Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 18 Mei 2018   05:06 WIB
Tuhan Tuhan Kecil

Sahur Hari Kedua

Tuhan- Tuhan Kecil (1)

Denny JA

 

Didakinya itu harta

Dijadikannya berhala

Setelah di puncak sana,

Aha! Tiada mutiara

 

Diselaminya itu kuasa

Ia sembah bagai berhala

Setelah sentuh dasar samudera

Astaga, tiada mutiara

 

Ia haus kesenangan

Kesini dan kesanai

Setelah mencoba segala

Alamak! Tiada mutiara (2)

 

Kini ia cari guru

Dari tugu ke tugu

Sampailah ia ke puncak ilmu

Kecewa! Tiada mutiara (3)

 

 

Harimau dalam diri

terus mengaum nyeri

Lapar mencari mangsa

Mencakar menyilet sukma

Luka terus menganga

 

Kini Darta berhenti mencari

Masuk ke dalam diri

Tak lagi dihiraukannya berhala

Dikuburnya Tuhan Tuhan kecil

Luka mengganggu tak lagi (4)

Derita, ia teguk nikmati

 

Justru ketika behenti mencari

Syukuri apa yang ada (5)

Ya Allah, ditemukannya itu mutiara

Tak dimana- mana***

 

Sahur hari kedua

Mei 2018

 

Catatan Kaki

 

  1. Ini puisi esai mini, dialog saya dengan Juz 2 Al Quran, Al- Baqarah [2.142-252] 
  1. Banyak yang memilih menghamba kepada selain Allah. Di dunia modern, orientasi yang berlebih kepada harta, kuasa, ideologi, negara, kesenangan membuat semua itu seperti tuhan-tuhan kecil. 

Tapi bagi yang beriman,  mereka tak menghamba kepada tuhan- tuhan kecil itu.  Lebih kuat cinta mereka kepada kebenaran, kepada Allah. ”[Qur’an, 2.165]

  1. Telah dilahirkan para guru suci, membawa kabar, perspektif dan pencerahan. Satu guru membawa ajaran berbeda dengan guru lainnya. 

Puncak dari mereka adalah para rasul yang membawa kita suci, yang juga membawa kabar tentang hal yang belum diketahui zamannya. [Qur'an, 2.151]

  1. Ibarat lempeng besi, ia ditempa palu, dibakar api, agar halus menjadi piala. Hal yang sama pada batin manusia. Setiap individu diberi luka. Ia akan pula diuji dengan  rasa takut dan lapar, derita,  kehilangan harta benda, dan sumber penghasilan. (Qur’an, 2.155]

Tapi  mereka yang sabar, menjadikan kesulitan sebagai vitamin memperkuat batin, dan terus mendekat kepada Allah

  1. Atas apapun yang datang, bahagia atau derita, kembangkan rasa bersyukur. Kadang derita mengajar kita lebih banyak. Kadang karunia Tuhan diberikan setelah datang dulu ujian derita.

Rasa bersyukur itu mendekatkan diri pada kebahagiaan, dan pada Allah, Tuhan semesta alam. ”[Qur’an, 2.185]

 

 

 

Karya : Denny JA