Indonesia Merdeka

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Februari 2016
Puisi Agama dan Diskriminasi

Puisi Agama dan Diskriminasi


Kategori Puisi

18.8 K Tidak Diketahui
Indonesia  Merdeka

Indonesia Merdeka

Oleh Denny JA

"Ada apa dengan bendera merah putihku" Tanya pak Hamid.

Ia sedang upacara bendera. Proklamasi tengah dirayakan.
Namun terlihat merah putih yang tak biasa

Cacing bergerombol  di warna merahnya. Lumpur bergerombol di warna putihnya.

Jelas ia cinta ini negara
Ia ingin bangga
Namun berita itu membuatnya duka
Apalagi ia guru agama

Masih terngiang cerita tetangga
Seorang dosen kampus sebelah
Indonesia kini terburuk di dunia
Tak melindungi keberagaman warga

Tahun 2014, dari hampir 200 negara, 
Indonesia termasuk  7 terburuk 
Bersama Burma dan Rusia
Oh.. celaka!

Ada yang diusir dari tanahnya sendiri
Tahunan sudah menjadi pengungsi
Ada yang dilarang berdoa
Di rumah ibadah yang mereka punya


Korupsi  meraja lela
Indonesia termasuk yang terpuruk
Kalah dengan Malaysia
Apalagi Singapura
107 rangkingnya

Ekonomi  porak poranda
Indonesia termasuk yang miskin
Kalah dengan Thailand dan Turki
102 rankingnya kini

Soal indeks bahagia, Indonesia tiada pula bangga. Kalah dengan Vitnam dan India.
76 rangkingnya 


Aktivis itu sodorkan sumber berita
Semua hasil riset lembaga terkemuka


"Oh celaka.."
Apa yang harus ia ceritakan pada muridnya. Bukankah berbohong itu berdosa?

Di kelas selalu dikisahkannya
Pemimpin negeri ini sangatlah amanah
Rakyatnya mudah senyum pertanda ramah
Ini tanah yang kaya raya
Tongkat dan batu ditanam jadi permata


Apa yang harus ia katakan
Ketika muridnya menyerbu dengan pertanyaan
Jika pemimpin amanah,
mengapa korupsi meraja-lela?
Jika tanahnya kaya,
Mengapa ekonomi porak poranda?
Jika rakyatnya ramah,
Mengapa indeks bahagia rendah?
Jika keberagaman dilindungi,
Mengapa terburuk soal toleransi?

Astaga!
Ujar Hamid, sang guru agama.
Ia terus hormat bendera
Hidmat ia ikuti itu upacara


Ditekadkannya di hati
Ia tetap cinta ini negeri
Apapun yang terjadi
Dididik murid untuk hormat ibu pertiwi

Ia tak punya kuasa
Tak bisa mengubah dunia
Tapi ia punya cinta
Tak peduli sekecil apa
Untuk ikut cerdaskan bangsa


Ia hanya ingin mengabdi saja
Sekecil apapun untuk Indonesia
Walau ia sering ditipu daya
oleh  penguasa negara


Sesampainya di rumah
Kembali dilihatnya bendera merah putih itu
Cacing bergerombol di warna merahnya
Lumpur bergerombol di warna putihnya.
Sekuat tenaga ia bersihkan bendera

Dengan air  matanya. Dengan darahnya. Dengan pengabdiannya.



(Agustus, 2015)

  • view 314