Puisi Sahabat

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Februari 2016
Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya

Kumpulan Puisi Soal Cinta dan Lainnya


Kategori Puisi

60.8 K Tidak Diketahui
Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Oleh Denny J.A

Langit yang damai di satu senja
Burung jalak terbang bersama
Menikmati angin, bersama
Melukis langit, bersama
Riang lepas, bersama

Mereka lintasi
Gunung dan laut bersalaman
Mereka jelajahi
Hutan dan pantai berangkulan

Seperti burung jalak di sana
Aku hanya terbang saja
Bersama teman, menikmati angin
Bersama teman, melukis langit
Bersama teman, riang lepas
Bersama teman, berbagi duka
Aku hanya melayang saja

Tak pernah kurenungkan bahkan sekelebat
Mengapa aku bersahabat?
Apa tujuan bersahabat?
Apa yang kau beri pada sahabat?
Apa yang kau ambil dari sahabat?

Pertanyaan itu
Tidak menggangguku
dan aku tak mau peduli

Aku seperti burung jalak itu
Bersama teman-teman
Hanya ingin terbang selalu
Aku hanya ingin membagi hati
Untuk selalu saling memberi
Untuk saling peduli

Dan mereka menamakannya persahabatan

Juli 2015


  • Hamim Jauhari
    Hamim Jauhari
    1 tahun yang lalu.
    Salam hangat Mas Denny! Tema puisi yang sangat menarik. Hal ini ingatkanku akan kata seorang teman dalam satu percakapan. Ia bilang persahabatan sangat mirip dengan tali yang membentang di sekeliling arena tinju, sebuah ring. Seutas tali yang tidak mengikat namun membuat batasan. Satu saat bersama-sama, berlaga, terjadi rivalitas di dalamnya untuk pencapaian. Kadang juga berbakuhantam, tidak kurang alasan. Mungkin ide atau gagasan, mungkin sikap atau tindakan. Di dalamnya juga kita boleh mengeluh ketika terhantam, atau riang ketika menang, atau meratapi kekalahan. Mendengar nasehat dari para pelatih, bahkan peringatan dari wasit dan berpelukan, saling merangkul usai pertandingan. Di dalamnya juga bisa bangkit menyongsong semua kemungkinan. Bahkah keluar arena dengan cara melompat atau menundukkan kepala lalu merangakak di bawah talinya bila diperlukan. Karena menurutnya tali persahatan memang tidak mengikat meski kenyataannya membuat batasan. Yang kuingat waktu itu aku hanya memandang, entah mau melawan kata-katanya atau sedang membuat perbandinagan