Berkaryalah Kamu Walau Langit Runtuh: Polisi Sastra Jilid 2

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 17 Januari 2018
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

131.8 K Tidak Diketahui
Berkaryalah Kamu Walau Langit Runtuh: Polisi Sastra Jilid 2

Berkaryalah Kamu,
Walau Langit Runtuh

(Polisi Sastra Jilid 2)

Denny JA

Di hari pertama,
Ketika kata tercipta,
Lahirlah mantra.
Berkaryalah kamu walau langit akan runtuh.

Para nabi mendapat wahyu
Tersusun kata dalam kitab suci.
Zaman lama terganggu.
Mereka disalib,
Mereka dikejar,
Mereka dizalimi.
Langit runtuh.

Tapi para Nabi terus berkarya.
Dari kata lahir peradaban.

Para ilmuwan dapat ilham.
Tersusun kata dalam makalah.
Pejabat agama terganggu.
Ada yang dihukum mati.
Ada yang dikucilkan.
Langit runtuh.

Tapi para ilmuwan terus berkarya.
Dari kata lahir kemajuan.

Para pemimpin mendapat inspirasi.
Tersusun kata dalam gerakan.
Penguasa tiran marah.
Mereka dipenjara.
Ada yang digantung.
Langit runtuh.

Tapi para pemimpin terus berkarya.
Dari kata lahir keadilan.

Demikian Darta berkisah.
Putra, sang pemuda mendengar.
Mereka berdua saja di pendapa.
Ditemani langit biru.

Putra mengadu.
Ia hanya ingin berkarya.
Tapi polisi sastra mengancam.
Ada api di mulut itu polisi
Padahal tak ada krimimal dibuat
Ia diancam karena tak ikut kelompok.

Ujar polisi sastra:
Satra itu bla bla bla,
Di luar itu, murtad.
Motiv menulis itu bla bla bla,
Di luar itu haram.

Putra bertanya pada polisi sastra.
Dari manakah datang aturan itu?

Polisi sastra menjawab penuh arif:
“Aku dapat wahyu.
Tuhan bicara langsung padaku soal sastra.
Kebenaran di pihakku.
Jika kau beda,
Halal darahmu.

Jika inginkan surga,
Ikut aku.
Di luar aku, hanya ada neraka.

Oh guru, ujar Darta.
Tak lupa polisi sastra mengancam.
Piala akan dibatalkan.
Medali akan dicabut.
Aku akan dipermalukan.
Oh, langitku runtuh.

Apa yang harus kulakukan guru?
Tanya Putra lugu.
Darta memeluk.

Kembali terulang.
Itu kalimat pertama,
Ketika kata diciptakan.
“Berkaryalah kamu,
Walau langit runtuh.”

Sisanya adalah pilihanmu,
Keberanianmu,
Keikhlasanmu,
dan nasibmu.****

Jan 2018

  • view 230