Walau pernah saling menaklukkan, Peradaban saling memperkaya

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 02 Agustus 2017
Catatan Perjalanan

Catatan Perjalanan


Renungan Peradaban

Kategori Petualangan

1.6 K Hak Cipta Terlindungi
Walau pernah saling menaklukkan, Peradaban saling memperkaya

Walau pernah saling menaklukkan, peradaban tetap saling memperkaya.

Denny JA

Ratusan karya seni dari aneka peradaban itu tak hanya memperindah kota tua Toledo, Spanyol. Tapi mereka juga bersaksi mengenai peradaban yang saling menaklukkan, dan kemudian saling memperkaya.

Di kota tua itu sangat tinggi cita rasa seninya. Tak hanya banyak aneka lukisan yang berusia ratusan tahun. Tak hanya terlihat tingginya cita rasa seni dalam interior dan eksterior gedung peninggalan abad pertengahan . Juga terasa keindahan alam, sungai, bukit, pepohonan, batuan besar yang dikelilingi aneka bangunan kota tua.

Toledo, di Spanyol menjadi saksi. Aneka seni itu buah dari datang dan pergi aneka peradaban. Tanah yang kini tumbuh Gereja Saint Mary dapat menceritakan riwayatnya.

Sebelum abad masehi, di tanah itu berdiri situs ibadah dari kerajaan Romawi. Setelah meluas ajaran Kristen, di abad lima, situs itu ditaklukkan, dibongkar, diganti bangunan gereja.

Di abad 9, kaum Muslim datang. Gerejapun dihancurkan. Di atasnya, dibangun Mesjid. Abad ke 12, penguasa Kristen mengambil alih masjid. Sebagai tanda kemenangan, mesjid mereka bongkar. Di atasnya didirikan gereja yang bertahan hingga sekarang.

Situs ibadah Romawi, gereja, mesjid, dapat saja saling tumpang tindih di tanah ini. Namun setiap peradaban yang pernah datang, walau dikalahkan, tidak hilang sehilang-hilangnya.

Jejak aneka peradaban itu tetap hadir di kota tua Toledo. PBB menjadikan banyak bangunan di sana dengan label World Heritage.

Seharian saya menghabiskan waktu di sana. Hanya dengan menikmati aneka karya seni, arsitektur, saya seolah dibawa waktu berjalan dari abad ke abad, ikut merasakan dinamika peradaban tua.

 

  • view 140