Enerji Guru Suci

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 03 Juni 2017
Puisi Ramadhan

Puisi Ramadhan


Renungan

Kategori Spiritual

10.8 K Wilayah Umum
Enerji Guru Suci

Saur Hari Ke Delapan

Enerji Orang Suci
Denny JA

Tuntas sudah itu rencana
Rosa sang gadis muda
Ia perlu jeda
Keluar dari bising kota
Menyepi ke desa

Semua ia punya
Harta dan kuasa
Tapi oh mengapa
Diri terasa hampa
Hidup tak bermakna

Malam terakhir di kota
Di bulan puasa
Rosa khusyuk berdoa
Ya Allah aku ingin hijrah
Berikan hidayah
Berzikir Si Rosa

Lailaha Illallah, Lailaha Illallah
Lailaha Illallah, Lailaha Illallah
Lailaha Illallah, Lailaha Illallah

-000-

Terpencil itu desa
Di lereng gunung yang indah
Rosa menyendiri di sana
Tapa brata

Begitu banyak buku dibawa
Dari filsafat, hingga agama
Semua akan dilahapnya
Rosa ingin batinnya hijrah

Satu hari di suatu senja
Menyusuri sungai, berjalan Rosa
Dilihatnya Pak Tua
Menangkap ikan dengan jala
Merekapun bercakap
Namanya Pak Dipa

Mulai dari basa basi
Hingga diskusi berisi
Terkagum Si Rosa
Begitu arif pak Dipa
Begitu luas pengetahuannya
Begitu dalam renungannya

Ujar Pak Dipa
Agama itu hanya pupuk
Agar tumbuh cinta di hati
Cinta itulah api
Agama hanya sumbunya
Cinta itu yang mengubah
Agama hanya formula

Berpisah mereka di ujung senja
Rosa tak menyangka
Matanya terbuka
Bukan oleh buku yang ia bawa
Tapi diskusi dengan pak Dipa

Dimanakah rumahnya?
Tanya Rosa pada pak Dipa
Pak Dipa menunjuk gubuk di lembah
Tinggal di sana sejak lama

-000-

Esok harinya, berjalan lagi Rosa
Berjumpa dengan pak Tua
Juga esok lusa
Juga esok setelah lusa
Sepuluh hari sudah
Rosa seolah berguru dan mengaji

Pak Dipa bercerita dan berkisah
Soal agama dan roda
Jiwa itu seperti ban sepeda
Aneka agama jerujinya
Semakin menyelami agama punya inti
Semakin jeruji menyatu di titik yang sama
Itu titik cinta
Titik temu aneka agama

Pak Dipa juga bercerita
Tentang Tuhan dan semesta
Hanya Tuhan yang misteri
Di luar Tuhan, wilayah ilmu belaka
Namun ilmu itu realita
Makna lebih tinggi dari realita

Habis sudah waktu Rosa
Buku yang ia bawa
Tak sempat dibaca
Ia lebih senang bersua
Diskusi dengan Pak Dipa
Setiap malam direnungkannya

-000-

Hari terakhir di desa
Rosa kembali ke sungai sana
Mengunjungi Pak Dipa
Ingin pamit pulang ke kota

Namun tiada pak Dipa di sana
Lama Rosa menunggu
Tidak seperti biasa
Pak Dipa tak kunjung tiba

Rosa teringat rumah Pak Dipa
Yang kabarnya di lembah sana
Tok tok tok pintu diketuk
Keluar gadis sebaya

Bisa jumpa Pak Dipa?
Saya Rosa ingin pamit kembali ke kota
Gadis itu perkenalkan diri
Saya Desi, cucu dari Pak Dipa

Dipersilahkan duduk Rosa
Desi lama berdiam diri
Ada apa tanya Rosa
Ada yang salah?

Desi bertanya
Bagaimana ciri pak Dipa?
Rosa menjabarkan cirinya
Desi tunjukkan foto Pak Dipa.
Ya ujar Rosa
Itu pak Dipa
Dengan semangat Rosa bercerita
Berhari hari diskusi mereka

Desipun bercerita
Pak Dipa sudah wafat 20 tahun lalu
Ia memang seorang guru
Selalu ingin berdakwah
Sebelum wafat 20 tahun lalu
Itu permintaannya selalu
Agar Tuhan tetap ijinkan
Ia ingin terus berdakwah
Terutama kepada batin yang ingin hijrah
Rosa bukan kasus yang pertama

Rosa melompat dari kursinya
Ia terpana, luar biasa
Bulu kuduknya merinding
Apa?
Pak Dipa pak Tua tempatnya berguru
Jumpa sejak 10 hari lalu
Sudah wafat 20 tahun lalu
Bagaimana bisa?

Namun Rosa tenang kembali
Teringat pak Dipa yang welas asih
Astaga naga
Banyak yang terduga
Rosa bergumam di hati

-000-

Kembali ke kota si Rosa
Tapi ini Rosa yang beda
Pengalaman di desa
Sungguh membuatnya hijrah

Dikirimmya doa untuk Pak Dipa
Gurunya yang tak biasa
Rosa mensyukuri pencerahan
Ini berkah Tuhan
Walau datang dengan cara tak biasa
Sungguh tak biasa

Rosapun berzikir

Lailaha Illallah, Lailaha Illallah
Lailaha Illallah, Lailaha Illallah
Lailaha Illallah, Lailaha Illallah

 

 

 

  • view 344