Cinta Dalam Botol

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 05 Juni 2017
Puisi Ramadhan

Puisi Ramadhan


Renungan

Kategori Spiritual

10.7 K Wilayah Umum
Cinta  Dalam Botol

Sahur Hari Kesepuluh

Cinta dalam Botol
Denny JA

Terbangun Mona di malam buta
Tersentak dan terpana
Mimpi itu kembali tiba
Mimpi yang sama
Tiga malam sudah

Itu wajah Pak Tua yang sama
Itu pesan yang sama
Itu suara yang sama

Dalam mimpi, ujar Pak Tua

"Uji saja kuasa cinta
Tulis pesanmu dalam surat
Masukkan dalam botol
Lempar botol ke luas samudra
Jika surat itu sampai pada Jaka
Jodohmu Ia
Kalian sudah dipasangkan
Berpasangan sejak dilahirkan
Itulah kuasa cinta."

Tanya Mona dalam hati
Siapa yang kirim mimpi?
Siapakah Pak Tua ini?
Haruskah kupatuhi?
Tiga kali mimpi, sama bunyi

-000-

Sebulan sudah Mona gelisah
Tak tahu harus apa
Hidup dalam trauma
Ibu tiga kali menikah
Tiga kali pula berpisah
Patah hatinya
Sepatah patahnya
Rusak jiwa ibu
Mona merawat selalu

Mona punya kekasih
Sangat mendalam mengisi hati
Jaka namanya
Oh, perkasa jiwanya

Ketika Mona redup,
Jaka menjadi api
Ketika Mona gelap,
Jaka menjadi cahaya

Datanglah suatu senja
Jaka melamarnya
Membangun rumah tangga
Keluarga yang sakinah

Betempur batin Mona
Meluap suka hatinya
Jaka impiannya
Oh ia membuat makna
Tapi trauma ibunya
Lebih perkasa

Ya Allah, kuatkan hamba
Kuingin lupakan Jaka
Hamba ingin sebatang kara
Merawat ibu saja
Kuatkan pula hati Jaka
Menerima tekad hamba
Pisahkan aku dari Jaka
Jangan pernah lagi kami bersua

Monapun berzikir
La Ilaha Illallah, La illaha Illallah
La ilaha Illallah, La Illaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Illaha Illalah

Namun mimpi itu berbeda
Mimpi melawan doanya
Agak aneh pesannya
Melalui seorang Pak Tua

Pagi hari yang hening
Selepas sahur bulan puasa
Mona ikuti pesan Pak Tua
Pesan lewat mimpi

Mona menulis surat
Dimasukkannya ke dalam botol
Ia sewa kapal nelayan
Berlayar ke tengah lautan
Dilemparkannya itu botol
Sambil berseru di hati

Ya Allah
Jika Jaka memang jodohku
Surat ini akan sampai padanya
Kujalankan pesanMu
Pesan lewat mimpiku

Namun jika tak sampai ini surat
Ijinkan hamba hidup sebatang kara
Biarkan hamba merawat ibu saja

Monapun berzikir
Dari tengah laut
Hingga sampai ke pantai

La Ilaha Illallah, La illaha Illallah
La ilaha Illallah, La Illaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Illaha Illalah

Di langit, tampak wajah Pak Tua
Tersenyum padanya
Laut menjelma wajah Pak Tua
Menenangkannya

-000-

Tiga tahun sudah berlalu
Rahmat nama lelaki itu
Seorang peneliti
Cekatan mencari
Analisa itu dan ini

Rahmat bosan hidupnya
Semua rutin belaka
Tidur, bangun, makan, kerja
Tidur lagi, bangun lagi
Makan lagi, kerja lagi

Adakah yang lebih bermakna?
Rahmat pun berdoa
Ya Allah, kirim peristiwa
Ku ingin hidup bermakna

Kuingin lebih dari sekedar kerja
Kuingin lebih dari sekedar nafkah

Pagi itu entah mengapa
Rahmat tergerak ke pantai sana
Sambil berzikir, ia jalan saja
Terkaget ia ada benda
Benda tak biasa

Setengah terkubur di pasir
Sebuah botol tak biasa
Pemandangan tak biasa
Ada surat di dalam botol

Dibukanya surat itu
Oh tergetar hatinya
Dibacanya lagi kalimat akhir
"Jaka jika memang kau jodohku
Bawalah surat ini,"
Tertanda, di bulan Puasa: Mona 2014.

Wah!
Lama duduk termenang si Rahmat
Ini surat luapan hati
Ditulis tiga tahun lalu
Inikah jawab doaku?

Kuharus temukan Jaka
Sampaikan ini pesan cinta
Tapi siapakah Jaka?
Dimana ia berada?

Sebagai peneliti prima
Cepat Rahmat mencari data
Cari pesan kunci di sana
Tertulis dalam surat cinta
Itu dalam kalimat ketiga
"Dalam pertemuan kita yang terakhir
Di Kafe Manggo kesukaanmu,"

Kafe Manggo?
Rahmatpun mencari data
Dimana Kafe Manggo?
Ternyata ada di pulau seberang
Itu kafe di seberang lautan

-000-

Sampailah Rahmat ke Kafe Manggo
Tak ada yang kenal Jaka
Ujar mereka
Ini kafe baru kami beli
Coba kontak pemilik lama

Rahmat mencari pemilik lama
Jawabnya sama
Hanya pemilik saya
Coba kontak pengelola

Rahmat pergi pada pengelola
Ujarnya sama
Saya hanya di belakang meja
Coba kontak penerima tamu
Rahmat kontak penerima tamu

Oh Jaka itu langganan kami
Tapi sejak tiga tahun lalu
Ia menghilang
Ia menyepi
Tak datang lagi
Entah mengapa
Ini alamat rumahnya

Sampailah akhir rantai itu
Rahmatpun jumpa Jaka
Diberikannya itu surat cinta

Astaga! Ya Allah
Jaka menetes air mata
Telah lama ini aku tunggu
Surat yang tak biasa
Dikirimkan ke samudra
Hanya untuk menguji
Kuasa cinta

Pendek kata
Jaka berjumpa Mona
Surat cinta dibawanya
Rahmat temukan makna
Mengamini kekuasaan cinta

Jika cinta sudah ditetapkan
Tak peduli itu rintangan
Tak penting besarnya hambatan
Akan berjumpa jua
Akan berjodoh jua

Mona melihat langit
Pak Tua senyum di sana
Mona melihat pohon
Pak Tua senyum di pohon

Mereka berzikir bersama
Ikut berzikir pak Tua

La Ilaha Illallah, La illaha Illallah
La ilaha Illallah, La Illaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Illaha Illalah

 

 

  • view 263