Pesan Ibu Guru

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 10 September 2017
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

107 K Tidak Diketahui
Pesan Ibu Guru

Pesan Ibu Guru
Denny JA

Hari itu
Ibu guru mengajarkan yang tak biasa
"Anak anak hari ini kalian bebas.
Pilih satu hobi yang paling kalian suka.
Lalu ceritakan pengalamanmu.
Apa yang kalian pilih?"

Tuti menjawab: menyanyi.
Ari tunjuk tangan: main bola.
Maria berseru: pergi ke Mall.
30 anak anak girang menjawab.

(Anak anak bersorak ceria
Balon balon berterbangan di matanya
Rusa dan kijang berlari lari
Di hati mereka yang belum berdosa)

Hari itu
Ibu guru mengajarkan yang tak biasa.
"Anak-anak hari ini kalian bebas.
Pilih satu kegiatan menolong orang lain.
Berikan apa yang kalian bisa.
Lalu ceritakan pengalamanmu.
Apa yang kalian pilih?"

Ani menjawab:
Aku akan menjenguk nenekku yang sakit.
Kan kubawakan apel kesukaannya.

Tatang tunjuk tangan:
Temanku tak lagi sekolah.
Ayahnya tak punya uang.
Kan ku minta Ayahku membantu.

Titi berseru:
Aku akan ke rumah yatim piatu.
Kan kusumbangkan sebagian tabunganku.

(Anak anak membuat rencana.
Mawar dan melati mekar di hati mereka.
Harum minyak wangi menyebar
dari niat menolong sesama.)

Hari itu
Ibu guru mengajarkan yang tak biasa.
"Baiklah anak anak.
Sekarang kalian ceritakan pengalaman.
Bandingkan apa bedanya.
Bermain dengan hobimu.
Dan menolong orang lain."

Kelaspun ramai dan ceria.
Semua berebut cerita.
Semua akhirnya menyimpulkan.

"Coba Ani," kata ibu guru,
Bacakan kesimpulannya:

Ani berdiri:
"Bermain itu sangat menyenangkan
Kami banyak tertawa.
Menolong orang lain
Tak hanya menyenangkan
Tapi juga mengharukan.

Kami tersentuh.
Nenek yang sedih lalu tertawa dan memeluk ketika dibawakan apel.
Teman yang tak bisa sekolah melompat girang karena bisa sekolah lagi.
Anak anak yatim piatu tersenyum karena ada yang peduli.

(Anak anak terbuka mata.
Pesan dari surga tumbuh di hati
Di dada mereka
Bersinar warna pelangi)

Hari itu
Ibu guru mengajarkan yang tak biasa.
Tentang pentingnya berbagi.
Pentingnya memberi.
Dimulai sejak anak anak

"Dengarkan dan renungkan, anak- anak,"
Ujar ibu guru:
Matahari sudah adil
Ia berikan cahaya untuk semua
Langit sudah adil
Ia kirimkan udara untuk semua

Jika masih ada anak anak yang kelaparan,
Jika masih ada anak anak yang disiksa,
Manusia yang belum adil."

(Hati anak anak berubah menjadi taman
Pesan guru menjadi benihnya.
Benih tumbuh menjadi akar.
Jika dirawat,
niat baik menjadi kebun bunga di hati anak-anak)

Sementara televisi terus memberitakan:
Ribuan anak anak kelaparan dan
disiksa, di Rohingya, di Afrika, di Suriah, dan bumi Tuhan lainnya.

September 2017

 

 

 

  • view 342