Bukan Hidup Yang Kupilih

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 10 Juni 2017
Puisi Ramadhan

Puisi Ramadhan


Renungan

Kategori Spiritual

11.2 K Wilayah Umum
Bukan Hidup Yang Kupilih

Sahur Hari Kelima belas

Bukan Hidup Yang Kupilih
Denny JA

Hijrahlah anak anakku
Hijrah selagi mampu
Hijrah ke jalan yang memanggilmu
Hijrahlah

Terngiang kembali si Baba
Itu kata menjadi mantra
Menjelang ajal, berucap Ayah
Terakhir diucapkannya: hijrah!

Di antara suara ibu yang mengaji
Di antara air mata sanak keluarga
Ayah simpulkan hidupnya
Baba terpana

Ujar Ayah terbata
Terlambat kusadari
Ini jalan bukan kupilih
Seandainya waktu bisa diulang
Kan kutempuh jalan silang

Jalan yang sudah kutempuh
Kuhabiskan umurku
Tak kuat memanggilku
Oh celaka diriku

Aku mengalir saja
Tiada keberanian masa muda
Untuk pilih hidup berbeda
Padahal hati menyala di jalan sana

Hijarahlah batinmu anak anakku
Selagi kau bisa
Secepatnya keluar dari hidup yang biasa
Menuju hidup penuh cahaya
Sekali berarti
Sudah itu mati

Cahaya bagimu Baba
Bukan cahaya bagimu Bibi
Lain cahaya bagimu Bubu
Satu nyawa satu cahaya

Ketika nyawa ditiupkan
Dibuatkan pula cahaya baginya
Galilah dan temukan cahayamu
Selami jiwa,
Yang menggetarkan hatimu,
itulah dia

Kemudian tak lama, Ayah tiada
Siapa menduga
Ayah yang dikira kuasa
Sang matahari ia
Ternyata hampa

Salah memilih jalan hidup
Disadari menjelang tiada
Tiada berani hijrah
Hingga ajal di muka

Malam bulan purnama
Bulan menangis menjadi hujan
Hujan tenggelamkan kami
Keluarga berduka
Kuatkan hati zikir bersama
Hujan ikut berzikir
Bulan ikut berzikir
Malam ikut berzikir

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

-000-

Setahun berlalu sudah
Tiga puluhan umur Baba
Jalan hidup harus dipilih sudah
Yang harus kuketuk pintu mana?
Bimbang hati Baba

Ribuan pintu di hadapannya
Lain pintu, lain cakrawala
Lain pintu, lain suka
lain petaka

Oh, jalan mana harus kulalui?
Dimana pintu menyimpan cahaya?
Aku ingin hijrah ke sana
Tapi yang mana?

Lama merenung Bana
Mengapa tiada itu panggilan hati?
Tak kutahu mana jalanku?
Tak kurasakan getaran
Tiada ada, oh mengapa?

Tapi tak ku ingin seperti Ayah
Hidup yang hampa

Di malam bulan puasa
Berzikir Baba, tujuh hari sudah

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

Astaga
Melompat si Baba
Sajadahnya berubah buku diari
Terbuka minta diisi
Tasbihnya berubah pena
Menunggu dan berseru:
"Tuliskanlah
Tulislah hidup yang kau pilih
Itu yang akan terjadi"

Terpana si Baba
Merinding bulu kuduknya
Bergetar ia pegang itu pena
Buku diari ingin ditulisnya
Celaka, tak tahu harus menulis apa
Panggilan hati, oh tiada
Apa yang salah?

-000-

Terkenang Baba wajah pak Burhan
Guru yang ia banggakan
Hidup untuk ilmu pengetahuan
Banyak karyanya
Oh banyak muridnya

Di aneka mimbar, terkemuka pak Burhan
Kerumitan ia sederhanakan
Dunia menjadi peta
Semua serba terbaca
Di kepala pak Burhan
Semua benderang belaka

Inikah hidup yang kupilih?
Mengikuti jalan Pak Burhan?

Tapi
Rumah Pak Burhan masih kontrakan
Banyak hutang dan tunggakan
Istri mengeluh
Anak mengeluh

Bisakah aku sepasrah pak Burhan?
Aku ingin keliling dunia
Kukunjungi puncak peradaban
Aku harus kaya raya
Jalanku bukan jalan pak Burhan

Terkenang Baba wajah Pak Sukri
Hartanya di sana dan di sini
Bisa keliling dunia setiap hari
Membeli itu dan ini

Pegawai ribuan jumlahnya
Dari properti hingga tambang bisnisnya
Oh asyiknya
Semua serba ada

Inikah hidup yang kupilih
Ikuti jalan pak Sukri?

Tapi
Waktu habis untuk benda
Pernah Pak Sukri dituduh korupsi
Dituntut ke pengadilan oleh rekan usaha
Didemo karyawan sini dan sana
Tak dekat dengan keluarga
Dicerca itu, dicerca ini

Apakah aku sekuat pak Sukri?
Oh ini bukan hidup yang kupilih
Kuingin hidup yang beda
Damai dengan segala
Tak hanya untuk benda

Terus Bimbang hati Baba
Pena tak kunjung disentuh
Buku diari tak kunjung ditulis
Astaga, ujar Baba
Memilih jalan hidup
Alangkah susahnya

Baba terus berzikir
Berikah petunjuk Ya Allah
Hidup hanya sekali
Kuingin hidup bermakna

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

-000-

Suatu sore datang Baba jumpa Pak Darta
Seorang Guru tempat bertanya
Pak Darta seperti biasa
Memulai kisah dengan kiasan

Dua orang sama di penjara
Hidup di ruang yang sama
Makan makanan yang sama
Minum minuman yang sama
Bergaul di lingkungan sama

Satu melihat lumpur
Lainnya melihat cahaya
Satu terpuruk terkubur
Satu melayang di bintang purnama

Mengapa berbeda?
Padahal sama realita?

Yang beda seni hidupnya
Yang beda persepsinya, penghayatannya
Kesadaran adalah muara
Lain kesadaran, lain dunia

Ujar Pak Darta
Dengarkanlah Baba
surga itu tidak di bumi
Apapun hidup yang kau pilih
Kapanpun
Dimanapun
Akan datang waktu pasang
Akan datang waktu surut
Akan datang berkah
Akan datang musibah
Kadang membuatmu tertawa
Kadang membuatmu menangis

Itulah pasangan
Itulah Yin dan Yang
Ia hukum alam
Tak bisa kau tawar
Itu diluar manusia punya kuasa

Pintu manapun yang kau ketuk
Pintu manapun yang terbuka
Kau terkena hukum alam itu
Hidup dan nikmatilah

Baba ceritakan kasus Ayah
Terlambat menyadari di masa tua
Memilih jalan hidup yang salah
Isinya hanya hampa

Sambut Pak Darta
Cinta yang membuat beda
Cintailah jalan yang kau pilih
Atau pilih jalan yang kau cintai
Jalan apa saja
Sama saja
Cinta yang membuat beda

Kau pilih jalan selatan
Hampa jua
Namun jika ada cinta di sana
Akan ada pula cahaya

Kau pilih jalan utara
Kosong belaka
Temukan cinta di sana
Kau temukan pula cahaya

Dalam cinta
Suka dan duka sama bermakna

Terdiam Baba
Cinta yang membuat beda?
Apa saja asal ada cinta?

Malam harinya
Ketiba berzikir si Baba
Datang kembali itu buku diari
Minta diisi
Pena di sebelah buku minta disentuh

Diambil Baba pena itu
Ditulisnya itu diari
Yakin sekali
Sepenuh hati

Ya Allah, semua sama
Asal ada cinta
Tunjukkan aku jalan yang lurus
Jalan yang Kau beri nikmat
Bukan jalan yang Kau murkai
Datangkan petunjukMu

Berikan aku jalan apa saja
Tumbuhkan juga cinta di sana
Apa saja
Asal ada cinta

Aku ingin hijrah
Hijrah batinku
Hijrah pikiranku
Hijrah diri seluruh
Hijarah menuju cinta

Kembali berzikir si Baba

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

 

 

 

 

 

  • view 368