Adikku di Ruang Publik

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 28 September 2017
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

110.5 K Tidak Diketahui
Adikku di Ruang Publik

Adikku di Ruang Publik
Denny JA

Semalam aku jumpa Rosa, adikku sayang.
Ia dulu berapi-api, perjuangkan hak asasi. Lima tahun ia di gelanggang,
Bertarung mengubah hati.
Bermimpi pada waktunya ini negeri berubah.

Tapi malam itu kulihat Rosa yang beda.
Di bening matanya, kulihat merpati yang luka.
Wahai bunga mawar itu masih tumbuh,
tapi layu.
Ada apa adikku?

Ia pun bercerita.
Percuma itu buku yang kubaca.
Tiada guna itu persahabatan
Ujarnya, aku dicingcang oleh teman seperjuangan.
Pemimpin yang kudamba ternyata berwajah belang.
Dan orang orang hanya mencari nafkah,
tak peduli perjuangan.

Kubesar hati Rosa adikku.
Ujarku, kau perlu istirah, dik.
Lakukan napak tilas sejarah, agar kau terima seikhlasnya hukum dunia.

Kupeluk ia. Dikeningnya kubacakan : Abrakadabra!

Kamipun terbang melintas waktu.
Sampai di Timur Tengah, di abad Nol masehi. Ramai orang berkerumun memandang tiang salib.

Bersama kami saksikan seorang suci.
Penguasa menyalibnya.
Rakyat banyak malah bersorak.
Ia bahkan dihianati muridnya sendiri.

Kami sampai di Amerika Serikat.
Itu tahun enam puluhan.
Pidato tokoh kulit hitam itu sungguh menginspirasi, perjuangkan persamaan hak.
Tapi di bilik kamar itu, terdengar suara desah wanita.
Tokoh itu selingkuh.

Bersama pula kami memandang,
Pahlawanpun berwarna warni.
Bahkan ada noda pada dia yang berjasa.

Kami juga sampai di abad yang jauh.
Nabi Musa membawa banyak pengikutnya eksodus, mencari tanah yang dijanjikan.
Astaga, baru ribuan tahun mereka dapatkan negara merdeka.

Kamipun kembali ke masa kini.
Adikku tersentak oleh pengalaman batin.
Ia menatapku, butuh penguatan.

Ujarku,
Dik, baguslah dirimu sudah memilih berjuang.
Ini ruang publik, medan perang.
Namun tak cukup kau bawa cita cita.
Bekali pula dirimu dengan cinta.

Cinta pada realita,
Bahkan orang sucipun dicerca.
Bahkan pahlawanpun ada noda
Dan cita cita kadang gaib,
baru terlaksana ribuan tahun lamanya.
Ikhlaslah kau terima.

Cinta membuatmu memaafkan,
bahkan ketika kau ditikam oleh sahabatmu sendiri.

September 2017

  • view 36