Dan makananpun menjadi seni

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 03 Agustus 2017
Catatan Perjalanan

Catatan Perjalanan


Renungan Peradaban

Kategori Petualangan

1.5 K Hak Cipta Terlindungi
Dan makananpun menjadi seni

Dan makanan pun menjadi seni
Denny JA

"Katakan padaku apa yang kau makan. Aku segera tahu siapa dirimu." Ini kutipan terkenal dari Jean Anthelme Brillat-Savarin. Ia lahir di Paris 1755, seorang politisi, penulis yang juga kemudian dikenal sebagai ahli gastronomi, yang ikut mengubah makanan menjadi seni.

Setiap kali punya kesempatan mengunjungi puncak peradaban manusia, termasuk situs peradaban tua, saya juga menyempatkan mengunjungi seni makanannya.

Seni tak hanya terdapat dalam sastra atau gedung arsitektur atau lukisan dan patung. Senipun kini dilahirkan dalam makanan: Culinary Art. Yang dilayani oleh seni lukisan atau sastra adalah renungan melalui mata. Sedangkan oleh Culinary Art, adalah dunia alam rasa melalui lidah.

Dua hal yang saya jadikan petunjuk. Pertama Red Guide yang dibuat oleh Macheline. Sejak tahun 1925, Macheline mulai membuat list restoran yang ia berikan satu atau dua atau tiga bintang karena seni dan kualitas makanannya.

Kedua adalah Google Search untuk tahu restoran paling unik atau tua yang merepresentasikan makanan lokal. Kedua sumber ini membawa saya menikmati restoran yang bernilai tak hanya sebagai pengisi perut, tapi juga yang bernilai seni dan punya jejak sejarah.

Kali ini saya beruntung mengunjungi Sabrino de Botin, resto tertua yang pernah ada dan masih beroperasi. Resto itu berdiri tahun 1725, hampir 400 tahun lalu.

Lama saya dan keluarga duduk di sana merasakan suasana 400 tahun lalu ketika pertama kali resto ini dibuka. Tak hanya lidah yang dipuaskan. Namun dari lidah, jiwa berkelana jauh.

  • view 112