Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 17 Mei 2018   06:23 WIB
Aku Kembali padaMu

Sahur Pertama
Aku Kembali padaMu (1)
Denny JA
Mereka yang awam,
melihat langit sebagai langit.
Mereka yang mencari,
melihat langit tak seperti langit.
Mereka yang menemukan,
melihat langit kembali sebagai langit.

Terdiam si Darta.
Jauh sudah ia berkelana.
Telah ia selami kedalaman makna
Telah pula dilezatkan siksa derita.
Kini ia kembali ke titik mula.

Ya Allah
Telah Kuhirup nikmat harta.
Telah kuselami samudra ilmu.
Belum jua sebatas dada
Jiwa masih menganga

Batinku meminta lebih.
Adakah makna lebih dalam?
Adakah puncak lebih tinggi?
Inikah segala? (2)

Semua tawar belaka
Segala menjadi biasa
Harimau di ulu hati mengaum
Lapar batin.

Darta terus berkela
Ke selatan dan utara
Ke delapan penjuru angin
Dibawanya itu luka
Harimau mencakar dari dalam
Masa datang demi masa
Tiada makna
Musim berganti musim
Sia sia
Dicarinya sini dan sana
Hanya tiada

Kini lima puluh tahun usia
Dirasakannya cahaya
Hatinya bergetar
Terdengar suara
“Bacalah atas nama batinmu
Bacalah lewat kalbu”

Darta kembali baca itu doa
Itu doa pertama, di ajar Ayah
Ketika lima tahun usia
Berdua duduk di beranda

Ya Allah
“Tunjukkan kami jalan yang lurus.
Jalan yang KAU ridhoi.
Bukan jalan yang KAU murkai” (3).

Setiap hari ia baca itu doa
Dipinta Ayah
Dipinta Ibu
Dipinta nenek
Dipinta kakek
Dipinta guru mengaji
Dipinta sekolah

Sampai satu masa
Darta berontak
Ia berteriak dalam sunyi
TIDAAAAKKKKK!!!
Cukup sudah

Ketika Darta tumbuh dewasa.
Ilmu menjadi kaca mata
Ia lacak realita di balik doa
Ia pelajari sejarah.
Ia selami filsafat, sastra,
Ia tekuni ilmu mumpuni

Aha!
Bukan Tuhan ciptakan manusia.
Manusia ciptakan Tuhan!
Ia robek itu doa
Ia lupakan mainan kanak kanak.

Tapi ini Darta yang menua
Kembali ia ke pangkal cerita
Doa lama diulang dibaca
Bukan lagi perintah Ayah
Tapi murni suara sukma

Darta kembali ke titik mula
Ia ingin takwa (4)
Ia ingin teguh (5)

ya Allah
Aku si anak hilang
kembali padaMu***

Sahur Hari Pertama
Mei 2018

Catatan Kaki
Puisi Esai Mini ini refleksi dari dialog saya dengan Juz 1 Quran, Al Fatiha 1-Al Baqarah 141
Kebutuhan manusia terbesar mendapatkan makna, apa tujuan tertinggi dari hidup? Begitu banyak jalan dan kemungkinan. Apa yang tadinya kita anggap baik dapat berujung buruk. Apa yang tadinya kita anggap buruk; dapat datangkan kebaikan.
Kenikmatan satu masa setelah dijalani kembali menjadi tawar. Jiwa meronta meminta yang lain, yang lebih, yang beda.
Karena itu kita berseru untuk dapatkan bimbingan (hidayah) dari kekuatan gaib yang tak sepenuhnya kita ketahui. Itu dinyatakan dalam Surat al-Fatihah: "Tunjukkan Kami Jalan Lurus." [Qur’an, 1.5]
Jalan Lurus itu jalan menuju Allah - suasana hidup penuh damai dan kasih sayang, kedekatan, cinta, dan kenikmatan yang diberkahi. Dan itu jalan yang menjauh dari keburukan serta kegelisahan hati.
Jalan lurus itu keindahan spiritual, keindahan tertinggi setelah keindahan mata dan keindahan renungan
Takwa (mindfulness) itu buah sikap hidup yang diajarkan Al Qur'an. Ia kitab yang dikatakan di dalamnya tak ada lagi keraguan.
“Alif Lam Mim. Itu adalah Kitab, dimana tidak diragukan lagi. Itu adalah pedoman bagi mereka yang bersungguh-sungguh”[Qur’an, 2.1-5]
Takwa (mindfulness) itu pengendalian batin yang memungkinkan seseorang menghindari keburukan dan menyebar kebaikan. Ia suasana hati (mindset), yang terpantul dalam karakter dan prilaku individu.
Banyak manusia di dunia. Namun Quran membedakan mereka dalam tiga karakter

[i] Mereka yang percaya dan penuh perhatian, tulus serta teguh pada apa yang benar
[ii] Mereka yang menolak kebenaran; dan
[iii] Mereka yang munafik: lain
kata lain perbuatan. Lain di bibir, lain di hati.

Al Qur'an memanggil mereka untuk menjadi manusia yang percaya dan berpegang teguh pada apa yang benar.
“Adapun orang-orang yang menolak pada apa yang benar, sama saja bagi mereka, apakah kamu memperingatkan atau tidak. Mereka tetap tidak percaya.
Telah tertutup hati, pendengaran dan mata mereka. Bagi mereka, menanti siksaan dan kegelisahan.
Beberapa dari mereka, ada yang berkata, 'Kami percaya pada Tuhan dan hari akhir. Tetapi mereka bukan orang yang benar benar percaya.! [Qur’an, 2.6-8]
Beruntunglah mereka yang teguh setelah ragu

Karya : Denny JA