Pernikahan yang Mengubah Sejarah

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 01 April 2017
Review Film

Review Film


Merenungkan isu besar film

Kategori Fiksi Umum

60.8 K Wilayah Umum
Pernikahan yang  Mengubah Sejarah

Pernikahan Yang Mengubah Sejarah
(Review Film LOVING, 2016)
Denny JA

Richard Loving dan Mildred Jeter terdiam dan khawatir. Mereka berdua kini mendekam di penjara. Berulang-ulang Richard memprotes kepada polisi itu. "Ia istri saya yang sah. Kami sudah menikah. Saya mencintainya."

Dingin dan sinis saja polisi menatap Richard. Diulanginya lagi pasal hukum itu yang ia yakin Richardpun tahu. "Kamu dihukum justru karena kamu nekad menikah. Itu perbuatan kriminal melanggar Anti-Miscegenation Act."

Walau tahu konsekwensinya, Richard dan Mildred tetap kaget mendapati diri mereka dipenjara. Richard kulit putih. Wildred kulit hitam. Pernikahan kulit putih dan hitam tersebut kriminal!

Kisah Richard dan Mildred itu tidak terjadi nun jauh di sana di Afrika. Juga tidak terjadi berabad lalu. Ia terjadi di wilayah puncak peradaban dunia, di Amerika Serikat, sekitar 60 tahun lalu. Tepatnya di Virginia tahun 1958.

Kisah cinta sejati itu difilmkan secara apik oleh Jeff Nichols dengan judul Loving. Judul tersebut memang nama belakang dari Richard Loving. Namun bisa juga Loving itu kata sifat yang berarti perhatian penuh karena cinta.

Ini memang film tentang cinta. Namun berbeda dengan umumnya film cinta biasa, ini kisah cinta yang ikut mengubah sejarah Amerika. Isu pernikahan Richard dan Mildred bergulir menjadi kasus yang kini dipelajari dalam banyak mata kuliah sejarah, hukum ataupun Hak Asasi Manusia.

Untuk kasus hukum, kisah mereka abadi dalam dokumen Supreme Court Loving vs Virginia, 1967.

-000-

Richard dan Mildred penduduk biasa dari kalangan menengah bawah di Caroline Country Virginia, Amerika Serikat. Berbeda dengan kebanyakan penduduk yang terpilah kulit hitam vs kulit putih, mereka justru berteman akrab. Lalu saling jatuh cinta.

Tibalah keputusan sulit. Mildred hamil. Pernikahan kulit hitam dan putih bisa membuat keduanya dipenjara. Saat itu Virginia masih menerapkan Anti-Miscegenation Law. Itu hukum produk zaman perbudakan yang sudah diterapkan sejak 1691.

Setelah melewati banyak perdebatan, mereka sepakat menikah. Namun itu tak bisa dilakukan di Virginia. Negara bagian yang membolehkan pernikahan antar ras di dekat sana: Washington DC. Ayah Mildred mengantar mereka sambil terus mewanti-wanti pernikahan ini harus dirahasiakan. Tak ada yang mau masuk penjara.

Merekapun kembali ke Virginia setelah resmi menikah. Suatu malam, melalui operasi tangkap tangan, suami istri ini digeledah polisi sedang tidur berdua di kamar. Dengan paksa keduanya dimasukkan penjara.

Di dalam penjara Richard menerka-nerka siapakah yang melaporkan mereka kepada polisi? Seandainya tak ada yang melaporkan, ia dan istri akan aman saja.

Ibu Richard seorang bidan yang membantu kelahiran anak. Suatu ketika ibu pernah berkata Richard tak harus menikahi Mildred. Jawab Richard, "saya kira ibu suka Mildred." Ibu kembali merespon: "Saya menyukai banyak orang. Tapi itu tak berarti Richard perlu menikahi mereka!"

Namun Richard tak pasti apakah ibunya yang melaporkan. Apakah ibunya setega itu yang membuatnya masuk penjara?

Seorang lawyer ternama disewa Richard untuk membantunya keluar penjara. Lawyer yang berpengalaman dengan kasus ini segera memberikan solusi. Hakim memutuskan sama persis dengan solusi dari lawyer itu: Richard dan Mildred boleh meneruskan pernikahan. Namun mereka harus pergi dan tak boleh kembali berdua ke Virginia selama 25 tahun sejak kasus diputuskan.

Richard serba salah. Ia tahu Mildred sangat dekat dengan adik dan keluarganya. Bagaimana memisahkan mereka tak berjumpa selama 25 tahun? Namun Richard juga tak mau bercerai agar tetap bisa tinggal di Virginia.

Apa daya mereka harus pindah. Pernikahan antar ras membuat mereka hidup terpisah dengan kelurga besar. Adik Mildred marah dan mulai terbuka menyerang Richard: "teganya dirimu memisahkan kakakku dari kami."

Ia teringat tanah luas yang sudah ia beli untuk Mildred di Virginia. Mildred pernah ia ajak ke sana. Di sini akan aku bangun rumah kita. Di sebelah sini dapur. Di sini kamar anak-anak, ujar Richard. Mildred senang alang kepalang sambil memeluk Richard.

Namun tanah itu harus ia lupakan. Kini ia harus hidup di negara bagian lain.

-000-

Selanjutnya film menceritakan kehidupan Richard dan Mildred di Washington. Mildred sudah hamil besar. Suatu malam ia berkata: aku ingin melahirkan di Virginia. Aku ingin ibumu yang menjadi bidannya.

Richard tak setuju karena itu melanggar hukum. Mereka sudah berjanji pada lawyer hanya kembal ke Virginia 25 tahun mendatang. Mildred tetap bersikeras. Ia juga rindu kelurganya.

Akhirnya Richard mengalah. Diam-diam mereka ke Virginia. Ibu menjadi bidan membantu kelahiran. Mildred berkumpul kembali dengan keluarga.

Namun kebahagian itu tak berlangsung lama. Polisi kembali menciduk. Mereka berdua dianggap tak mentaati peraturan. Penjara kembali menanti.

Lawyer yang sama diminta membantu Richard. Diaturlah sebuah skenario untuk membebaskan Richard dan Mildred namun kali ini dengan janji. Jika mereka berdua kembali ke Virginia sebelum 25 tahun, lawyer ini akan menyerah dan tak ingin membantu kembali.

Kepada hakim, lawyernya berbohong. Ini semua kesalahan saya pak Hakim, ujar lawyer. Saya lupa menyatakan pada mereka untuk tak boleh kembali ke Virginia untuk alasan apapun. Mereka mengira jika ingin melahirkan boleh kembali.

-000-

Richard mengalami trauma dengan penjara dan pengadilan. Dua kali cukup sudah. Ia membuang mimpinya untuk kembali ke Virginia sebelum 25 tahun. Sebaliknya, Mildred justru bertambah semangat mencari aneka cara. Mereka acapkali bertengkar jika bicara soal kembali ke Virginia.

Suatu ketika di TV, perjuangan anti diskriminasi semakin marak di Amerika Serikat. Mildred melihat sosok yang bisa diharap membantunya: Jaksa Agung Robert F Kennedy. Ia adik kandung presiden AS John F Kennedy.

Mildred tanpa sepengetahuan Richard menulis surat kepada Robert Kennedy. Ia minta perlindungan hukum atas kasusnya. Mildred menulis saja dan siap pula jika suratnya tak dianggap.

Tak diduga, Robert Kennedy merespon. Mildredpun kaget mendapat respon tokoh penting. Ia bahagia luar biasa. Kini terbuka kemungkinan baru.

Kennedy mengirimkan ahli hukum Benard S Cohen. Di tangan Kohen, kasus Richard loving diskenariokan agar diperkarakan sampai ke tahap Mahkamah Agung. Tak lupa Cohen pula yang mengatur agar kisah Richad loving dipublikasi di majalah nasional LIFE. Itu agar kasus ini menjadi perhatian nasional. Bobot politik kasus ini akan menjulang.

Cohen sudah lama ingin ikut terlibat membuat sejarah. Kasus Richard Loving ini sungguh menggetarkan hatinya. Ia bekerja militan mencari semua peluang untuk menang.

Awalnya Richard menolak untuk aktif berperan. Ia khawatir ujung kasus ini hanya akan membawanya masuk penjara lagi. Namun istrinya lebih aktif dan suportif.

Buah kasus ini keputusan bersejarah Mahkamah Agung 1967. Peradaban berubah. Semua aturan yang melarang pernikahan antar ras untuk pertama kalinya dihapus di seluruh negara bagian Amerika. Tak boleh ada pembatasan rasial bagi pernikahan anak manusia.

Richard dan Mildred bisa kembali ke Virginia. Richard menjalankan mimpinya membuat rumah untuk keluarganya di tanah yang sudah ia beli itu.

-000-

Di kalangan pejuang anti diskriminasi, kasus Richard dan Mildred menjadi unik. Umumnya pihak lain mengubah sejarah melalui demonstrasi besar. Sedangkan Richard dan Mildred melakukannya dengan lebih pwrsinal. Yaitu cukup dengan jatuh cinta, percaya pada cinta, menikah dan tak peduli jika pernikahan mereka melanggar hukum.

Cinta akhirnya menang. Love wins.***

 

  • view 55