Karya yang Bertumpu pada Kaki Kiri

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 08 April 2017
Review Film

Review Film


Merenungkan isu besar film

Kategori Fiksi Umum

61.8 K Wilayah Umum
Karya yang Bertumpu pada Kaki Kiri

Karya yang Bertumpu pada Kaki Kiri
(Review Film My Left Foot, 1989)
Denny JA

Saya tercengang membaca review Bernard Share dari The Irish Time. Bukan karena novel Down of the Days dianggap novel terpenting Irish sejak era novel legenda Ulysess karya James Joice. Tapi karena penulis novel itu, Christy Brown, seorang penderita Cerebral Palsy. Sejak lahir, Brown hanya bisa menggerakkan kaki kirinya. Ia sangat sulit sekali bicara.

Ayah dan ibunya tak pernah menduga. Dari kelumpuhan itu, dapat lahir karya besar. Christy tak hanya menulis novel. Ia juga menulis puisi. Ia terlebih dahulu menjadi pelukis. Ia menggerakkan kuas hanya dengan kaki kirinya. Ia mengetik novel juga hanya dengan kaki kirinya.

Sebuah fillm dibuat berdasarkan kisah hidup yang ditulis sendiri oleh Christy Brown: My left foot. Daniel L Lewis memerankan Christy Brown dengan bagus sekali. Majalah TIME 2015 menyebut dalam cover storynya, Daniel L lewis aktor terbesar sepanjang masa.

Dalam film itu, Daniel mendapatkan Oscar pertamanya. Ia satu satunya aktor sepanjang sejarah industri film mendapatkan tiga kali Oscar untuk peran utama pria. Peran Daniel dalam My Left Foot disebut seni akting terbaik sepanjang industri film. Ia melampaui peran Marlon Brando dalam Film Godfather.

-000-

Ketika lahir, Christy dianggap ayahnya sebuah bencana. Ayah meremehkan dan melecehkannya. Sedangkan ibu memperlakukan sebaliknya. Ia menganak-emaskan Christy, mengajarkan moralitas dan semangat hidup.

Christy lahir dari keluarga yang miskin. Ia harus tidur di satu ranjang berdesakan bersama tiga adik kakaknya. Kadang lampu harus dimatikan sebelum waktunya untuk menghemat. Mereka makan seadanya, yang harus dibagi sekeluarga besar. Kadang mereka makan hanya dari bubur ke bubur lagi karena tak cukup uang.

Yang banyak membantu Christy dunia fantasi.!Ia beruntung disenangi teman-teman masa kecil. Di usia sangat dini, teman-temannya bercerita dan berfantasi soal sex. Ibu kadang mengajaknya ke gereja bercerita tentang fantasi dunia malaikat dan surga. Di hari holoween, ia diajak bermain fantasi dunia hantu dan setan.

Christy tumbuh awalnya seperti layaknya sayuran. Tak ada yang bisa ia lakukan. Untuk apapun ia tergantung ibunya. Kaki kiri yang bisa ia gerakkan juga tak ia gunakan.

Ia hanya bersedih, diam, menyaksikan susahnya hidup keluarga. Kadang ia protes bersuara namun tak ada yang mengerti suara yang ia dengungkan kecuali ibu.

Kamar Christy di lantai atas. Turun dan naik, ibu acapkali menggendongnya dari kamar di atas, ke meja makan di bawah.

Perubahan hidupnya justru dimulai ketika ia mendengar suara. Ia sedang berdua saja dengan ibunya. Ia di lantai atas. Ibunya turun tangga ke lantai bawah. Tiba tiba ia mendengar suara keras terjatuh dari tangga. Ia langsung menduga itu ibunya.

Bersusah payah, Ia mendayakan kaki kirinya. Satu satunya tubuh yang bisa ia gerakkan. Awalnya ia tak mampu. Tapi ia paksakan karena ingin menolong ibu.

Berjuang sekuat tenaga Ia turun dari ranjang. Ia turun dari tangga. Ia lihat ibunya terkapar. Ia tendang pintu dengan kaki kirinya agar ada tetangga yang datang.

Ibunya selamat. Sejak itu ia merasa menjadi orang yang bisa berguna bagi orang lain. Ia mulai mendaya gunakan kaki kirinya. Ia tidak ke sekolah. Tapi ada semacam guru informal yang datang mengajarinya membaca dan menghitung.

-000-

Suatu malam, keluarga besarnya mulai tercengang. Usia Christy sekitar 9 tahun. Adiknya bertanya berapakah 1/4 dari 25 persen? Ayahnya menjawab, 25 persen itu sudah 1/4. Tak ada lagi 1/4 dari 1/4. Adik dan kakak lain, juga ibunya mengamini Ayah.

Di lantai, tiba tiba kaki kiri Christy mengambil kapur. Bersusah payah, kakinya menulis. Tak terlalu jelas tulisannya. Tapi terbaca 1/16. Pada saat yang lain, kaki kirinya mengambil kapur menulis serupa di lantai. Semua keluarga melihat dengan tercengang. Perlahan tertulis kata pertama yang ia pernah tulis: Mother.

Keluarganya bersorak sorai. Ayah yang tadinya meremehkannya, mulai membanggakannya. Ia digendong ayahnya dibawa ke kedai minum. Ayahnya membanggakan: kenalkan anak saya Christy Brown seorang genius.

Dalam suasana kesepian dan sering menyendiri, Christy mulai mengembangkan kaki kirinya melukis dan melukis. Ia selalu mengekspresikan hatinya dengan melukis saja. Ia lukis ibunya. Ia lukis ayahnya.

Hanya tubuhnya yang lumpuh. Tapi emosinya normal seperti remaja lain. Ketika ia jatuh cinta, Christy membuat lukisan seindah mungkin untuk wanita yang dicintainya. Itu lukisan ekspresif suasana hati.

Ibu mulai khawatir. Ia tahun teman teman banyak menyayangi Christy. Tapi soal cinta lain perkara. Terdiam ibu ketika menyaksikan Christy sedih alang kepalang. Cintanya ditolak dan lukisannya dikembalikan.

-000-

Tak tahan melihat kesedihan anaknya, Ibu berinisiatif mencari guru agar anaknya menghabiskan waktu untuk melukis saja. Ia berjumpa dengan Dr Eileen Cole, seorang ahli sekaligus aktivis yang sangat berdedikasi mengembangkan bakat para penderita Cerebral Palcy.

Eileen membuat Christy tumbuh ke tahap yang lebih tinggi. Ia memberikan bacaan buku novel kelas berat karya James Joice hingga Shakespeare. Perenungan hidup Christy semakin dalam, semakin filosofis. Christy juga mengembangkan minatnya pada puisi dan novel.

Eilen juga mulai mengajarkan. Christy berbicara. Mereka berteman akrab. Christy semakin lancar berbicara. Berulang-ulang ia bersuara mengutip Shakespeare: "To be or not To be. That is the question. Wheather this nobler in mind to suffer."

Ayah sangat senang mendengar suara Christy semakin jelas dan mudah dimengerti. Sebaliknya ibu semakin cemas. Kata ibu, dari suara Christy ada harapan yang berlebih. Ia kuatir Christy kecewa yang lebih dalam.

Ibu membaca gelagat. Christy jatuh cinta pada Eileen Cole. Dengan gagah dan berani Christy mengutarakan cintanya. Ketika ia tahu, Eileen akan menikah dengan lelaki lain, Christy mengamuk dan berteriak. Begitu patah hati Christy sehingga ia pernah bunuh diri walau digagalkan.

-000-

Patah hati yang mendalam, membuat Christy menyibukkan diri dengan berkarya. Dengan satu kaki ia mengetik novel. Lahirlah aneka novel yang kemudian membuat Chisty mendapatkan tempat khusus dalam sejarah sastra negata Irish.

Di ujung hidupnya, Eileen kembali datang dan bersahabat dengannya. Eileen kembali memainkan peran penting bagi proses kreatif Christy.

Film ditutup dengan pernikahan Christy bersama perawat Maria Carr.

Untuk kedua kalinya saya menonton film itu kembali. Saya semakin tersentuh oleh kisah Christy, individu yang berhasil melawan keterbatasan untuk berkarya.

Seorang spiritualis mungkin berkata, Tuhan sengaja menjatuhkan ibunya dari tangga ketika Christy kecil. Akibatnya segala daya Christy menggerakkan kaki kiri untuk menyelamatkan ibu. Itu peristiwa yang membuat Christy akhirnya hijrah berkarya mendaya gunakan kaki kirinya menghasilkan keajaiban. ***

 

  • view 97