House of Cards (3: Cinta Terselip di Pinggir Kekuasaan

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Renungan
dipublikasikan 04 November 2017
House of Cards (3: Cinta Terselip di Pinggir Kekuasaan



Review 65 Seri House of Cards (3)

Cinta yang Terselip di Pinggir Kekuasaan
(Denny JA)

Jika kebahagiaan yang kau cari, katakan saja tidak padaku. Tak bisa kuberikan itu. Yang bisa kujanjikan hanyalah hidup yang tak membosankan.

Itulah yang diucapkan Francis Underwood ketika sebagai pemuda kere melamar Claire yang datang dari keluarga kaya. Kini Frank (panggilan Francis) sudah menjadi wakil presiden Amerika Serikat.

Janji itu Frank tepati bahkan diberikannya lebih. Frank bukan saja memberikan Clair dinamika hidup yang tak membosankan. Namun juga petualangan yang banyak bahaya.

Apa daya yang Frank bawa Road to Power, petualangan menuju kekuasaan: menjadi Presiden Amerika Serikat. Jalan itu terjal, kadang harus berkhianat, berbohong, bahkan menyingkirkan sekutu, dan astaga: membunuh.

-000-

Season ke 2 House of Cards, berisi 13 episode @ 50-55 menit. Saya habiskan waktu 12-13 jam untuk timbul dan tenggelam bersama para tokoh dalam drama kekuasaan.

Season ke 2 dimulai dengan posisi Frank sebagai wakil presiden. Season ini berakhir dengan Frank menjadi presiden AS, dengan memaksa sang presiden mengundurkan diri.

Sebelum Frank menyingkirkan Sang Presiden, ia singkirkan dulu pengusaha besar sekutu presiden. Ia bongkar pula dana kampanye ilegal yang datang dari sang sekutu.

Ketika dilantik Frank berkata: awalnya saya hanya merindukan dilantik sebagai Menteri Luar Negeri. Presiden menghianati saya. Kini ia mendapatkan balasan setimpal.

Namun Frank ada di pusat kekuasaan. Di pinggir kekuasaan, operator politiknya yang sangat loyal, Dough Stamper harus merapihkan dan membereskan aneka korban yang disingkirkan.

Seorang pelacur, Rachael sempat disewa menjebak calon gubernur yang harus dilenyapkan oleh Frank. Ketika calon gubernur itu mati, Rachael dicari oleh aparat dan wartawan.

Dough yang mengambil peran itu. Ia sembunyikan, ia biayai Rachael yang pada waktunya harus pula ia lenyapkan.

Semakin Rachael dikenalnya, semakin nampak Rachael yang sebenarnya. Ia berhati lembut. Kadang ia bersenandung membuat Dough rileks, lepas dari hiruk pikuk politik.

Cinta bergetar di hati Dough. Tak berdaya ia jika harus juga melenyapkan sang pelacur. Berhari-hari ia intai Rachael dari jauh. Ia simpan cintanya diam diam bahkan tak diketahui oleh Rachel. Begitu unik cinta Dough ini hingga hampir merengut nyawanya sendiri.

-000-

Dalam acara Elen deGeneres, Obama sempat pula berkomentar mengenai serial House of Cards ini. Ujarnya, kehidupan di White House yang sebenarnya lebih membosankan dibandingkan drama dalam serial House of Cards.

Dalam drama 13 episode season 2,!memang tergambar hidup Frank Underwood yang sangat tidak membosankan. Ia mengubah musuh menjadi teman. Atau sekutu berbalik menjadi musuh.

Di balik adu strategi dan berebut pengaruh, cinta bersemi di sana dan di sini. Ternyata cinta itu yang membuat hidup tak membosankan.

Itulah cinta unik yang tumbuh di hati Frank terhadap istrinya. Ujar Frank tentang istrinya: I love her more than Shark to Blood. Aku menyintainya lebih daripada ikan hiu mencintai darah. Ia niatkan pada waktunya sang Istri yang harus menggantinya menjadi presiden.

Juga cinta yang tak biasa dari Claire kepada Frank suaminya. Ia ikhlaskan aneka selingkuh kecil sang suami sebagai bunga bunga merilekskan hidup politik yang keras.

Ataupun cinta yang terselip dalam hidup korban politiknya. ***

November 2017

  • view 186