Palestina Setelah Donald Trump

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 11 Desember 2017
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

134.7 K Tidak Diketahui
Palestina Setelah Donald Trump

Palestina Setelah DONALD TRUMP
Denny JA

Di hadapan makam itu,
Seorang ibu memeluk pemuda.
Mengalir air mata ibu.
Hati teriris sembilu,
bersuara dalam bisu.
“Akankah aku kehilanganmu juga,
anakku.
Tinggal kau tersisa.”

Ibu menatap banyak makam.
Anak sulung di makam sebelah kanan.
Suami di makam sebelah kiri.
Ayah di makam sebelah sana.
Kakek di makam sebelah sini.
Semua terbunuh.

Diciumnya makam suami.
Ya, Allah sungguh ku tak kuat.
Sudah kuberi semua.
Kami hanya ingin merdeka.

Itu makam
Hanya ingin katakan Tidak kepada penjajah.
sejak dulu kala.

Itu makan hanya ingin bebaskan tanah leluhur.
Kami hanya ingin merdeka.

Oh Palestina,
Kini tinggal satu anakku.
Harus kujalankan wasiat Ayahnya.
Berjuang membebaskanmu.
walau hilang nyawa.

Ibu peluk sang anak, lagi dan lagi.
satu yang tersisa.
Air mata deras mengalir
Menjadi samudera.
Tanah, batu, pohon, angin,
Ikut menangis.
Langit turunkan gerimis.

-000-

Sementara di ujung sana,
Dari ketinggian singasana,
penguasa berambut pirang
sendirian asyik masyuk di ruang.

Baginya, Palestina bola dunia.
Ia senang bermain.
Disundul- sundulnya bola dunia ke udara.
Bola turun, dilambungkannya dengan bahu.
Bola turun, dilambungkannya dengan telapak.
Badannya meliuk ke kanan,
meliuk ke kiri.
Oh asyiknya.

Tak ia peduli,
satu sundulan itu
Guncangkan Palestina.
Sekian nyawa terbunuh.
Ibu kehilangan suami.
Anak kehilangan ayah.
Suami kehilangan istri

Celaka,
bumi menangis,
tapi tak berdaya

-000-

Di seluruh kota
Luas itu berita
Jerusalem sepenuhnya untuk penjajah.
Penguasa berambut pirang
ingin membuat sejarah.
Melawan dunia.

Bagi ibu,
itu tak hanya berita.
Itu hanya tanda.
Ia akan kehilangan kembali putra,
satu yang tersisa.

Ia siapkan senjata
Sesuai pesan suami,
Sesuai pesan Ayah,
sesuai pesan kakek,
Sesuai pesan leluhur.
Keadilan harus tegak.
Makna di atas mati!

Desember 2017

  • view 612