Pertemuan Para Aktivis

Pertemuan Para Aktivis

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 09 Januari 2018
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

133.3 K Tidak Diketahui
Pertemuan Para Aktivis

Pertemuan Para Aktivis
(Untuk Hariman Siregar)

Denny JA

Ruang itu gegap gempita
Puluhan aktivis berjumpa
Pekik dan Yel menyala
Tumbangkan rezim!
Revolusi!


Tepuk tangan sambung menyambung
Namun Guntur, sang aktivis senior,
Justru terdiam.
Ia merasa hening di tengah gegap gempita.
Bisakah aku kembali pimpin gelora?
Ini anak muda singa yang lapar.
Butuh heboh politik.
Rindukan perubahan nasib.

Ia dengar namanya disebut berkali- kali.
Ayo bung!
Mana apimu.
Kulihat lilinmu,
Tapi redup cahayamu.
Tak mampu terangi gelap.
Ayo bung, nyalakan lagi api.
Kami di belakangmu.

Guntur kembali terdiam.
Ia bertanya pada hati.
Mampukah aku nyalakan api?
kembali?

Di tahun 08 dan 28,
Api menyala
di tahun 45 dan 66
Api berkobar
di tahun 74 dan 98,
Api benderang.
Para aktivis berderap maju.
Zaman bergerak

Tapi kini dunia berubah.
20 tahun sudah aktivis tidur panjang.
Guntur terdiam:
Api apa yang kupunya?
Zaman menggilas para aktivis.

Tanpa gagasan besar,
Kau tak bertenaga.
Tanpa dana besar,
Kau terkunci.
Tanpa media besar,
Kau tak bunyi.

Kembali para aktivis memanggil namanya.
Ayo bung!
Pimpin kami.
Nyalakan api.

Terdiam Guntur.
Ia paksakan diri bergelora
Senangkan teman teman muda.
Tapi hening itu menyelinap jua.
Apa daya?
Api tak lagi menyala.
Dunia sudah berubah.

Namun dalam hening.
Datang kembali itu cahaya.
Tiba tiba,
Ia rindukan Soekarno Muda,
Ia impikan Che Guvara.
Ia inginkan Nelson Mandela.

Semangat lagi Guntur.
Ia temukan diri.
Kehidupan harus dijaga.
Keadilan harus dirawat.
Aktivis harus lahir kembali.
Dengan sisa tenaga,
Guntur ikut dalam yel:
Tumbangkan rezim!
Revolusi!

Ruangan heboh
Pekik bercampur sorak
Guntur kembali terdiam.
Tak bisa dibohongi.
Zaman memang berubah.
Walau api ia nyalakan,
Cahaya tak sekuat dulu.

Jan 2018

 

 

 

  • view 625