Bulan Puasa Cermin Jiwa

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 27 Mei 2017
Puisi Ramadhan

Puisi Ramadhan


Renungan

Kategori Spiritual

10.7 K Wilayah Umum
Bulan Puasa Cermin Jiwa

Sahur Hari Pertama

Cermin Jiwa Bulan Puasa
Denny JA

(1)

Ia berteriak seketika
Kaget luar biasa
Dinding dihadapannya berubah rupa
Menjelma cermin, cermin bagi jiwa
Dilihatnya wajah sukma
Sepi dan duka
Dan dua raksasa
Sebagai penguasa jiwa

Itu malamnya yang terakhir
Tujuh malam penuh zikir
Di setiap malam buta
Hening dan gulita
Menangis gadis belia
Rosa namanya
Berdoa dengan air mata

Ya Allah, ya Tuhanku
Penguasa Hilir dan Hulu
Bukakan rahasia
Singkapkan rahasia
Hadirkan rahasia
Singkapkan itu tabir
Singkapkan itu hijab
Pertemukan aku dengan batinku
Pertemukan aku dengan sukmaku

Berminggu sudah Rosa berdoa
Dihimpit dosa dunia
Diiris oleh derita
Ia butuh peristiwa
Peristiwa tak biasa
Ia ingin hijrah

Sebuah bulan, bulan puasa
Tiga puluh hari lamanya
Sudah tiba
Semoga tiba pula berkah Tuhanku
Kuingin jumpa jiwaku
Rosa pun berzikir

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

(2)

Terkaget itu Rosa
Bulan puasa menjelma cermin jiwa
Tampak di cermin itu
Bukan hanya matanya yang ragu
Tapi juga batinnya yang beku

Bulan puasa membawa Rosa
Berkelana ke dalam semesta
Semesta batinnya sendiri
Semesta jiwanya sendiri
Semesta nuraninya sendiri

Rosa sudah keliling dunia
Tapi belum keliling alam jiwa
Rosa sudah kunjungi penjuru negri
Tapi belum kunjungi batin sendiri

Ya Allah
Inikah suasana Jiwa?
Tanya Rosa terpana
Termangu di pintu gerbang jiwa

Banyak mahluk di sana
Ada mahluk bernama takut
Ada mahluk bernama amarah
Ada mahluk bernama dengki
Ada mahluk bernama harapan
Ada mahluk bernama syukur
Ada mahluk bernama ikhlas
Tapi semua serdadu belaka

Dilihatnya pula di pojok sini
Mahluk bernama akal budi
Namun tak diduga
Akal budi pekerja belaka
Penguasa batin bukan ia

Rosa mencari ke sana ke sini
Siapakah penguasa batin tertinggi?
Terkaget alang kepalang si Rosa
Di hadapannya berdiri dua raksa
Begitu perkasa, begitu wibawa

Rosa cepat menganalisa
oh, itu dia
Dua raksasa penguasa jiwa
Yang satu raksasa kebaikan
Yang satu raksasa keburukan
Mereka bertarung abadi
Berebut Rosa punya diri
Kadang menang raksasa kebaikan
Kadang menang raksasa keburukan
Mahluk lain dalam jiwa
Hanya budak mereka

Lama Rosa menatap dua raksasa
Oh mengapa?
Raksasa keburukan lebih perkasa
Matanya lebih menyala
Ototnya lebih baja
Suaranya lebih gagah

Kini Tahulah Rosa
Penyebab derita menganga
Raksasa kebaikan dalam diri
Kalah perkasa, kalah ngeri
Wah itu celaka!

-000-

Malam itu setelah berbuka puasa
Setelah sholat terawih bersama
Datang Rosa menghadap Sidarta
Dibawanya tanya pengganggu jiwa

Guru, ada apa dengan raksasa kebaikan dalam diriku?
Mengapa ia kalah perkasa dengan raksasa keburukan?

Ujar Sidarta
Dirimu perawat mereka
Dirimu penentu utama
Raksasa mana yang kau bela?
Semakin banyak kau manja
Raksasa semakin perkasa
Mungkin tanpa kau sadari
Raksasa keburukan yang kau sayangi

Mustahil guru
Mustahil kurusak diriku
Raksasa keburukan itu musuhku
Walau ia bersemayam dalam jiwaku

Rosa anakku
Alam sadar kadang keliru
Tak sepenuhnya kontrol prilaku
Bukan ia raja penentu

Guru, Apa yang harus kulakukan?
Agar yang berkuasa raksasa kebaikan?

Tuhan sudah mengirimkan bulan puasa
Tiga puluh hari kau punya kuasa
Raksasa kebaikan bisa kau manjakan
Raksasa kebaikan bisa kau utamakan
Makanannya memang tak biasa
Ia hanya suka cinta
Hanya cinta saja

Tumbuhkan cinta ketika kau tidur
Tumbuhkan cinta ketika kau sahur
Tumbuhkan cinta ketika kau berbuka
Tumbuhkan cinta ketika kau tarawih
Tumbuhkan cinta ketika kau berdoa
Tumbuhkan cinta ketika kau tahan lapar
Tetaplah tumbuhkan cinta
Walau bulan puasa sudah purna

Pohon, bangku dan meja koor bersama
Tumbuhkan cinta di hatimu
Tumbuhkan cinta di jiwamu
Ya, ya, ya, hanya cinta
Hanya cinta saja
Tiada lainnya
Cinta Tuhan semata
Cinta manusia jua

-000-

Bulan puasa bagi Rosa
Memang bulan tak biasa
Ialah bulan cermin jiwa
Ialah bulan menyelami sukma
Ialah bulan tumbuhkan cinta

La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah

Mei 2017

 

 

 

  • view 595