House of Cards (5): Berbagi Kekuasaan, dan juga Berbagi Cinta

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Renungan
dipublikasikan 05 November 2017
House of Cards (5):  Berbagi Kekuasaan, dan juga Berbagi Cinta



Review 65 Seri House of Cards (5)

Berbagi Kekuasaan, dan juga
Berbagi Cinta

(Denny JA)

Tak terhindari aku menciptakan musuh. Agar aku tak dikalahkan, aku harus mengalahkan. Kadang mungkin aku kejam. Kadang mungkin aku salah. Tapi inilah jalan menuju kekuasaan. Apakah aku orang baik atau jahat? Itu tergantung perspektif, tergantung bagaimana kau melihatnya.

Kalimat itu diucapkan Frank, yang saat itu menjadi presiden Amerika Serikat, untuk meyakinkan sang Istri. Tak Frank duga, justru dalam posisi setinggi ini, hubungan dengan istrinya berada dalam krisis. Claire sang istri yang banyak bermain hati, mulai gerah. Banyak langkah Frank yang dinilainya tak bisa lagi ia terima. Itu tindakan yang terlalu tega.

Sementara pemilu presiden segera berlangsung. Dalam aneka survei, Frank jauh tertinggal dari saingannya Conway asal Partai Republik.

Conway sangat dikenal sebagai family man. Hubungan Conway, suami- istri dan anak dikenal hangat. Itu sangat berbeda dengan hubungan suami-istri Frank dan Claire. Ancaman cerai dari Claire membuat Frank akan semakin jauh tertinggal. Bahkan mungkin akan kalah dalam pemilu presiden.

Pada titik ini, Frank melakukan langkah tak biasa. Ia tak hanya bersedia membagi kekuasaan dengan istrinya. Bahkan ia harus pula bersedia membagi cinta. Ia biarkan sang istri memiliki kekasih, sejauh sang Istri tetap tinggal d White House dan menyandang sebutan istri: first lady.

Season ke 4 House of Cards ini tergolong yang paling dinamik. Sama seperti season sebelumnya. Ia terdiri dari 13 episode @ 50-55 menit. Total 12-13 jam waktu saya habiskan, ikut berdebar, tegang bersama aneka kejutan dalam drama kekuasaan dan cinta

-000-

Dalam season ini, politik Amerika Serikat heboh. Frank tertembak. Ajudannya yang sangat setia pasang badan dan mati. Frank luka parah. Kemungkinan hidupnya juga tak pasti karena peluru merusak organ penting.

Penembaknya Carlos baru saja keluar penjara. Ia kekasih jurnalis yang juga menjadi kekasih Frank. Carlos punya firasat walau tak bisa ia buktikan, Frank yang membunuh kekasihnya. Dan Frank pula yang menjebaknya masuk penjara.

Sebelum menembak Frank, Carlos meninggalkan pesan. Ia menembak Frank karena Frank membunuh kekasihnya, dan juga calon gubernur.

Seketika berita itu meluas dibahas di aneka TV. Wakil presiden sementara menjalankan fungsi presiden (acting president). Selama ini wapres memang diberlakukan Frank semata sebagai ban serep. Ia tak siap.

Tanpa lewat prosedur formal, acting president ini banyak meminta bantuan Claire. Praktis selama Frank di Rumah Sakit, Claire tumbuh menjadi pemimpin, menganalisa, melobi, merumuskan keputusan.

Pemimpin Rusia juga kaget dengan kemajuan Claire. Dulu Claire dianggapnya amatiran. Kini pemimpin Rusia itu terkesan karena bisa diyakinkan dan dipaksa Claire bernegosiasi.

Kesepakatan berhasil dibuat. Publik mengetahui itu sebagai prestasi menteri luar negeri (Secretary of State). Namun lingkaran dalam istana, mencatat itu sebagai prestasi pribadi Claire.

Ketika Frank pulih dan kembali bertugas sebagai presiden, Claire sudah punya reputasi. Ini memudahkan Frank untuk membagi kekuasaan dengan istrinya. Berdua merancang jalan: Claire menjadi calon wakil presiden.

Untuk pertama kali dalam sejarah Amerika Serikat, pasangan capres dan cawapres suami istri. Untuk banyak kasus, bahkan memang Claire kini lebih popular dibanding Frank.

Yang lebih luar biasa adalah sikap Frank ketika ia tahu istrinya jatuh cinta pada pria lain. Kebetulan pria itu seorang novelis yang juga penulis pidato presiden.

Suatu malam Frank malah membujuk istrinya. Tak apa sang novelis itu tinggal dan menginap di istana, ujar Frank lembut kepada istrinya. Mungkin aku tak bisa memberi yang sekarang kau perlu. Biarlah itu diberikan oleh yang lain.

Claire terpana. Frank pun berucap. Ingatlah, sepanjang hidupmu tak akan pernah lagi kau jumpai lelaki yang begitu mencintaimu, seperti aku mencintaimu.

Frank tidur di kamar terpisah. Sang istri, the First Lady bersama kekasihnya tidur di kamar lainnya.

Aneka manuver yang dibuat Frank berbuah hasil. Ia terpilih kembali. Tak sia sia, ia membagi kekuasaan, bahkan membagi cinta dengan pria lain.

-000-

Selesai menonton season 4 ini, lama saya merenung. Pribadi macam apa yang mampu tak hanya membagi kekuasaan, tapi membagi cinta. Namun hasilnya memang efektif.

Penjelasannya diberikan sendiri oleh Frank. Mindset dan habit pribadi itu haruslah apa yang ia lukiskan dengan: Attached to Nothing! Buatlah dirimu lepas dari semua ikatan.

Para sufi dan spiritualis melepaskan semua ikatan agar semakin hanya tersambung dengan yang Maha: Tuhan alam semesta. Dalam kasus Frank, yang menjadi Tuhannya adalah Road to Power***

Nov 2017

  • view 313