Para Pembajak Agama

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 03 September 2017
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

107.3 K Tidak Diketahui
Para Pembajak Agama

Para Pembajak Agama
Denny JA

Ya Tuhan
Mereka kutip kebajikan
Tangan kanan pegang kitab suci
Tapi tangan kiri mereka membunuh

Ya Tuhan
Mereka agungkan kebenaran
Lidah fasih sebarkan ajaran kasih
Tapi mata mereka penuh angkara

Dengarlah ia punya mantera
Oh begitu teduh dan cerah
Tapi, iiiiiiiihh lihatlah taring giginya
Siap melahap siapa yang beda

Lama terdiam Rosa
Dimatikannya itu handphone
Tak sepenuhnya ia mengerti
Siapa sebenarnya penguasa hati?

Ia baru membaca berita
Penganut Budha menganiaya massal di Rohingya
Penganut Kristen membunuh massif di Afrika Tengah
Penganut Islam ledakkan bom bunuh diri di Indonesia
Penganut Hindu tebarkan teror di India
Penganut Yahudi menganiaya puluhan tahun di Palestina

Apa yang salah dengan mereka?
Doa melembutkan hatiku
Tapi mengapa doa yang sama
menjadi alasan mereka membunuh?

Agama mengajariku cinta
Tapi mengapa agama yang sama
Membuat mereka penuh amarah?

(Rosa bertanya pada Darta
Guru yang mengerti ilmu hidup
Dartapun berfalsafah)

Ketika agama lahir dari rahim kehidupan
Lahir pula pembajaknya
Ketika cinta mekar di kebun hati
Mekar pula para penunggangnya

Roh jahat punya seribu wajah
Ia lihai menyelinap mengelabui hati manusia

Kenalilah para pembajak agama
Ular di hati mereka
Oh begitu ganasnya
Setiap pagi mereka juga berdoa
Tapi doa itu mereka tipu
Mereka sebut nama Tuhan
Sambil membunuh

Kristen, Islam dan Budha
HIndu, Yahudi atau agama apa saja
Itu adalah bunga
Tapi para pembajak agama
Menyembunyikan bedil di dalam bunga

(Rosa terdiam lama
Darta terus berkhotbah)

Di Rohingya
Para pembajak sebar kebencian
Mereka tabur kekerasan
Mereka kobarkan perang agama

Namun agama tidak berperang
Para nabi bersaudara
Hanya pembajaknya yang berperang

Datanglah ke Rohingya
Datanglah dengan cinta sesama
Bantulah Rohingya
Bantulah dengan cinta manusia

September 2017

 

 

 

  • view 434