Mendaki Puncak Nurani

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 01 Juni 2017
Puisi Ramadhan

Puisi Ramadhan


Renungan

Kategori Spiritual

11.2 K Wilayah Umum
Mendaki Puncak Nurani

Saur Hari Ke Enam

Mendaki Puncak Nurani
Denny JA

Suatu hari di sebuah perguruan
Ratusan murid mendengar pembekalan
Mereka siapkan perjalanan abadi
Mendaki puncak nurani

Terkisah guru bernama Ali
Pengikutnya banyak sekali
Ujarnya di suatu pagi

"Hidup hanya sekali
Sekali Berarti
Setelah itu mati
Jangan mati sebelum capai puncak
nurani"

Dimana letak beda
Antara hamba pada umumnya
dan segelintir insan utama?
Bedanya: puncak nurani!
Yang lulus capai puncak nurani
Bukan hamba pada umumnya
Tapi hanya segelintir insan utama

Apa penanda
Calon penghuni surga
dan calon penghuni neraka?
Penanda: puncak nurani!
Yang lulus capai puncak nurani
Bukanlah calon penghuni neraka
Tapi calon penghuni surga
Bukan surga di akhirat
Itu kuasa Tuhan semata
Tapi surga di pikiran
Surga di pucuk hati

Guru Ali terus berceramah
Massa mendengar penuh takjub

Puncak nurani
Itu capaian tertinggi
Ia adalah mata air
Darinya kearifan bermuara
Darinya kebaikan mengalir

Besok dimulai perjalanan
Butuh waktu bulanan
Namun puncak nurani
Hanya untuk yang terpilih

Hamba pada umumnya
Segera berguguran
Tersingkir di aneka tikungan
Tak lulus aneka ujian

Semua murid berdoa dalam hati
Semoga termasuk yang terpilih
Bukan hamba pada umumnya
Tapi segelintir insan utama
Lulus aneka cobaan
Lewati aneka tikungan
Atasi aneka godaan
Taklukkan aneka ujian

Mereka koor bersama
Jangan mati
Sebelum capai puncak nurani
Hidup hanya sekali
Capailah puncak nurani

Bersama pula mereka berzikir

La Ilaha Illahllah, La Ilaha Illahllah
La Ilaha Illahllah, La Ilaha Illahllah
La Ilaha Illahllah, La Ilaha Illahllah

-000-

Perjalanan sangat panjang dimulai
Mereka berkumpul di halaman
Sebelum tinggalkan perguruan
Dimulai ujian pertama

Tak semua murid ikut serta
Ujar di si Aru
Maafkan aku guru
Aku tak bisa ikut pergi
Kakiku tak kuat mendaki

Ujar si Badu
Mohon ampun guru
Hamba sudah bersiap pergi
Namun ada urusan keluarga
Hamba mohonkan
Tak ikut perjalanan

Beserta Aru dan Badu
satu rombangan batal pergi
Karena alasan itu dan ini

Guru Ali senyum saja
Jauh lebih banyak murid ikut serta
Mereka bersorak
Semangat meledak
Yel diulang berkali kali
Jangan mati
Sebelum capai puncak nurani

Berminggu- minggu perjalanan
Habis sudah bahan makanan
Pendakian masuki era sulit
Undurkan diri sebagian murid

Ana berseru
Maaf guru
hamba mendaki sekian saja
Bukan hamba tak bersedia
Ada penyakit hamba
Akan kambuh begitu saja
ialah ketika lapar menggoda

Ari menimpali
Guru, sudah coba kuakali
Mohon aku tak melanjutkan
Pendakian aku hentikan
Tak kuduga ini jalan
Lebih sulit dari yang kukira

Bersama Ana dan Ari
Sebagian murid undur diri
Guru Ali senyum di hati
Lebih banyak yang terus mendaki

Perjalanan terus dilanjutkan
Peserta hilang pelan pelan
Bekal minumpun habis sudah
Bergantung pada alam saja
Tantangan semakin sulit
Semakin sedikit tersisa murid

Berminggu- minggu perjalanan
Semakin jauh kampung halaman
Kembali murid undur diri
Tak bersedia lanjut lagi

Tati berkata:
Guru, lanjut aku tak bisa
Hamba sanggup tahan lapar
Tapi tak sanggup tahan haus
Daripada mengganggu mereka
Maaf hamba undur diri saja

Ihsan merespon juga
Guru maafkan hamba
Biarkan hamba kembali
Setelah merenung lagi dan lagi

Hamba inginkan puncak nurani
Tapi itu bukan hamba punya peruntungan
Bukan tak sanggup atasi rintangan
Hamba hilang semangat saja

Guru Ali senyum belaka
Beri semangat yang tersisa

Perjalanan terus mendaki
Medan semakin ngeri
Kurang makanan
Kurang minuman
Sangat panas di alam bebas
Sangat dingin di malam lepas
Oh ini jalan tak biasa
Sungguh untuk mereka yang ekstra

Dara menyela pelan
Guru cukup sekian perjalanan
Hamba hitung kemampuan
Tak lagi ada harapan

Hamba tahan lapar dan haus
Tapi tak tahan lembah yang terjal
Itu bukan dunia hamba
Maafkan hamba

Daru mengaku jua
Guru selamat untuk yang tersisa
Untuk lanjut hamba tak bisa
Mendaki terjal, hamba kuasa
Tapi tak tahan ini cuaca
Jika hamba merana
Menjadi beban sahaja
Ijinkan hamba pamit
Hormat hamba selaku murid

Gur Ali memeluk mereka
Beri semangat yang tersisa


-000-

Rombongan murid semakin sedikit
Dari ratusan tinggal puluhan
Dari puluhan tinggal belasan
Sampailah mereka ke lereng tepi
Puncak nurani setahap lagi

Kini gantian justru guru undur diri
Ujar Guru Ali
Anak- anakku yang kucinta
Tugasku selesai sudah
Hanya mengantar ke lereng saja

Itulah aturan perguruan
Itulah acuan perjalanan
Untuk sampai ke puncak tertinggi
Itu upayamu pribadi

Kau harus jalan sendiri
Hanya andalkan diri
Lepas dari kumpulanmu
Lepas dari guru

Murid yang tersisa terpana
Ujar mereka
"Tanpa guru, apakah kami bisa?
Puncak nurani jauh di sana
Tiada kami tahu rutenya
Tiada kami kenali resikonya"

Guru Ali beri pesan
Selalu ada jalan
Bagi hati yang membara
Selalu ada petunjuk
Bagi insan utama

Mencapai puncak nurani
Hanya bisa ikhtiar pribadi
Perguruan hanya menemani
Paling jauh ke lereng tepi
Itulah hukum besi
Hukum perjalanan diri

Pak Darta ada di sana
Guru Ali dipeluknya
Beserta murid lainnya
Berpencar mereka

Meraih puncak inilah hukumnya
Tiada lagi guru
Tiada lagi diskusi
Ini perjalanan pribadi

Menaklukkan lembah tersulit
Melewati badai tehebat
Mengatasi cuaca terkeras
Sampailah Pak Darta
Tiba di puncak nurani
Seorang diri

Dilihatnya kecil itu kawah
Tergenang air tak biasa
Inikah puncak nurani?
Inikah puncak pencarian manusia?
Inikah puncak perjalanan abadi?
Suasana hening mencekam

Terkaget pak Darta
Dalam air yang tak biasa
Di kawasan puncak nurani
Itu cermin yang gaib
Ia melihat tak hanya wajahnya
Tapi juga rupa batinnya
Ia terserap dalam ekstasi
Lupa ruang lupa waktu

Di puncak nurani
Diperolehnya pengertian
Dicapainya kearifan

Tampak oleh mata batin
Sebuah mata air
Darinya kebaikan mengalir
Darinya cinta menebar

-000-

Dari puncak, berdiri pak Darta
Menyapu alam melihat ke bawah
Begitu banyak lereng terhampar
Semua perguruan berhenti di lereng
Begitu banyak lereng menyebar
Semua kumpulan terhenti di lereng

Teringat ia ucapan guru Ali

Anak anakku dengarkanlah
Ini hukum besi puncak nurani
Semua guru memang mampu
Tapi mampu antar hanya ke lereng
Semua Imam hanya mampu
Tapi mampu temani hanya ke lereng

Untuk mendaki puncak nurani
boleh dengarkan guru
Tapi jangan terikat padanya
Boleh dengarkan imam
Tapi jangan terikat padanya

Boleh kau bersandar ilmu
Tapi jangan terikat padanya
Boleh harapkan pengalaman
Tapi jangan terikat padanya

Mencapai puncak nurani
Itu upayamu pribadi
Itu ikhtiarmu sendiri
Itu jalan yang sepi
Hanya satu yang menemani
Nuranimu sendiri
Puncak hatimu sendiri
Kesadaranmu sendiri

Bersyukur Pak Darta
Takjub luar biasa
Puncak nurani tercapai sudah
Ia pun berzikir

La Ilaha Illahllah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illahllah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illahllah, La Ilaha Illallah

 

 

 

 

  • view 465