Malam Tahun Baru

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Februari 2016
Puisi Agama dan Diskriminasi

Puisi Agama dan Diskriminasi


Kategori Puisi

19.2 K Tidak Diketahui
Malam Tahun Baru

Malam Tahun Baru
Denny JA

Langit pesta kembang api
Tahun baru tiba
Tapi Mona terkesima
Warna merah kembang api
Berubah gambar masjid yang terbakar
Warna biru kembang api
Berubah gambar gereja yang terbakar
Warna hijau kembang api
Berubah gambar pura yang terbakar
Warna kuning kembang api
Berubah gambar kuil yang terbakar

"Apa arti rumah ibadah yang terbakar
Bersama kembang api Tahun Baru?"
Mona terdiam lama sekali
Namun disimpannya di hati

Ia kini berada di kerumunan
Sang senior sedang berkotbah

"Dari tanah seribu mesjid Timur Tengah
Hingga negara penuh gereja Brazilia
Dari wilayah seribu candi di India
Hingga negara tak beragama di Cina
Langit berpesta kembang api yang sama
Tahun baru, hari raya umat manusia"

"Dari negara kecil di Afrika
Hingga komunitas super power Amerika
Dari komunitas tua di Roma
Hingga negara baru Rusia
Malam berpesta kembang api yang sama
Tahun baru, hari raya umat manusia"

Demikianlah pidato Mario sang aktivis
Mona mendengarkannya sambil duduk manis
Kembang api baru saja melukis langit
Tahun baru sudah terbit

"Tuhan pencipta semesta Tuhan kita bersama
Bukan Tuhan milik hanya satu agama
Surga yang dijanjikan mimpi kita bersama
Bukan untuk satu agama
Umat manusia bersaudara
Perlu hari raya bersama
Tahun Baru kita angkat harkatnya
Menjadi hari raya untuk semua"

Yang hadir di sana
Menjadi pendengar setia
Mario membuat mereka terkesima
Mereka hanya diam tak bersuara

"Cintailah agamamu
Cintailah ideologimu
Cintailah negaramu
Namun di atas semua itu
Cintailah manusia yang satu
Jadikan spirit itu
Pesan suci Tahun Baru!"

Mona mendengarnya termangu
Tak disadarinya konsep tahun baru seberat itu
Semula baginya
Tahun baru liburan belaka
Dirayakan bersama handai taulan
Kadang terompet dibunyikan
Pesta kembang api menjadi hiburan

Ia memang nikmati count down bersama
Berteriak menyebut angka
"lima, empat, tiga, dua, satu: Aha!
Tahun baru tiba
Terompet bergema
Mereka yel bersama
Kadang bernyanyi berdansa
Saling berpelukan
Kadang berciuman
Ini memang pesta buat semua
Namun pesta yang ringan saja

Pidato Mario kini mengganggunya
Sebagai aktivis muda usia
Kadang ia putus asa
Agama mengkotak-kotakan manusia
Di tangan penganutnya yang buta
Gereja dibakar di sana
Masjid dibakar di sini

Mona meyakini

Apapun agamanya, manusia itu satu
Apapun etniknya, manusia itu satu
Apapun negaranya, manusia itu satu
Saatnya umat manusia yang satu
Punya hari raya bersama yang satu

Bersemangat Si Mona
Keras tangan Mario dijabatnya
Bergetar ia berkata
"Ayo senior kita sekata
Tahun baru kita angkat harkatnya
Sebagai hari raya umat manusia
Dengan pesan yang mulia;
Mari cintai manusia saja!"

Mona menatap Mario bahagia
Kembali Mona terkesima
Di bola mata Mario
Kembali dilihatnya
Masjid dibakar massa
Gereja dibakar massa
Pura dibakar massa
Kuil dibakar massa


31 Des 2015

  • view 250