House of Cards (4): Selalu Ada Kejutan dalam Kekuasaan dan Cinta

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Renungan
dipublikasikan 05 November 2017
House of Cards (4): Selalu  Ada Kejutan dalam Kekuasaan dan Cinta



Review 65 Seri House of Cards (4)

Selalu Ada Kejutan dalam Kekuasaan,
Juga dalam Cinta

(Denny JA)

Kadang aku tak tahu pasti apakah tindakanku benar atau salah. Tak setiap saat aku mudah membedakannya. Tapi sebagai pemimpin aku harus mengambil keputusan. Tak boleh aku ragu dan lambat (indesicive).

Demikian Frank di tengah malam itu sebagai presiden curhat kepada istri. Dilihatnya ke belakang, begitu banyak kejutan yang terjadi, dalam kekuasan, juga dalam cinta.

Secerdas apapun ia, sehebat apapun jaringan dibuatnya, realitas jauh lebih kompleks. Selalu ada surprising, yang membuatnya tak hanya gagal tapi kadang dalam posisi bahaya.

Yang paling tak Frank duga, rumah tangganya sendiri retak. Istri yang ia kira sudah sepenuhnya satu rasa satu persepsi, berbalik akan meninggalkannya.

Season ke 3 House of Cards ini kembali tersusun dalam 13 episode @ 50-55 menit. Diperlukan waktu 12-13 jam untuk hidup bersama tokoh dalam drama itu, membuka mata dan hati, mendengar detak jantung setiap peristiwa.

-000-

Semakin tinggi burung terbang, semakin ia masuk wilayah yang lebih sepi. Juga Frank yang kini menjadi presiden. Yang ia temui selalu penasehat ahli, sekutu atau lawan politik. Bukan sahabat. Kadang ia rindu untuk bercanda dan tampil apa adanya selaku pribadi.

Tercecer di belakangnya, aneka peristiwa yang membawa sukses ataupun kegagalan, pujian ataupun permusuhan. Sesiap apapun Frank, tetap saja ia tak berhenti terkejut dengan situasi yang tak ia duga.

Kekasih selingkuhannya, yang juga seorang jurnalis, tadinya banyak membantu. Claire istrinya mengetahui perselingkuhanya dan membiarkannya selama tak mengganggu rumah tangga. Hal yang sama, Frank juga membiarkan istrinya berselingkuh selama hanya untuk selingan, dan tak mengganggu target politik.

Namun bagi Frank, sang kekasih tahu terlalu banyak rahasia. Tak sepenuhnya pula bisa ia kontrol, dan kini cenderung berambisi membongkar kematian seorang gubernur yang diduga melibatkan Frank. Sang kekasih berubah menjadi ancaman utama.

Doug Stamper operator kepercayaannya ditemukan hampir mati luka parah di sebuah tempat sepi. Setelah recovery, tapi belum sepenuhnya sehat, Doug ingin kembali bekerja. Tapi Frank meminta Doug istirahat saja di rumah sampai sepenuhnya sehat.

Ketika ia merasa sehat, peran yang diberikan Frank hanya remeh temeh belaka. Bagi Doug, Frank mulai meremehkan kemampuannya. Ia merasa ditinggal oleh Frank.

Dougpun menyusun rencana. Kini Frank mendengar Doug yang tahu banyak rahasia, berbalik membantu lawan politiknya.

Puncak terkejutnya Frank memburuknya hubungan dengan istri. Claire ingin peran yang lebih besar di ruang publik, sejak Frank menjadi presiden. Hanya dengan pengalaman pernah memimpin LSM yang kecil soal lingkungan, Claire dikuatirkan Frank menjadi titik lemah pemerintahannya.

Namun Frank mengikuti kehendak Claire menjadi duta besar PBB. Mulailah Claire bertugas antara lain negosiasi dengan pemimpin Rusia yang cerdas, manipulatif dan berpengalaman.

Banyak kesalahan yang dibuat Claire. Tapi Claire selalu mengikuti suara nuraninya ketimbang garis kebijakan Frank selaku presiden. Frank mulai terganggu.

Keluarlah ucapan itu, keras dari Frank kepada Claire: sungguh aku menyesal mendukungmu menjadi Dubes PBB. Clairepun membalas lebih ketus: sungguh aku menyesal memilihmu sebagai suami. Clairepun bersiap pergi meninggalkan istana.

Frank terkejut.

-000-

Beda seorang juara dan amatiran adalah sikap mereka merespon surprising event itu: paska terkejut.

Frank selaku juara, sebagaimana banyak para juara lain, bertindak seperti bermain catur. Seperti catur, kadang buah harus melangkah mundur agar langkah berikutnya lebih mematikan.

Realitas memang penuh kejutan. Namun bagi Frank, sebagaimana para juara lain, tak berhenti meresponnya juga dengan mengejutkan lawan, bahkan mengejutkan istrinya sendiri.

Nov 2017

  • view 279