Laporan Temu Sastrawan Asia Tenggara Soal 24 Buku Puisi Denny JA

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 07 April 2017
Laporan Temu Sastrawan Asia Tenggara Soal 24 Buku Puisi Denny JA

 

Merangkul Karya Sastra Melampaui Fragmentasi Satrawannya

Temu Sastrawan Asia Tenggara
(Hari pertama)

Laporan Simon Saefudin

Kinabalu -- Festival sastra dan penulis Sabah, Malaysia, Selasa siang diramaikan pembacaan puisi oleh para sastrawan Indonesia dan Malaysia. Acara festival sastra Selasa ini khusus membahas proses kreatif penulisan puisi, cerpen, dan novel oleh sejumlah satrawan dua negeri tersebut.

Peserta dari Indonesia penyair Jamal D Rakhman, Bambang Widiatmoko, Handry TM, Jodi Yudono, Narudin Pituin, Fanny Jonathan, dan Fatin Hamama.

Sedang penyair Sabah hadir Nim Yorza, Karim, Titi Rahma, Jasni, Hasyuda Abadi, IM Fikri, dan Aisyah Mad Saad.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Dewan Bahasa dan Sastra Sabah, Jasni Matlani menyatakan festival ini diselenggarakan tiap tahun dalam rangka menyebarluaskan dunia sastra di Malaysia. Sastra Malaysia, menurut Jasni, mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan sastra Indonesia.

Kami di Malaysia sangat menghargai tokoh tokoh sastrawan Indonesia seperti Hamzah Fansuri, Chairil Anwar, Habibur Rahman, dan lain lain. "Kami para sastrawan di Malaysia bersatu untuk untuk mengembangkan sastra tanpa memandang aliansi politik dan kelompok, " kata Jasni.

Ini karena sastra bagi kami sangat penting untuk melestarikan kebudayaan bangsa. Tanpa sastra, apa jadinya bangsa ini, tambahnya.

Itulah sebabnya, saat ada usulan untuk mengapresiasi puisi puisi karya Denny JA pada festival, saya sebagai Presiden Bahasa dan Sastra setuju sekali.

Saya tahu ada kontroversi soal Denny di Indonesia. Bahkan ada sastrawan yang SMS saya akan memboikot festival jika memberikan tempat pada karya Denny.

Tapi saya tidak terpengaruh pada ancaman itu karena yang kami apresiasi adalah karya Denny. Dan saya sudah membacanya. Bagus sekali, tambah Jasni.

Panitia menekankan pentingnya mengakomodasi karya sastra melintasi fragmentasi antar sastrawannya.

  • view 95