Mengapa Aku Tak Dikunjungi?

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 17 Juni 2017
Puisi Ramadhan

Puisi Ramadhan


Renungan

Kategori Spiritual

11.2 K Wilayah Umum
Mengapa Aku Tak Dikunjungi?

Sahur Hari Keduapuluh dua

Mengapa Aku Tak Dikunjungi?
Denny JA

Menolong satu manusia
Sama dengan menolong seluruh manusia

Di batu prasasti pusara
Kalimat itu tertera
Tangan Ben meraba merasakannya
Karena buta, Ben tak bisa membaca

Ben sendiri yang meminta
Ia ingin kalimat itu abadi
Terpahat di makam yang asri

Ben acap ziarah ke makam pak Budi
Ia selalu menyatakan itu
Tak pernah kukenal siapa ayahku
Pak Budi kuanggap ayahku sendiri

Ben kini penyanyi ternama
Buta mata, tiada masalah
Lama Ben terdiam di pusara
Menetes air mata
Kembali kalimat itu ia raba

Bagi Ben, kalimat itu raja
Kalimat awal segala
Kalimat yang mengubah hidupnya

-000-

Tiga puluh tahun lalu
Ben berusia sembilan tahun
Ia hidup di panti asuhan
Hidup seadanya
Puluhan anak yatim piatu di sana

Boni kawan dekatnya pergi
Diambil orang tua asuh yang kaya
Tina kawan bicaranya pergi
Diambil orang tua lainnya
Dana kawan bercerita pergi
Oh ke kota lain Dana dibawa

Ben bertanya kepada ibu panti
Ibu, mengapa aku tak dikunjungi?
Mengapa tiada orang tua asuh membawaku?
Mengapa aku tiada dikehendaki ?
Apakah karena aku buta?

Terenyuh hati ibu panti
Segala hal ada waktunya, anakku
Akan tiba giliranmu
Walau belum ada orang tua asuh
Kau tetap anak ibu
Aku menyangimu selalu"

Lima tahun sudah aku disini, ibu
Hilang satu persatu temanku
Datang lagi anak baru
Di sini paling lama aku

Apa yang salah?
Buta mata tak kuminta
Buta mata bukan aku pilih
Aku sudah buta sejak bayi

Ibu panti memeluknya selalu
Menghibur Ben yang kelu
Ujar ibu: aku janji anakku
Tuhan akan mengirim orang tua asuh
Ia akan sayang padamu
Menuntunmu tumbuh

Ayo kita berdoa, anakku
Panjatkan harapanmu
Sambil menangis, Ben bermimpi
Seorang Ayah datang menyayangi

Ibu mengajak Ben berzikir

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

-000-

Pak Budi nama malaikat itu
Ibu panti dan pak Budi berjumpa
Temu yang kebetulan saja
Berdua hadir dalam acara
Entah mengapa
Ibu itu bercerita soal Ben punya duka

Seketika pak Budi nyatakan rencana
Aku ingin Ben tinggal bersamaku
Terkaget dan senang itu ibu
Mengapa ini kau lakukan? Tanya Ibu

Pak Budi nyatakan suara hati
Ujar pak Budi itu ada kitab suci
Menolong satu manusia
sama dengan menolong seluruh manusia
Aku menolong Ben
Berarti aku menolong diriku sendiri
Dan menolong manusia

Ibu panti terpana

-000-

Ben senang di hati
Inilah mimpi yang menjadi
Pindah ia tinggal di rumah pak Budi
Ben memanggilnya Ayah
Guru yang hatinya kaya

Ujar pak Budi
Ben, dengar petuah ini
Renungkan dan tumbuhkan di hati

Hanya karena kau buta
Jangan harap mereka ulurkan tangan
Belajarlah berdiri di atas kakimu sendiri

Perbanyak renungan diri
Apa dalam hidup yang memberimu arti
Kau harus juga ahli
Agar kuat hidup mandiri
Tumbuhlah bukan sebagai beban
Tumbuh sebagai berkah lingkungan

Tapi ayah, aku berbeda
Aku tak bisa apa apa
Tak bisa membaca
Tak bisa mengeja
Mataku buta

Dengar anakku
Kau punya banyak mata
Kau punya mata di telingamu
Kau punya mata di suaramu
Kau punya mata di hatimu
Hidupkan semua matamu

Kini kau harus hijrah
Dimulai dengan niat batin
Mulailah dengan hal sehari-hari
Seolah kecil tapi besar

Kerjakan semua keperluanmu
Cuci bajumu sendiri
Masak makananmu sendiri
Bersihkan piringmu sendiri
Cari nafkah sendiri
Keterbatasan jangan menghalangi

Apa aku bisa, Ayah?
Kau bisa anakku
Pak Budi ajak Ben mulai melangkah
Diawali berzikir bersama

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

Ben mulai hidup baru
Beberapa kali Ben terjatuh
Beberapa kali Ben putus asa
Ayah, apakah aku bisa?

Namun bertambah lama
"Oh telingaku begitu tajam
Terdengar bunyi sayap kupu kupu"
Kudengar langkah semut di dinding
Oh Ayah, indahnya dunia!

Suara Ben tak biasa
Terasa kesedihan di sana
Pak Budi mendapat ilham
Suara Ben suara untuk menyanyi

Guru piano pak Budi carikan
Musik diajarkan
Ekspresikan kesedihanmu, Ben
Menyanyilah dengan hati
Bawalah serta rasa sedih dalam suaramu
Lepaskan dalam menyanyi
Terbanglah bersama nada

Ben mulai menyanyi
Awalnya suaranya tak ia sukai
Semakin lama menyanyi ia nikmati

Ketika ia menyanyi
kesedihannya ikut menyanyi
Deritanya ikut menyanyi
Harapannya ikut menyanyi
Jiwanya ikut menyanyi
Menyanyi dirinya seluruh

Menyanyi di panggung Ben kini
Pak Budi selalu menemani

Banyak penonton tersedu
Ujar mereka:
Itu suara, oh tak hanya merdu
Tapi menyayat bagai sembilu
Terpana hatiku
Ada kesedihan tersimpan dalam bunyi
Suaranya seolah membawaku pergi
Pergi jauh sekali

-000-

Ben mulai rekaman lagu
Ia juga mencipta karya
Tak hanya mandiri
Ben mulai kaya karena ternama

Dalam usia Ben dua puluhan
Belum banyak Ia punya pengalaman
Pak Budi terkena serangan
Penyakit jantung mematikan
Wafat mendadak Pak Budi
Ben patah sekali

Sambil terus menyanyi
Ben berlari dari duka
Ia melupakannya dengan alkohol
Ia melayang dengan obat terlarang

Karir Ben dalam bahaya
Beberapa kali ia dipenjara
Pernah overdosis, Ia
Nyaris melayang nyawa

Dibalik krisis puncak diri
Ben bermimpi pak Budi
Orang tua ini menyapa
"Mengapa kau berlari anakku?
Mengapa diri kau lukai?
Sudah jauh kau berjalan
Mengapa hidup kau patahkan?

Kembali datang itu gambar
ketika Ben di panti asuhan
Ketika ia bertanya pada ibu panti
Mengapa aku tak dikunjungi, ibu?
Hanya teman lain yang dihampiri?

Satu persatu temannya dibawa orang tua asuh
Ia sendiri dalam sepi

Terbangun Ben dari mimpi
Terhisak Ben menangis
"Aku kehilanganmu Ayah
Tiada orang lain yang mencintaiku
Semua memanfaatkanku
Karena aku buta Ayah
Aku kehilanganmu"

Malam selanjutnya
Kembali pak Budi datang dalam mimpi
Membawa pesan sama
Mengapa kau berlari anakku?
Tumbuhkan cahaya
Tumbuhkan cinta
Aku ada di sana

Kembali terbangun Ben
Kembali segugukan Ia menangis
Teringat itu pesan
"Tumbuhkan cinta
Aku ada di sana"

Ya Allah apa yang kucari?
Kemana jalan hidupku menuju?
Diniatkannya menghentikan alkohol
Diniatkannya menjauhi obat terlarang
Diniatkannya tumbuhkan cinta

Berzikir Ben di malam kelu
Dirasakannnya Pak Budi ikut berzikir

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

Ben kini kembali di jalan lurus
Suaranya semakin lirih
Album musiknya semakin dicari
Di hatinya, tumbuh cinta
Menyala- nyala

Berjam-jam sudah
Ben duduk di pusara
Ia mensyukuri orang tua ini
Ia mensyukuri hati yang berbagi

Diingatnya kembali petuah pak Budi
Kutipan ayat kitab suci
Menolong satu manusia
sama dengan menolong seluruh manusia

Di hati Ben berkata
Ayah terima kasih
Kurasakan berkah karena kau tolong
Kini tiba saatku untuk menolong

Di pusara dikirimkannya cinta
Untuk Ayah: Alfateha
Seraya berzikir Ia

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

 

 

 

  • view 293