TEMPO.CO soal Lembaga Survei yang Paling Valid

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 18 April 2017
People Power Menentang Ahok

People Power Menentang Ahok


Tulisan dan Puisi Pilkada Jakarta

Kategori Acak

468.2 K
TEMPO.CO soal Lembaga Survei yang Paling Valid

TEMPO.CO: Lembaga Survei Mana Yang Lebih Valid (the best result)?

Setelah mengurai survei terakhir dari lima lembaga survei untuk pilkada Jakarta putatan kedua, Tempo.co bertanya lembaga survei mana yang valid (the best result)?

Tempo.co berasal dari grup Majalah Tempo dan Koran Tempo. Artikel soal ini dalam bahasa Inggris senin 17 April 2017. Namun edisi bahasa indonesia artikel itu banyak dimuat media lain.

Yang menarik, Tempo.co menjawab pertanyaan itu dengan menguji BUKAN Survei terakhir aneka lembaga di putaran pertama pilkada DKI. Tempo mengujinya melalui Quick Count aneka lembaga survei di putaran pertama pilkada Jakarta.

Tempo.co sudah melakukan metode yang benar, yang jarang dipahami orang awam.

Mengapa membandingkan hasil publikasi survei terakhir dengan real count KPU adalah SALAH secara metode?

Survei itu dibuat dengan asumsi jika pilkada terjadi di hari ketika survei dilakukan. Pertanyaan standardnya: jika pilkada dilakukan hari ini, siapa yang ibu bapak pilih?
Ini pertanyaan yang diterapkan dan valid berdasarkan kajian akademik. Responden hanya pasti dengan pilihannya di hari, bahkan di detik ketika ia ditanya.

Untuk kasus Indonesia (apalagi Jakarta), survei terakhir dilakukan paling dekat seminggu sebelum hari pencoblosan. Wawancara tatap muka butuh waktu wawancara dan tabulasi yang setidaknya 7 hari.

Potret survei itu hanya menggambarkan pilihan responden di hari survei. Membandingkan akurasi survei di hari, katakanlah 7 hari sebelum pencoblosan, dengan hasil real count (hari pencoblosan) itu sebuah logical falacy.

Itu hanya bisa dibandingkan dgn asumsi selama 7 hari setelah survei tak terjadi perubahan berarti dalam prilaku pemilih. Asumsi ini hanya benar untuk wilayah yang sangat statis. Tapi akan salah untuk wilayah yang dinamis: wilayah yang migrasi suara bisa terjadi setiap saat.

Jika hasil survei terakhir berbeda dengan real count belum tentu hasil surveinya tidak akurat. Tapi selalu mungkin dinamika setelah survei dilakukan berpengaruh signifikan mengubah peta pemilih.

-000-

Membandingkan kapabilitas lembaga survei berdasarkan quick countnya vs real count KPU itu yang benar secara metode. Mengapa?

Antara quick count lembaga survei dan real count KPU memotret prilaku pemilih di waktu yang sama. Tak ada jarak 7 hari-14 hari seperti antara survei terakhir vs real count KPU.

Quick count memotret hasil ketika TPS sudah tutup dan suara per TPS selesai dihitung. Real Count melakukan yang sama. Bedanya, quick count hanya menghitung dengan sistem sampel. Sekitar 2-3 jam setelah hasil TPS diumumkan, hasil quick count diketahui. Real Count membutuhkan waktu kadang 2 minggu- sebulan.

Pada quick count itulah kapabilitas lembaga survei dalam mengambil teknis sampling dan kualitas kerja lapangannya diuji. Tak ada bias TIME LAG di sana.

Tempo.co melakukan metode yang sahih ketika melacak lembaga survei mana yang paling valid (best result), dengan melihat selisih quick count lembaga itu dengan real count KPUD.

Team Tempo.co melalukan riset. Hasilnya: LSI Denny JA (Lingkaran Survei Indonesia) punya rekor selisih yang paling kecil dibandingkan real count KPUD pada putaran pertama pilkada DKI 2017. Setelah ini diikuti SMRC, dll. Jawaban pertanyaan itu, hasil riset Tempo.co meletakkan LSI Denny JA di rangking pertama.

Jika saja team Tempo.co melacak lebih jauh kepada seluruh hasil quick count dalam sejarah quick count yang pernah terjadi di Indonesia sejak pemilu langsung, Tempo.co akan mendapatkan hasil yang lebih spektakuler. Pernah terjadi selisih quick count sebuah lembaga survei vs Real Count KPUD 0.00 persen. Sama persis.

Dan sekali lagi, yang melakukan rekor selisih quick count dengan 0.00 persen adalah LSI Denny JA. Rekor ini sudah diverifikasi pihak ketiga berupa Rekor MURI

Bahkan jika Tempo. Co meriset aneka pencapaian lain lembaga survei dan meluas kepada konsultan politik, akan menemukan data yang spektakuler. Untuk hal yang terukur, aneka pencapaian puncak survei, quick count, publikasi, rekor pemenangan dan kampanye soc med, semuanya diborong LSI Denny JA.

Pencapaian di atas itu juga sudah diverifikasi oleh pihak ketiga berupa rekor MURI. Bahkan penghargaan lembaga internasional seperti Twitter Inc dan TIME Magazine untuk kasus kampanye soc med.

Peneliti alumnus UGM meneliti yang sama seperti Tempo.co tapi kasusnya adalah "sepanjang sejarah survei di Indonesia" (bukan hanya satu kasus pilkada saja).

Suka atau tidak, data yang bicara. Semua data itu bisa dilacak di Google. Dan yang memborong semua rekor itu Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA)

Ini link berita Tempo.co: https://en.tempo.co/read/news/2017/04/17/057866729/5-Pollsters-Show-Survey-Result-ahead-of-Jakarta-Runoff-Election

Ini link riset peneliti alumnus UGM soal puncak pencapaian lembaga survei dan konsultan politik dalam sejarah Indonesia

https://www.google.co.id/amp/m.republika.co.id/amp_version/olt0eu385

  • view 420