Cinta itu Kuasa

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 11 Juni 2017
Puisi Ramadhan

Puisi Ramadhan


Renungan

Kategori Spiritual

11.2 K Wilayah Umum
Cinta itu Kuasa

Sahur Hari Keenam-belas

Cinta Yang kuasa
Denny JA

Ekspresikan saja anakku
Ekspresikan cintamu
Di udara ia akan menyebar
Semoga sampai pada Ayahmu

Hanya itu yang dikatakan Lala
Ditahannya air mata
Usia Lusi sembilan tahun sudah
Ulang tahun pertama tanpa Ayah

Suaminya, Bana, sakit parah
Ketika suaminya tiada
Hilang separuh nyawa
Lusi sangat dekat Ayahnya
Berminggu Lusi menangis saja
Lala kuatkan diri
Agar kuat pula Lusi

Hari itu rumah penuh balon
Lusi berulang tahun
Ujar Lusi;

"Ibu apakah ayah melihatku?
Ingatkah Ayah ulang tahunku?"
Ujar Lala:
Ulang tahunmu, Ayah tak pernah lupa
Tapi ayah sudah di surga

Lusi lalu menulis surat untuk ayahnya
Diikatnya pada tali balon
Lusi berdoa, cukup lama
Balon dilepaskannya ke udara
Sambil berkata:
"Balon katakan ke Ayah
Aku sayang Ayah."

Lala memperhatikannya saja
Oh Lusi, anak satu satunya
Terus ditahan itu air mata

Diajaknya Lusi berdoa
Terus diulang- ulangnya itu kata
Ekspresikan saja cinta, anakku
Tak akan sia sia
Cinta akan menebar ke udara
Menulari siapa saja

Berdua mereka berzikir
Balon-balon ikut berzikir
Kue ulang tahun ikut berzikir

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

-000-

Seorang pak tua di suatu sore
Mengitari halaman rumah
Ia melihat balon terkulai di rumput
Diujung tali terikat sepucuk surat

Terkaget pak Tua
Surat dibuka dan dibaca

"Ayah yang di surga
Semoga surat ini sampai padamu
Hari ini ulang tahunku
Sembilan tahun sudah usiaku
Rinduku padamu: Lusi"

Pak Tua terdiam lama
Cinta dan surat itu menggetarkannya
Tak ia tahu siapa Lusi
Tak pula ia kenal siapa ayahnya
Tapi cinta di surat itu
Oh menenggelamkannya
Menetes air mata
Cinta Lusi menular padanya

Pak Tua teringat anak gadisnya, Ema
Kini Ema kuliah di luar kota
Cinta Lusi pada ayahnya
Tumbuhkan rindu pak Tua pada Ema

Ema pekerja ekstra
Ia harus mulai berolahraga
Pak Tua ekspresikan cinta
Pergi ke Toko sepeda

Dibayangkannya Ema olahraga
Setiap pagi bersepeda
Sehat raga
Sehat pula jiwa

Pada pemilik toko, ujar Pak Tua
Selekasnya kirim sepeda
Untuk Ema di luar kota
Kirim hari ini juga

Surat Lusi terus dibacanya

-000-

Esok siang di luar kota
Ema terkaget luar biasa
Di beranda rumah ada sepeda
Pasti dari ayah, seru Ema

Sejak lama Ayah ingin ia olah raga
Ah Ayah, ada- ada saja
Tapi ini bukan perkara sepeda
Tapi cinta seorang Ayah
Itu getaran cinta
Teteskan air mata Ema
Cinta ayah menular padanya

Entah mengapa
Ema teringat teman lama, Bayu
Tempatnya curhat selalu
Namun lama kini tak temu

Sore itu seharian Ema menyepi
Kata disusun menjadi puisi
Cinta menyusup menjadi kata
Kasih menjelma tanda baca

Telah lama bayu nyatakan cinta
Tak pernah dibalas Ema
Kini tumbuh getaran cinta
Emapun nyatakan cinta pula

Dikirimnya puisi itu lewat WA
Oh ujar Ema
Tak ia duga
Akan sepasang kekasih kah mereka?

-000-

Saat itu pula
Bayu membuka WA
WAW!, Bayu terpana
Cinta berbalas sudah

Berbulan ia menunggu
Diimpikannya selalu

Ujar Bayu, pada waktunya Ema istriku
Berkeluarga punya putra dan putri
Keluarga yang sakinah
Mawaddah Wa Rahma
Cinta Ema menular padanya

Ketika ia bayangkan punya putri
Tiba tiba Bayu teringat Lusi, ponakannya
Putri kakak sulungnya
Astaga aku lupa
Kemarin Lusi ulang tahun

Bana, sangat bangga pada Lusi
Berpergian mereka
Bayu sering ikut serta
Oh Lusi, sedihnya ia ditinggal Bana
Dibayangkannya jika ia menjadi Lusi
Pasti patah sayapnya

Seketika Bayu ke toko Buku
Dibelikannya hadiah untuk Lusi
Tapi hadiah apa?
Diam berdoa Bayu
Aha! Padanya datang sesuatu

Dibungkusnya dengan rapih
Ia langsung silahturahmi

Tok tok tok, Bayu ketuk pintu
Pintu dibuka

Lusi melompat memeluknya
Paman Bayu, Paman Bayu
Lala tersenyum saja
Hadiah dari Bayu ia buka

Ha? Terkaget Lusi
Itu buku novel yang ia minta
Bagaimana bisa?

Lusipun bercerita
Ibu kemarin sore aku berdoa
Sebelum balon aku terbangkan
Sebelum kukirim surat untuk Ayah
Kukatakan dalam hati
Ayah, aku ingin hadiah ulang tahun
Aku sebut novel ini

Ibu terpana
Bayu teringat doanya

Ujar ibu, dengarlah anakku
Camkan hingga kau tua
Cinta itu kuasa
Tak kita tahu cara kerjanya

Cinta kau ekspresikan saja
Ia seperti gema
Apa yang kau kirimkan
Kembali padamu
Dengan cara tak terduga
Bayu terpana
Mengamini cinta itu kuasa

Lala ajak Lusi dan Bayu berzikir

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

 

 

 

 

 

 

  • view 258