharamkan apa yang halal, dan menghalalkan apa yang haram.” Apalagi memaksakan visinya yany salah itu dengan kekerasan

 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

 

Q.5: 87

 

  1. Akan celaka pula sebuah bangsa, jika pemimpin itu secara sadar ataupun tidak memberikan masyarakat sebuah orientasi yang salah, yang dikiaskan “menyembah tuhan- tuhan kecil,” yang bukan jalan kebenaran. Orientasi yang salah itu dikiaskan dengan kompetitor Allah sebagai pelindung.

 

Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi.

 

Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik".

 

Q. 6: 14

 

  1. Akan celaka pula satu bangsa yang mengkultuskan pemimpinnya, seolah dewa yang tak bisa salah, dan mensejajarkannya seperti rasul Tuhan. Apalagi jika pemimpin bukan jenis ia yang memberikan pencerahan atau “kabar gembira.”

 

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

 

Q.6:48

 

  1. Lebih celaka lagi sebuah bangsa jika pemimpinnya tahu apa yang benar, lalu memanipulasinya untuk kepentingan lain.

 

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

 

Q. 6: 49

 

  1. Perubahan bisa dikerjakan jika ada individu yang mampu dan  berani menyatakan apa yang benar. Ia tak  takut pada kekuasaan manusia sehebat apapun sistem kekuasannya. Itu sangat terbantu, jika individu meyakini, di atas kekuasaan manusia yang paling berkuasa sekalipun, hadir yang maha kuasa, yang adil dan maha mengetahui.

 

Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

 

Q. 6: 18

 

 

 

  • view 29