Puisi Bocah Muslimah di Hari Natal

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Februari 2016
Puisi Agama dan Diskriminasi

Puisi Agama dan Diskriminasi


Kategori Puisi

18.4 K Tidak Diketahui
Puisi Bocah Muslimah di Hari Natal

Puisi Bocah Muslimah di Hari Natal

Oleh : Denny JA

Ayah,
Akankah Tuhan marah
Aku seorang muslimah
Selamat Natal aku ucapkan
Kepada temanku katolik dan protestan?

Ataukah Tuhan senang
Temanku menjadi riang
karena aku ikut bahagia
di hari Natal mereka?

Pak Ahmad tertegun dan terdiam
Ludahnya tak sengaja tertelan
Apa yang harus ia katakan
Putrinya baru usia belasan?

Ia teringat pohon di belakang rumah
Suatu ketika di malam bulan purnama
Pohon itu membesar menjadi raksasa
Puncaknya menyentuh langit
Di ranting satu bergantung masjid
Di ranting dua bergantung gereja
Di ranting tiga bergantung pura
Di ranting empat bergantung kuil
Di ranting lima bergantung Vihara

Pandangan itu sekejap saja
Datang dan pergi

Haruskah ia ceritakan
Agama banyak aliran
Ulama banyak tak sepaham
Siapa menjadi pegangan?

Ucapkan Natal, haram hukumnya
Ini kata Buya Hamka
Ucapkan Natal, halal hukumnya
Dien Syamsudin yang menyatakannya

Buya Hamka pernah menjadi ketum MUI
Dien Syamsudin pernah? menjadi ketum MUI
Keduanya dihormati
Namun keduanya tak sehati

Pak Ahmad, haji yang taat
Sholatnya tak pernah tinggal walau satu rakaat
Namun sejak Nabi Muhammad wafat
Banyak versi Islam yang terlihat

Ada yang Sunni keyakinannya
Ada Syiah yang dipercaya
Ada Ahmadiyah namanya
Ada Nation of Islam pahamnya
Ada wahabisme alirannya
Ada Islam liberal pandangannya
Ada Muslim progresive namanya
Ada Islam berkemajuan slogannya
Ada pula Islam Nusantara

Masing-masing paham punya ulama
Mereka tak satu muara
Semua menyatakan kebenaran di pihaknya
Siapa yang harus diikutinya?

Wanita dilarang menyetir mobil di Saudi Arabia
Wanita ditasbih Imam Sholat di Amerika
Keduanya mengaku Islam dasarnya
Namun mengapa sungguh beda?

Gay dihukum mati di Timur Tengah
Gay punya mesjid di Eropa
Keduanya mengaku Islam dasarnya
Namun mengapa sungguh beda?

Ayah, ujar putrinya
Yang benar yang mana?
Tuhan marah atau Tuhan suka?
Jika selamat Natal aku ucapkan?

Lembut kepada putrinya
Pak Ahmad berikan mutiara

"Anakku, nabi sudah tiada
Yang tersisa hanya ulama
Namun mereka tiada satu suara
Ulamapun bisa salah"

Ini prinsipnya

"Lakukan saja untuk temanmu
Apapun yang kamu senang dilakukan
oleh temanmu padamu"

"Jangan lakukan pada temanmu
Apapun yang kamu tidak senang dilakukan oleh temanmu padamu"

"Ayah, hatiku senang
ketika teman-temanku riang
walau beda agama
mereka ucapkan kepadaku
Selamat idul fitri
Maaf lahir batin"

"Teman- temanku pasti juga senang
Jika hatiku riang
Ucapkan selamat natal pada mereka
Semoga damai di bumi salamnya"

"Jika itu keyakinanmu
Lakukan tanpa ragu"

Lagu Natal berdentang di luar Jendela
Pak Ahmad mencium kening putrinya
dan berkata: Alhamdulilah

Di TV terdengar berita
Planet Mars sudah dijelajah Amerika
Jepang mengembangkan robotika

Pak Ahmad sedih melihat Indonesia
Yang masih berkutat soal lama
soal ucapan Natal, halal atau haram?

kembali pak Ahmad ke belakang rumah
Pohon itu kembali mekar raksasa
Bergantungan di rantingnya
Aneka rumah ibadah
Aneka agama

Akhir Desember 2015

  • view 4.8 K