House of Cards (6-Habis): Wanita di balik Lelaki Berbahaya

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Renungan
dipublikasikan 06 November 2017
House of Cards (6-Habis): Wanita di balik Lelaki Berbahaya



Review 65 Seri House of Cards (6-habis)

Wanita di balik Lelaki yang Berbahaya
(Denny JA)

Di balik setiap lelaki yang sukses, berdiri wanita pendamping yang berani mendukungnya ketika ia benar dan menegurnya ketika ia salah. Di balik lelaki yang berkuasa dan berbahaya tapi sukses, berdiri wanita yang berdarah dingin, yang pada waktunya ingin pula berkuasa.

Ini yang mungkin paling tepat menggambarkan Claire Underwood, the first lady, yang kemudian menjadi wakil presiden dari suaminya sendiri sang presiden. Kemudian, ia meningkat lagi menjadi presiden wanita pertama Amerika Serikat.

Bahkan suaminya yang lihai tak menyangka perkembangan Claire. Frank selaku presiden membuat rencana yang masuk akal untuk mengundurkan diri sebagai presiden. Istrinya yang saat itu sebagai wakil presiden, berdasarkan konstitusi Amerika Serikat otomatis menjadi presiden.

Frank merasa akan tetap berkuasa karena selama ini ia yang menyetir istrinya. Justru dengan menjadi rakyat biasa, kekuasan Frank lebih leluasa. Ia tak dikontrol oleh kekuatan lain karena tak ada jabatan resmi yang disandang. Tapi Frank akan tetap berkuasa karena mengendalikan presiden, istrinya sendiri, anak didiknya, yang selama ini berada di bawah bayang bayangnya.

Itu maunya Frank. Tapi ketika sang Istri, Claire, menjadi presiden, tak ia duga, Frank justru dicampakkan. Ia diminta tidak tinggal di White House. Kesepakatan agar ia dimaafkan secara resmi oleh presiden karena skandal yg melibatkannya, tak dilakukan oleh Claire. Bahkan telefon dari Frank pertama kali tak diangkat oleh Claire.

Kini Claire bukan lagi wakil presiden atau first lady. Ia berada di puncak kekuasaan selaku presiden. Sambil mematikan telp yang berdering dari suaminya, dingin saja Claire berkata: It is my turn!!! Kini saya yang pegang kendali.

-000-

Inilah season kelima House of Cards, season terakhir yang sudah ditayangkan. Season selanjutnya tertunda akibat tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kevin Spacey yang berperan sebagai Frank (Francis Underwood).

Season ini juga terdiri dari 13 episode yang ditayangkan Neflix tahun 2017. Satu episode 50-55 menit. Sekitar 12-13 jam waktu saya habiskan tenggelam di dalam drama kekuasaan season 5 ini.

Begitu intens saya menontonnya sehingga lupa waktu. Ketika selesai episode 13 saya saksikan, tak terasa hari sudah subuh.

Di akhir episode, Frank terpana. Tak ia duga istri yang selalu dipromosikannya tega mengkhianatinya. Sebagai orang yang sangat berkuasa, ia dilemparkan ke luar gedung putih. Bahkan dalam siaran televisi, enteng saja Claire mengucapkan ini pemerintahan yang baru. Pemerintahan ini terlepas sama sekali dari skandal pemerintahan sebelumnya: pemerintahan Francis Underwood.

Betapa Claire sudah berubah. Claire yang dikenal Frank, yang ia lamar sebagai istri, adalah “anak papa.” Ia gadis anak orang kaya yang senang seni, dan hati yang halus. Tergambar pula dalam 65 episode serial ini, lelaki yang bisa menyentuh Claire umumnya juga lelaki berdarah seni tinggi: ahli fotography atau novelis.

Ketika Claire memilih menjadi aktivis, ia juga berkecimpungan dengan kegiatan yang tinggi nilai moralnya: aktivis lingkungan hidup.

Namun melalui waktu ia belajar tentang kerasnya politik. Dalam politik praktis, mudah saja kawan menjadi lawan atau lawan menjadi kawan.

Awalnya Claire sangat risih hidup dalam suasana itu. Politik praktis seolah permainan video games yang harus dimainkan dengan kalkulasi rasional yang dingin, tanpa hati.

Satu peristiwa sangat memukulnya ketika ia menjadi duta besar Amerika untuk PBB. Saat itu ia ditugaskan presiden untuk melobi pemimpin Rusia, membebaskan warga Amerika yang dipenjara karena aktivitasnya selaku seorang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Itu kegiatan yang dilarang di Rusia dan masuk kategori kriminal.

Aktivis itu segera dibebaskan sejauh ia membuat pernyataan yang mengecam ideologi LGBT. Claire membujuk agar si terpidana itu melakukan saja apa yang diminta dan itu lebih untuk publik Rusia. Sang aktivis menolak karena baginya ini panggilan hidup. Untuk life calling, ia rela menukar dengan nyawa.

Ketika aktivis itu meminta Claire pulang saja, Claire menolak untuk keluar dari penjara tanpa membawa pulang sang aktivis. Karena kondisi tubuh yang masih lemah dan lelah, Claire diminta aktivis itu untuk berbaring saja. Ia minta Claire istirahat sejenak membiarkannya berpikir.

Claire bebaring dalam posisi tiduran di ruang penjara itu. Tak terasa, Claire benar benar tertidur. Ketika pintu penjara diketuk, Claire terbangun. Kaget ia luar biasa. Sang aktivis sudah menggantung diri dengan syal milik Claire. Ia merasa bersalah karena Syal miliknya memudahkan sang aktivis gantung diri.

Ketika acara konferensi pers, Claire diminta suaminya yang juga presiden dan presiden Rusia membacakan pernyataan netral. Namun panggilan hatinya berkecamuk. Ia secara terbuka membela hak aktivis itu untuk menjadi LGBT. Bahkan secara terus terang ia menyerang hukum Rusia yang bertentangan dengan prinsip Hak Asasi Manusia.

Suaminya marah. Presiden Rusia marah. Ujung dari kasus ini, Clairepun diminta mundur dari Duta Besar PBB. Melalui waktu, Claire memenuhi permintaan itu. Iapun mundur.

-000-

Lama Claire merenung atas sikap dan kebijakan Presiden Amerika yang juga suaminya. Sementara Frank terus saja menceramahi Claire bagaimana kerja politik yang harus dipisahkan dari sentimen pribadi.

Yang Frank tak sadari, “anak papa” ini belajar dengan cepat dan menyusun rencananya sendiri. Kemarahannya yang sudah berakumulasi terhadap Frank disimpannya rapih. Ia buat Frank nyaman mempromosikan dirinya menuju puncak kekuasaan.

Ketika tiba di puncak, Claire menampilkan diri yang sebenarnya. Frank, suami, mentor, mantan atasannya, mudah saja Claire tinggalkan dan khianati. Dengan ekspresi yang singkat dan dingin, Claire berkata kepada audience, penonton: It is my turn!!

Lama saya merenung sehabis menonton serial ini. Praktis saat itu saya belum tidur karena hari sudah subuh. Selama 13 jam terserap pikiran dan diri saya tenggelam dalam serial drama suami istri ini.

Kekuasaan telah mengubah karakter Claire. Kini ia bukan lagi hanya anak papa yang mendampingi lelaki sangat berkuasa yang berbahaya. Ia tumbuh pula menjadi wanita sangat berkuasa.

Bahkan mungkin Claire lebih berbahaya. Claire bisa mempraktekkan kekerasan dengan bahasa yang lebih sopan dan manis.

Suatu ketika Abraham Lincoln berkata. Jika anda ingin melihat karakter manusia yang sebenarnya, berikan ia kekuasaan. Kita tahu, ketika Claire berkuasa, ia bukan “gadis anak papa,” tapi wanita berdarah dingin. Mungkin juga ia lebih berbahaya dibanding suaminya sendiri.***

(Selesai)

November 2017



  • view 114