Cari dan Sambung Lagi

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 15 Juni 2017
Puisi Ramadhan

Puisi Ramadhan


Renungan

Kategori Spiritual

11.2 K Wilayah Umum
Cari dan Sambung Lagi

Cari dan Sambung Kembali
Denny JA

Mulailah mencari, anakku
Mulai telusuri
Sambung kembali silahturahmi
Kalian satu diri

Dari satu rahim dilahirkan kalian
Bukan tanpa tujuan
Menyusu dari satu ibu, kalian
Mulailah batin disambungkan

Dihadapannya, datang kembali wajah ibu
Mengucapkan kalimat itu
Janggi menyetop zikir
Lama ia renungkan
Ada apa?
Kalimat yang sama datang pula
Datang dalam mimpi
Dua kali sudah

Dua puluh tahun sudah ibu tiada
Ada apa Ibu?
Janggi kirimkan doa untuk Ibu
Ya Allah penguasa Kalbu
Tuntunlah langkahku

Janggi teruskan zikirnya

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

-000-

Teringat Janggi masa itu
Dua puluh tahun lalu yang kelabu
Janggi dan tiga adiknya menangis
Menemani ibu yang menangis

Ayah sudah lama tiada
Umur Janggi saat itu lima belas
Umur Denika tiga belas
Umur Baka sepuluh tahun
Umur Diana tujuh tahun
Berlima mereka sering kelaparan

Hidup ibu serba kekurangan
Bertahan karena uang pinjaman
Ibu bercerita tentang surga
Tak lama lagi mungkin ibu kesana

Kanker ibu stadium tiga
Tiada ada lagi obatnya
Ujar Ibu
Bukan kematian yang menakutkanku
Tapi siapa yang menjaga empat anakku

Nenek dan kakek sudah tiada
Ibu dan Ayah punya kakak dan adik
Tapi mereka serba kekurangan
Bukan hanya kekurangan harta
Juga kekurangan hati

Ujar Ibu,
Anak-anakku, ibu mencari orang tua asuh
Kan ibu cari orang tua baru
Yang mencintai kalian
Yang merawat kalian

Diana berkata
Aku ingin ikut ibu saja ke surga!
Jawab Ibu, Itu kuasa Tuhan Diana
Untukmu belum saatnya

Denika bertanya
Ibu, apakah kami akan tinggal satu rumah?
Jawab Ibu, tidak anakku
Masing masing kalian terpisah
Beda orang tua asuh
Beda rumah
Namun kalian disatukan oleh darah
Kalian disatukan oleh kasih Ibu.
Jangan pernah lupa itu

Ibu memeluk mereka sambil menangis
Menangis pula semua bersama

Janggi ingat tante Rosa
Banyak kenalannya Ia
Rosa membantu Ibu
Mencari orang tua baru

Satu persatu datang orang tua baru
Satu persatu mereka berlalu
Pesan ibu kepada orang tua baru
Kuingin anak anakku tetap bersilahturami

Janggi ingat itu peristiwa
Terakhir sebelum semua berpisah
Ibu mengajak semua ke mushola
Berzikir bersama

Ujar Ibu
Ingatlah mushola ini anak- anakku
Tempat terakhir kita berdoa bersama
Mushola ini, kunjungi selalu
Mereka pun berzikir

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

-000-

Tak lama kemudian Ibu dimakamkan
Setahun pertama seperti rencana
Janggi dan adik-adiknya bersua
Setelah itu selesai sudah

Janggi pindah ke Amerika
Denika pindah ke India
Baka dibawa ke Belanda
Diana hidup di Singapura
Tiada ada lagi kabar berita

Tiada pernah jumpa mereka
Hingga kini
Hingga datang itu mimpi

Astaga, ujar Janggi terpana
Dua puluh tahun sudah
Tak pernah lagi kujumpa
Apa kabarmu Denika?
Sehatkah kau Baka?
Sudahkah kau menikah Diana?

Sekelebat memori Lama
Segera Janggi lupakan saja
Janggi teruskan hidupnya
Kegiatan rutin di Amerika

Namun datang lagi itu mimpi
Ibu bicara kembali
Kini dengan air mata
"Mulailah mencari, anakku
Mulai telusuri
Sambung kembali silahturami
Kalian satu diri"

Terpana Janggi
Dilihat jam 2.00 subuh hari
Ada apa Ibu?
Adikku harus kucari dimana?

Ada rasa sepi yang pilu
Menerpa Janggi punya kalbu
Iapun menangis
Berjanji di hati
"Baiklah ibu, kujalankan pesanmu"

Janggi terbang ke Jakarta
Dicarinya tante Rosa
Ia membantu ibu jumpa orang tua baru
Mungkin ia dapat membantu
Wahai Rosa sudah tiada
Wafat tiga tahun sudah

Janggi sewa detektif swasta
Dimana adik-adiknya berada
Sebulan sudah bekerja
Tiada pula hasil nyata

Ibu, aku sudah coba
Tapi ini jalan buntu belaka
Ia hampir menyerah
Semua sia sia

Janggi lakukan upaya terakhir
Iapun berzikir
Duhai Dzat yang menggerakkan peristiwa
Bekerjalah kuasaMu
Kuingin jumpa adik-adikku

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

-000-

Tiba-tiba Janggi teringat itu peristiwa
Tempat terakhir doa bersama
Sebuah mushola.
Ya, sebuah mushola

Mushola itu tak banyak berubah
Duduk di sana satu jam sudah
Kembali berzikir Janggi
Lalu datang seorang menghampiri

Ini Janggi?
Ya, ini siapa?
Aku Rahman teman kecilmu
Astaga!
Mereka berpelukan

Rahman kini ketua Mushola
Rumahnya di sebelah
Janggi ceritakan masalahnya
Lalu meninggalkan nomor kontaknya
Janggipun kembali ke Amerika

Tak lama berselang
Denika juga berkunjung ke itu mushola
Baka berkunjung pula dalam waktu berbeda
Diana tak lupa datang di waktu lainnya
Melalui Rahman semua terhubung kembali

Janggi bersorak kencang ke langit
Ya Allah, kutemukan mereka
Oh adik-adikku, dua puluh tahun sudah

Mereka bersepakat jumpa di waktu sama
Jumpa di mushola
Dua puluh tahun terpisah
Kini jumpa kembali

Mereka berpelukan
Seperti masa kanak-kanak
Masa ketika guling-gulingan di rumput
Kejar-kejaran di pantai
Main tak umpet
Atau tarik layang-layang di lapangan

Mereka saling bercerita
Terkaget semua
Semua mimpi ibu
Mimpi yang sama pesannya
Pesan agar mereka saling mencari

Tiada tempat mencari
Kecuali ini mushola
Tempat terakhir doa bersama

Mereka menginap di hotel yang sama
Bertukar kisah
Mencari makna
Apa arti Mimpi yang sama soal Ibu?

Denika akhirnya bercerita
Sakitnya dua tahun sudah
Ginjalnya sudah sangat parah
Donor ginjal menjadi cara
Diutamakan dari keluarga

Menetes air mata Denka
Janggi menawarkan ginjalnya
Baka menawarkan ginjalnya
Diana menawarkan ginjalnya
Akhirnya disepakati
Yang paling cocok yang dipilih

Semua menduga
Apakah ini hikmah mimpi Ibu?
Denika sakit parah?
Dan perlu ginjal kita?
Mereka hanya menduga-duga

Semua kemudian menjadi hening
Teringat hidup dua puluh tahun lalu
Ketika ibu menangis ceritakan penyakitnya
Ketika Denika menangis
Mengantar Diana diambil orang tua baru

Ketika Baka menangis
Mengantar Denika diambil orang tua baru
Ketika Janggi menangis
Mengantar Baka diambil orang tua baru
Ketika semua menangis
mengantar ibu ke makamnya
Lalu mereka berpisah
Masing- masing dengan orangtua baru

Kembali berempat mereka berpelukan
Menetes kembali itu air mata
Lihatlah dalam air mata Denika
Ada wajah Ibu

Merekapun berdoa bersama
Kirim Alfateha pada ibu di sana
Terbayang kembali pesan ibu dalam mimpi

"Kalian satu diri
Dari satu rahim dilahirkan kalian
Bukan tanpa tujuan
Menyusu dari satu ibu, kalian
Mulailah batin disambungkan"

Merekapun berzikir bersama:

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

 

  • view 308