Siapa Membakar Rumah Ibadah?

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Puisi
dipublikasikan 07 Februari 2016
Puisi Agama dan Diskriminasi

Puisi Agama dan Diskriminasi


Kategori Puisi

19.3 K Tidak Diketahui
Siapa Membakar Rumah Ibadah?

 

Siapa Membakar Rumah Ibadah?
Denny JA

"Tumbuhkan sayap segera!
Suara itu terdengar berkali- kali
Bergema puluhan kali
Bertalu- talu datang dari gelap
Sambut menyambut di alam gulita
Koor ribuan orang mengucapkannya

Disusul suara melonglong, panjang sekali
"Ouuuuiiiiiiiiiiiii.........
Tumbuhkan sayaaaaaaaaaaaaappppppp!
Tumbuuuuuhkan sayaaaaap segeeraaaaa!"

Terbangun Rosa seketika
Mimpi itu datang tiga kali sudah
Apakah gerangan artinya
Tumbuhkan sayap segera?
"Apakah ini mimpi penuh makna?
Apakah berhubungan dengan risetnya?

Sepuluh tahun lamanya
Rosa meneliti agama
Lima puluh tahun usianya
Ia doktor ilmu humaniora
Satu pertanyaan di kepala
Mengapa mereka membakar rumah ibadah?

Kasusnya cukup sudah
Sampelnya akurat semua
lima orang fanatik agama
Dianalisa, dari hilir hingga muara

Ada Yahudi membakar Mesjid
Ada Muslim membakar Gereja
Ada Kristen membakar Sinagog
Ada Hindu membakar Vihara
Ada Budha membakar Kuil

Alex, penyair juga peneliti
Ia kekasih sejati
Padanya Rosa tumpahkan hati
Membagi temuan yang diteliti
Juga kegelisihan lewat mimpi

"Alex, ujar Rosa di beranda
"Sudah takdir dunia
akan selalu terbakar rumah ibadah!"

"Alex hikmat mendengar saja
Sambil menghirup kopi di beranda
Menemani kekasihnya bercerita
Seperti bocah
mendengar dongeng dunia sana"

Rosa memberi narasi
layaknya akademisi
Dari neuro science hingga ekonomi
Dari humaniora hingga sosiologi
Semua informasi tingkat tinggi
Tak lupa catatan kaki

Singkat kata
kekerasan adalah kita
Selalu ada si gila
Karena masalah genetika

Selalu ada ketidak adilan
Untuk menjadi alasan

Selalu ada agama
Untuk ditafsir beda

Selalu ada ketidak puasan
Untuk dilampiaskan

Di semua zaman
Rumah ibadah menjadi korban
Ini ilmu punya temuan
Bukan sekedar bualan


"Oh dunia yang celaka
Menghindari tiada bisa
Mengatasi tiada bisa
Terbakarnya rumah ibadah!"

Alex akhirnya bersuara
"Rosa, jangan lupa
Ada ilham yang berbeda
Yang datang lewat mimpi
Seruan "Tumbuhkan sayap segera".
Itu kesimpulan paling alami
Justru itu yang harus kau yakini"

"Menumbuhkan sayap
Terbang ke langit lebih tinggi
Adalah sabda semua nabi
Itulah pesan semua wahyu
Perjuangan yang tiada henti."

Kini Rosa yang diam
Alex terus menyelam

"Jangan percaya kejahatan
yang tak bisa dikalahkan
Jangan percaya genetika
yang tak bisa diubah

Jika ilmu tak menyimpukannya
Yakini saja
Ilmu belum sampai ke sana
Masih banyak celah dunia

Tiba-tiba cangkir kopi dan meja
Kursi dan jendela
Apapun di beranda
Bersuara bersama
Koor seirama

"Siapapun bisa
membakar rumah ibadah.
Jika ia berdiri
di atas tanah
Tapi siapa yang bisa
membakar rumah ibadah
Yang kokoh tersembunyi
berdiri di hati?

"Kesimpulan ilmu, apapun!
Ketidak- adilan, dimanapun!
Kekerasan. kapanpun!
Tetaplah tumbuhkan sayap"

Rosa terdiam menatap kekasihnya
Alex terdiam menatap kekasihnya

Suara itu kembali terdengar
Tapi kini dikala mereka terjaga
Mereka mendengarnya bersama

"Oooooiiiiiiiiii.. tumbuhkan sayaaaaappppp, SEGERA!
Dirimu terbanglah
lebih tinggi
dari dunia"

Febuari 2016

  • view 1 K