Beras pun Menangis di Pilkada Jakarta

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 18 April 2017
People Power Menentang Ahok

People Power Menentang Ahok


Tulisan dan Puisi Pilkada Jakarta

Kategori Acak

467.7 K
Beras pun Menangis di Pilkada Jakarta

Beras pun Menangis di Pilkada Jakarta
Denny JA

Suatu malam di Jakarta
Langit sudah gelap gulita
Di ujung era kampanye pilkada
Terbangun penduduk sekota

Terdengar rintihan tak terduga
Suara menyayat di ujung sana
Siapa yang menangis itu?
Tanya Pak Lurah membuka pintu
Siapa sedih tersedu?
Tanya Bu RT nyalakan lampu

Penduduk bersama ke luar rumah
Ada yang masih pakai piyama
Semua heran dan bertanya
Berkerumun mencari suara

"Suara itu dari sana, pak Haji!"
Ujar si Dul anak Betawi
"Itu suara dari gudang beras."
Teriak mpok Tini dengan keras

Penduduk semakin heran tercengang
Tak pernah terjadi sebelumnya
Ini masih jam dua subuh hari
Kok ada tangis tak henti

Merekapun bersama bergegas
Berjalan menuju gudang beras
Penasaran mencari itu suara
Ada apa sebenarnya?

Bersama mereka buka pintu gudang
Lampu dinyalakan hingga terang
Kaget mereka alang kepalang
Ini kejadian tak terbayang

Ratusan kantong beras menangis
Dengan suara teriris
Lantainya penuh air mata
Memohon tolong segera

Kantong beras paling besar bicara
"Tolonglah kami para warga
Kami sungguh tak rela
Sungguh, sungguh tak rela."

Penduduk takjub seketika
Baru kali ini beras bisa bicara
Baru kali ini beras titikkan air mata
Ha?
Wow?
Astaga?
Ya Allah?
Penduduk heran luar biasa
Mereka saling tatap mata

Pak Lurah tenangkan warga
Ia maju ke muka
Warga mulai reda
Semua membuka telinga

Ujar pak Lurah
"Wahai beras bicaralah terbuka
kisahkan peristiwa sebenarnya
Kami bantu apa yang bisa"

Perwakilan beraspun bicara
Betapa mereka kini menderita
Padahal turun temurun sudah
Sejak zaman dahulu kala
Mereka hadir sehatkan warga

"Kami datang ke bumi
Agar dimasak menjadi nasi
Dilahap menjadi gizi
Itulah tugas tertinggi

Tapi kini kami disalah gunakan
Kami menjadi barang sogokan
Kami dibagi bagikan
Agar calon gubernur dimenangkan"

Kini kami bersedih hati
Dijadikan alat korupsi
Untuk membeli suara
Untuk mengalihkan suara

Oh kami tak rela
Beras satu gudang koor bersama
"Oh, Kami tak rela
Tapi kami tak kuasa."

Beraspun bercerita
Betapa ia dipesan yang punya dana
Dibagikan ke orang miskin kota
Untuk sukseskan calon menang pilkada

Mengapa harus kami?
Beras menangis tak henti
Para warga mendengarkan dengan hati
Kini ikut bersedih


April 2017

 

 

 

 

  • view 3.1 K