Kisah Gadis Cilik Soal Tujuh Keajaiban Dunia

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 07 September 2017
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

107.7 K Tidak Diketahui
Kisah Gadis Cilik Soal Tujuh Keajaiban Dunia

Kisah gadis cilik
Soal Tujuh Keajaiban dunia
Denny JA

Gadis cilik itu menutup kertas tugasnya
dengan tangannya yang mungil.
Sementara teman sekelas menyerahkan
kertas tugas masing masing pada  guru.
Tugas hari itu, mereka membuat daftar
tujuh keajaiban dunia.
Satu murid satu jawaban.
Yang penting: berikan alasan selengkap mungkin, ujar Guru.

Gadis cilik itu tetap menutup kertas tugasnya dengan tangannya yang mungil.
Sementara guru menyalin di papan tulis
jawaban teman sekelasnya.
Ujar guru, "kita tuliskan semua jawaban.
Nanti semua memilihnya kembali.
Pilih cukup tujuh keajaiban dunia saja.
Piramid
Taj Mahal
Borobudur
Big Ben
Dan sebagainya sejumlah 19.
Padahal jumlah murid di kelas 20.

Gadis cilik itu masih menutup kertas tugasnya dengan tangannya yang mungil.
Guru mulai sadar.
Gadis cilik itu satu satunya yang belum menyerahkan jawaban.
Ayo Sinta, serahkan kertas tugasmu.
Sapa guru memanggil gadis cilik itu.

Tapi gadis cilik itu semakin menutup kertas tugasnya dengan tangannya yang mungil.
Penuh kasih sayang guru menghampirinya.
Sudah dituliskah jawabanmu? Tanya guru.
Sudah dari tadi guru, jawab Sinta.
Apakah sama dengan jawaban temanmu?
Ia tersenyum malu: beda sendiri, ujarnya.

Gadis cilik itu masih menutup kertas tugasnya dengan tangannya yang mungil.
Tak apa beda, kata guru.
Kau boleh jawab: Monas, atau Patung Liberti, atau apa saja.
Yang penting: berikan alasan.

Gadis cilik itu masih malu.
Guru terus membujuknya menyerahkan kertas tugasnya.
Ayo Sinta, berdiri kamu bacakan jawabanmu.

Gadis cilik itu malu malu akhirnya membacakan jawabannya.
"Saya sudah pernah ke Monas,
Ke Borobudur, ke Taj Mahal, ke Piramid,
ke Big Ben.
Semuanya memang indah
Tapi tidak seindah..
lalu Sinta terdiam..
Guru menatapnya penuh kasih
Juga teman sekelas menunggu.
"Ayo Sinta, lanjutkan.

Sintapun melanjutkan.
Tapi tak ada yang seindah rasa sayang ibu padaku.
Ibu mendongengkan cerita ketika aku tidur.
Ibu menemani makan pagiku.
Ibu kini sudah bersama Tuhan di surga.
Seringkali aku berdoa,
Aku meneteskan air mata.
Sangat ajaib, walau ibu tidak di rumah
tapi aku masih merasa cintanya.
Sedangkan bangunan lain tak pernah membuat aku meneteskan air mata.

Guru terdiam.
Teman teman sekelasnya juga terdiam.
Gadis cilik itu kini juga diam.
Tapi mata gadis cilik itu tidak diam.
Menggelantung air mata di ujungnya.

Demikianlah sepenggal kisah tentang gadis cilik soal tujuh keajaiban dunia.

Sept 2017

 (diinspirasi oleh sebuah video)

  • view 524