Anda Pro atau Kontra Gay dan Lesbian?

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Sejarah
dipublikasikan 09 Februari 2016
Anda Pro atau Kontra Gay dan Lesbian?

Anda Pro atau Kontra Gay/ Lesbian?
Denny JA

Setelah perang budaya antara pro dan kontra perbudakan kulit hitam di abad 19 dan 20, setelah perang budaya pro dan kontra keberagaman agama sejak abad pertengahan hingga abad 21, setelah perang budaya pro dan kontra emansipasi wanita di abad 20, maka abad 21 ini akan diwarnai perang budaya pro dan kontra Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender(LGBT).

Sejarah menunjukkan yang akhirnya memenangkan pertarungan budaya adalah gerakan yang memuliakan manusia, yang membuat manusia itu dinilai berdasarkan prilakunya, bukan identitas sosialnya (ras, gender, agama, dll)

Yang memenangkan perang budaya adalah prinsip hak asasi manusia. Peradaban terus tumbuh. Mereka yang melawan laju peradaban, yang melawan persamaan manusia, perlahan tergilas oleh waktu.

Perlahan kita menerima persamaan hak sosial dan hukum bagi kulit hitam, wanita, dan aneka agama. Padahal dulu banyak yang bersedia mengorbankan nyawa untuk berperang melawannya.

Konflik besar selanjutnya (cultural wars) adalah memang soal pro-kontra Gay dan Lesbian (LGBT).

Bagi yang pro LGBT, ini faktanya:

1) Tiga lembaga kesehatan sangat kredibel yang melakukan riset intensif menyimpulkan LGBT itu bukan mental disorder, bukan penyakit, tapi sekedar varian orientasi seksual orang-orang yang sehat belaka.

Ketiganya adalah Asosiasi Psikiater Amerika? (tahun 1970an), diikuti Asosiasi Psikologi Amerika dan Lembaga Kesehatan Dunia PBB (WHO)

2) Tahun 2014, melalui voting, Persatuan Bangsa Bangsa membuat resolusi bahwa LGBT itu adalah bagian sentral dari hak asasi manusia. Ia adalah pilihan individu dan identitas sosial yang punya hak hidup, dan tak boleh didiskriminasi, sebagaimana agama, suku, ras, gender

3) Umumnya penentang LGBT menggunakan alasan agama. Namun kini sudah muncul interpretasi progresif dari banyak agama yang ikut mendukung LGBT. Untuk dunia muslim, misalnya Gerakan Muslim Progresive values. Ini pertarungan interpretasi terhadap agama.

Apakah anda pro atau kontra lesbian, renungkanlah perjalanan sejarah. Bahwa segala bentuk diskriminasi atas manusia perlahan akan digilas oleh majunya peradaban, yang semakin bersandar pada kemajuan ilmu pengetahuan dan prinsip hak asasi manusia.

Inilah fakta! Perjalanan sejarah adalah perjalanan memuliakan manusia, menerima persamaan manusia walau berbeda warna kulit, berbeda jenis kelamin, dan berbeda agama. Kini persamaan hak hukum dan sosial atas perbedaan itu (ras, agama, gender) hanya tak diterima di kalangan segelintir orang saja.

Akan ditambah lagi, kita juga akan menerima persamaan manusia secara hukum dan sosial walau berbeda orientasi seksual saja (LGBT). Ada dari kita yang cepat menerimanya. Ada yang menerimanya sangat lambat.

Amerika dan Eropa bergerak lebih cepat. Di tahun 50an, bahkan dunia barat anti LGBT. Menerapkan hukuman keras bagi mereka.

Namun kini mayoritas dunia barat menerima LGBT. Bahkan dunia melalui PBB menerima LGBT. Presiden Obama bahkan dikenang sebagai presiden dunia pertama yang secara resmi dan terbuka mendukung LGBT.

Bagaimana dengan anda?


  • Gajah Susanto
    Gajah Susanto
    1 tahun yang lalu.
    Memiliki rasa empati ada yg harus mengalami sendiri dan ada juga yang melalui pengalaman dan mengamati org lain. Sebagian besar komentar kurang memiliki rasa empati. Mungkin kalian baru bisa memiliki rasa empati bila ada anggota keluaraga kalian yg jadi gay, apakah itu anak, saudara atau keturunan kalian. Disitulah kalian baru bisa merasakan saat org org yg sangat kalian sayangi diperlakukan tidak adil oleh org lain, dibully, dimaki, dicaci, dihujat, dilaknat, di dosa dosain dan segala macam keburukan yg dituduhkan. Hanya org org tertentu yg bisa memiliki rasa empati tanpa harus mengalaminya sendiri. Salut buat bung Denny yg tanpa henti berjuang bagi kesetaraan manusia tanpa diskriminasi. I always support you...

  • Gajah Susanto
    Gajah Susanto
    1 tahun yang lalu.
    Memiliki rasa empati ada yg harus mengalami sendiri, ada juga yg melalui pengalaman

  • Eve Lynn
    Eve Lynn
    1 tahun yang lalu.
    Betul nih Pak faktanya memang begitu... repotnya mereka jd semena2 berbuat ga wajar dimana2, padahal yg (belum iklas) mengiyakan kondisi mereka saja eneg liat pasangan normal bersikap ga masuk akal, apalg mereka... Mengenai ini, sy kontra Pak. Tapi tidak mungkin jg semerta-merta menatap nyinyir menolak keberadaan mereka. Mungkin konteks memuliakan manusia yg seharusnya diterapkan adalah mengenai keberadaan mereka yg tidak bisa kita tolak di bumi, namun tidak juga membenarkan scr masif krn ini perilaku yg bisa saja menjadi contoh krg baik bagi generasi berikutnya.

  • ahmad baiquni
    ahmad baiquni
    1 tahun yang lalu.
    saya setuju tidak ada diskriminasi bagi pelaku LGBT untuk tidak di Bully dan untuk dilindungi..

  • Sofyan Ahmad
    Sofyan Ahmad
    1 tahun yang lalu.
    Halo Pak Denny JA. Lama tak baca tulisan bapak ternyata sekarang sedang aktif di inspirasi.co ya pak. Mungkin satu tanggapan saya tentang tulisan bapak. "Kebenaran tidak harus di pertanyakan!" Dan saya tahu benar bahwa bapak dan semua orang di sini mengetahui kalau tuhan menciptakan Adam dan Hawa. Mungkin satu pertanyaan yang ingin saya ajuka pak. "Kenapa bapak bertanya tentang hal ini?" Mohon komentarnya