Ia Bermimpi Menjadi Polisi Sastra

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 16 Januari 2018
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

128.9 K Tidak Diketahui
Ia Bermimpi Menjadi Polisi Sastra

Ia Bermimpi Menjadi Polisi Sastra

Denny JA

Bara namanya
Entah mengapa sejak kecil ia suka api.
Ia senang keriuhan.
Dunia yang sepi buat gelisah.

Suatu ketika
Desa senyap saja
Tak tahan ia ini sepi
Harus ada api

Kebetulan datang si Togog
Kabarnya membawa sesuatu yang baru
untuk dunia puisi.

Aha!
Wahai api,
Datang juga kau padaku.
Begitu bersemangat Bara.
Kembali ia punya kesempatan
Ciptakan api

Ia pun bermimpi menjadi polisi sastra
Kepada khalayak ia berseru:

“Sastra itu dunia kita
Aku dapat wahyu menjaga kemurnian.
Sastra adalah bla bla bla,
Yang tidak bla bla bla, bakar!
Nyalakan api.”

“Motiv berkarya hanya boleh jika bla bla bla.
Jika ada motiv lain, bakar!
Nyakan api.”

Tapi si Togog sudah datang.
Pengaruhnya mulai terasa.
Celaka banyak yang murtad pula.
Dunia harus dimurnikan.
Para pendosa harus diselamatkan.

Barapun menjadi ekstrem:

“Oiiiiiii....musnahkan si Togog
Ia sungguh berambisi
Dunia akan celaka
Singsingkan lengan baju.
Bersama kita derap melawan.”

“Musnahkan!
Serang!!!
Terjang!!!!
(Kawan kawan Bara yang segelintir itu
Ikut bersorak.
Asyik! Ada peran baru:
Asisten polisi sastra.
Sungguh tugas mulia:
Memurnikan sastra.

Bara pun sibuk bekerja
Buat petisi
Susun ini dan itu
Menjadi polisi sastra sungguh asyik
Ada rasa punya kuasa
Oh, nikmatnya

Ia teringat pemikir di bumi sana:
“Saya ada karena saya berpikir.”
Ujar Bara:
“Saya ada karena saya polisi sastra.”
Saya ada karena saya katakan Tidak pada si Togog!

Suatu ketika Bara pergi ke kota
Dilihatnya samudra begitu luas
Dilihatnya cakrawala membentang.
Orang orang tak mendengarnya.
Bahkan itu sepasang kekasih tak mengenalnya.

Ia katakan misi suci
“Oiiiiiiii..
Saya telah datang.
Saya akan selamatkan dunia
Saya polisi sastra”

Orang orang senyum saja.
Gadis itu berbisik pada kekasih.
Apakah orang ini sedang bermimpi?
Ia kira sastra itu mobil mobilan yang bisa dimilikinya pribadi?
Lalu sebagai bocah merengek karena mobil mobilannya diambil bocah lain?

Sang kekasih hanya tersenyum.
Ujarnya, maklum saja.
Ini era menghilangkan makna.
Ia kira sastra seperti ruko,
Yang bisa dimiliki pribadi.

“Hihhihihihi
Sepasang kekasih tertawa.
Ujar sang gadis:
hihihihihi
Ia merasa kapolri untuk dunia sastra.
Siapa ya yang melantiknya?”
Kekasih ikut tertawa geli:
Hihihihihi, ini era banyak orang mimpi.

Bara marah
Dikejarnya sepasang kekasih
Ia bawa itu api

Jan 2018

 

  • view 301